Pages

Friday, September 14, 2012

Kultwit dan Blog

Adanya Twitter membuat adanya istilah baru. Kultwit. Entah siapa yang pertama kali memakai kata itu. Entah tweet siapa pula yang disebut sebagai kultwit. Karena tentu belum ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia, siapapun masih sah-sah saja untuk memberikan pengertian istilah itu. Secara etimologi, *serius sekali ya saya* kultwit berasal dari kata kul yang merupakan singkatan kuliah; dan dari kata twit yang merupakan salah satu terjemahan yang umum dipakai untuk menerjemahkan kata tweet. Jadi, kultwit dapat diartikan sebagai kuliah yang disampaikan melalui twit dengan media Twitter.

Blog. Saya tak tahu apa terjemahan blog. Blog sebenarnya lebih merupakan catatan harian. Hanya saja blog sekarang ini tidak sesempit itu. Blog yang berisi catatan harian pun lebih sering dianggap terlalu pribadi untuk dibagikan ke semua orang karena apa yang ditulis di sana dapat dibaca siapa saja. Itulah sebabnya banyak juga yang membuat blog untuk menyampaikan pikirannya.

Kultwit sering berlalu begitu saja. Sejalan dengan makin banyaknya pengguna Twitter, ada banyak orang yang berusaha mengumpulkan kultwit itu ke dalam sebuah halaman. Sebelum ada website sejenis Chirpstory, ada orang-orang tertentu yang berniat meng-copy-paste tweet/kultwit ke sebuah tulisan di blog. Munculnya Chirpstory membuat semakin banyak orang yang melakukan pengumpulan kultwit. Itulah sebabnya kalau melihat Chirpstory.com, ada begitu banyak kultwit di sana. Yang lebih mengejutkan, kebanyakan story di Chirpstory adalah buatan orang Indonesia.

Kultwit punya kelebihan. Orang bisa mengomentari satu bagian khusus dari twit tertentu. Orang bisa mengutip dengan mudah pula bagian tertentu. Sayangnya, kebanyakan yang membaca kultwit tidak memperoleh data yang akurat. Entah karena sumber kultwit tidak dapat dipastikan kebenarannya, pembaca kultwit itu kemungkinan hanya membaca sebagian. Untuk itulah, saya pikir seseorang yang membuat kultwit di Twitter harusnya membuat kumpulan twitnya sendiri menjadi sebuah tulisan dengan bahasa yang lebih baik dan data yang lebih lengkap. Lalu tulisan itu dibuat di blog.

Sayangnya kita orang Indonesia punya masalah dalam membaca dan juga menulis. Bukankah orang Indonesia kebanyakan tidak suka membaca tulisan panjang? Bukankah kita tidak mau menulis dengan mencari sumber yang cukup valid dulu sebelum membagikannya kepada orang lain?


Saya termasuk yang malas itu. Sayangnya.

Tangerang Selatan
14 September 2012, 23:59

Thursday, September 13, 2012

Wednesday, September 12, 2012

Ini?

Proyek Satu Post Sehari terancam gagal. Hari Minggu aku tertidur pulas setelah jam menunjukkan kira-kira pukul 23, jam biasanya aku mulai menulis. Lalu, kemarin malam aku tertidur pulas juga. Sempat berpikir untuk menambahkan satu tulisan tambahan untuk satu post yang terlewatkan di Minggu malam. Sayangnya, kemarin aku malah tertidur juga.

Selain tertidur, aku juga sudah mulai tak tertarik lagi menulis setiap malam menjelang pukul 24.00. Lumayan kalau tulisannya bagus, atau berguna. Ini?

Tangerang Selatan
12 September 2012, 23:57

Monday, September 10, 2012

Tahu Sama Tahu

Tahu sama tahu, sudah rahasia umum. Itu adalah istilah yang sering dipakai untuk menyatakan sebuah keadaan salah yang bisa dikatakan sudah (harus) dimaklumi oleh kebanyakan orang.

Ada banyak hal yang terjadi di masyarakat kita yang kita anggap sebagai rahasia umum. Sebagai contoh, kita sudah anggap hal biasa kalau mengurus SIM di Samsat itu harus pakai calo. Kalau tidak, ya tidak akan lulus ujian untuk memperoleh SIM. Selain itu proses juga lama. Kalau pakai calo, satu hari selesai.

Contoh lain, korupsi. Terlalu umum. Hanya saja, proyek pengadaan apa yang dilakukan di instansi pemerintah yang tidak ada korupsinya sama sekali?

Adakah di antara pembaca yang mau memberikan contoh tambahan?

Tangerang Selatan
10 September 2012, 23:57


Saturday, September 8, 2012

Ke Tanah

Ada satu lagu gereja yang menarik dalam bahasa Simalungun. Kalau tidak salah liriknya (bila diterjemahkan) berbunyi, "ke manakah kau setelah mati kau?" Aku belum sempat membaca ulang isi lengkap lirik lagu itu. Tentu saja, sebagai orang Kristen yang taat dan percaya surga, kebanyakan orang akan menjawab, "surga."


Setiap aku teringat lagu itu, aku selalu dengan santai menjawab, "ke tanah."

Tangerang Selatan
8 September 2012, 23:58

Friday, September 7, 2012

Kata Pertama

Apakah kau ingat kata pertama yang kau ucapkan di dunia? Bukan. Yang aku maksud adalah kata, bukan tangisan, atau gumaman.

Aku? Aku tak ingat.

Tangerang Selatan
7 September 2012, 23:59

Thursday, September 6, 2012

Sejarah

"Jangan sekali-sekali melupakan sejarah!"

"Sejarah akan terulang."

"Sejarah adalah milik pemenang."

Ketiga kalimat itu adalah tiga kalimat yang pernah saya dengar di sekolah, dulu. Kalimat pertama sering disingkat menjadi JAS MERAH! Saya sebenarnya setuju dengan pernyataan itu. Hanya saja, saya tak pernah suka lagi kalimat itu setelah terlalu sering dipakai oleh sebuah kelompok. Kelompok itu memakai kalimat itu hanya menjadi awal dari propaganda untuk sebuah revolusi yang tak jelas arahnya, "pokoknya revolusi."

"Sejarah akan terulang." Kalimat itu salah. Sejarah tak pernah berulang. Yang mungkin untuk berulang itu hanyalah pola yang pernah terjadi di dalam sejarah. Sejarah apa yang pernah terulang?

"Sejarah adalah milik pemenang." Hal ini patut diperhatikan oleh setiap pembaca tulisan sejarah. Banyak hal yang perlu diperhatikan oleh pembaca tulisan sejarah. Sejarah itu tidak lepas dari kepentingan tertentu saat sejarah itu dituliskan. Sejarah yang paling sering digugat di Indonesia saat ini adalah sejarah tentang Pemberontakan G30S/PKI. Sejarah yang sudah terlanjur kita percaya dari buku-buku sejarah saat sekolah adalah sejarah versi pemerintah saat itu. Sekarang ada banyak versi tentang kejadian G30S/PKI. Yang pasti, suatu saat nanti, akan ada satu versi yang dianggap sejarah paling benar tentang kejadian 30 September 1965 itu. Sejarah itu tentunya menjadi pemenang dari persaingan beberapa versi yang ada saat ini.

Saat ini, ada hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa menjadi pencatat sejarah, penulis sejarah. Orang di masa yang akan datang semoga saja tidak akan melupakan sejarah. Mereka akan mengingat sejarah untuk belajar dari sejarah dan berbuat sesuatu yang lebih baik dari yang terjadi di saat ini. Kita menyediakan mereka tulisan atau bahan belajar tentang yang terjadi saat ini. Mereka sebaiknya tidak mendapat sejarah yang hanya berasal dari satu sumber, yaitu si pemenang, yang memiliki kepentingan khusus agar sejarah ditulis seperti keinginannya. Mereka sebaiknya mendapat sumber sejarah dari berbagai kalangan, yang melihat sebuah kejadian dan memberikan tanggapan yang berbeda atas kejadian itu.

Saat ini, yang ada di kepala saya, setidaknya banyak orang di Indonesia yang harus mulai menulis/mengumpulkan berita/cerita apa yang terjadi saat ini di Indonesia. Kita tidak tahu siapa yang akan menjadi penguasa di negeri ini setelah 2014. Bisa saja Prabowo, yang oleh para aktivis HAM diberi label buruk karena terlibat banyak kejadian di tahun 1998, atau bisa saja Aburizal Bakrie, yang merupakan pemilik perusahaan yang mengakibatkan terjadinya Lumpur Lapindo. Bila salah satu dari mereka berkuasa nantinya, maka sejarah versi pinggiran (bukan penguasa) suatu saat akan lenyap dan akan dianggap isapan jempol. Mereka dengan kekuasaannya akan mampu membuat sebuah sejarah yang mengatakan mereka adalah orang yang hebat, tanpa catatan cela di dalam sejarah kehidupan mereka. Hal tersebut tidak akan terjadi, bila saja ada banyak di antara kita yang menulis atau mencatat sejarah.

Sejarah. Pelajaran paling membosankan. Lho?

Tangerang Selatan
6 September 2012, 23:56


Wednesday, September 5, 2012

Patah

Kacamataku akhirnya patah. Aku lupa kalau aku meletakkannya di sebelahku, di tempat aku berbaring. Lalu datanglah keponakanku, bermain denganku. Aku hanya memikirkan kalau saat dia keluar dari kamar dia seharusnya sudah tidur. Sama sekali tak mengingat kacamata, sejam berikutnya aku menemukan gagang kacamata itu patah. Kakakku pasti akan bilang, "sudah berapa kali kubilang, hati-hati menaruh kacamata!"

Nasi sudah jadi bubur. Kacamata sudah patah. Rasanya besok perlu ke optik dan beli kacamata yang harga paketnya limapuluh ribu saja. Memang ada?

Bicara soal kacamata, aku pertama kali pakai kacamata di tahun 2001, kelas 3 SMU. Silinder dan minus kiri 0,75 kanan 0,5. Kacamata itu patah di Bandung tahun 2003. Aku mengganti dengan kacamata yang dibeli di sebuah optik di Kings, Kalapa. Perubahan minus dan silinder hanya sekitar 0,25. 2006, aku ganti lagi. Di Melawai, paket yang cukup murah. 2009, aku ganti lagi. Kacamata sebelumnya rusak pada bagian yang menahan lensanya. Kacamata tahun 2009 (bulan Agustus) itulah yang baru saja aku patahkan. Rata-rata kacamataku rusak karena cara meletakkannya yang tak hati-hati. Itulah sebabnya kacamata-kacamataku selama ini bengkok karena terinjak, tertidur, atau terlempar. Aku coba luruskan kembali, bengkok lagi, luruskan lagi, bengkok lagi hingga akhirnya terlalu rapuh untuk akhirnya patah.

Sebelas tahun memakai kacamata, aku baru memakai 4 kacamata. Itu berarti rata-rata 2,75 tahun per kacamata.

Kacamata berikutnya haruslah yang sangat murah saja. Sekali setahun ganti pun tak apa. Setuju?

Tangerang Selatan
5 September 2012, 23:59

Tuesday, September 4, 2012

Bicara Cinta

Aku ingin berbicara denganmu. Kapan terakhir kali kita bertemu dan berbicara?

Bicara tentang apa?

Bicara cinta.

Tangerang Selatan
4 September 2012, 23:58

Monday, September 3, 2012

Kangen

Kangen.

Apa artinya?

ka·ngen a cak ingin sekali bertemu; rindu: ia -- kpd suaminya;
me·nga·ngeni v kangen akan; kangen kpd: para seniman menghendaki agar masyarakat dapat ~ teater;
ka·ngen-ka·ngen·an v melepas rindu

Itulah arti kangen di Kamus Besar Bahasa Indonesia yang saya temukan lewat http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php.

Pengertian kangen itu membuat saya berpikir, apakah saya kangen kepadanya?

Eh, 'nya'? Siapa dia?

Tangerang Selatan
3 September 2012, 23:59

Sunday, September 2, 2012

109 Tahun, Lalu?

Hari ini, 109 tahun yang lalu, seorang misionaris Jerman bernama August Theist tiba di Pematang Raya, Simalungun. Hari itu dibacakan sebuah ayat yang menjadi ayat dari Injil, yaitu Yohanes . Yohanes 4:35. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai." Itulah tanda masuknya Injil di Tanah Simalungun.

Ada sejarah panjang di antaranya hingga baru pada tahun 1960an sebuah gereja mandiri bernama GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun) berdiri (dan diakui sebagai gereja yang terpisah dari HKBP).

GKPS yang sudah berumur 109 tahun memiliki anggota jemaat yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, sama dengan penyebaran orang Batak pada umumnya. Hanya saja, GKPS hanya memiliki gedung gereja di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.

Pertanyaan penting dengan umur lebih seabad, apakah GKPS sudah sadar betul being dan doing nya?

Tangerang Selatan
2 September 2012, 23:57

Saturday, September 1, 2012

(Ken)Apa?

Me: "Tulang demam tinggi, Eydro."
Eydro: "Oh, gitu? Tulang demam kenapa?"
Me: "Tulang demam karena tadi malam begadang."
Eydro: "Apa?"
Me: "Begadang."
Eydro: "Begadang itu apa?"
Me: "Begadang itu tidak tidur semalaman."
Eydro: "Oh, gitu?"
Me: "Iya. Makanya Eydro kalau disuruh tidur harus langsung tidur. Eydro gak mau sakit kayak Tulang kan?"

Eydro lalu pergi, masuk ke kamar.

(percakapan di atas adalah percakapan imajinatif antara saya dan Eydro. ditulis dalam keadaan demam cukup tinggi akibat kurang istirahat, yang sebelumnya sudah begadang hanya demi menonton Top Gear, Talhotblond, dan Flipped. benarlah nyanyian mbah Rhoma Irama, "begadang jangan begadang, bila tiada artinya.")

Tangerang Selatan
1 September 2012, 23:53.

Friday, August 31, 2012

"Be Nice, Don't Lie"

Apakah yang terpenting dari sebuah film? Tentu setiap orang memiliki jawaban yang berbeda. Itulah sebabnya pilihan orang untuk menonton apa bisa berbeda-beda. Ada yang suka menonton film action, ada pula yang suka menonton film komedi romantis. Ada yang suka menonton film drama, ada pula yang tidak. Ada yang suka menonton film horor Indonesia, ada pula yang suka menonton film televisi a.k.a FTV. Selera kita menonton film apa menunjukkan apa yang terpenting dari sebuah film.

Saya ingat ketika film The Raid diputar banyak orang yang memuji film itu. Saya termasuk yang tidak terlalu suka film itu. Aksi yang ditampilkan dan juga efek yang ditampilkan film itu memang hebat. Hanya saja film itu tidak punya cerita. Penonton film itu hanya disuguhi rentetan pertarungan yang diberi jeda sejenak. Saya pikir orang seharusnya lebih suka menonton WWE yang disertai drama dibanding film itu. Tentu untuk orang yang memang suka melihat yang sadis, film itu sangat bagus. Tetapi kembali lagi, itu kembali ke selera masing-masing. Dari ketidaksukaan saya terhadap film The Raid yang tidak menampilkan cerita di dalam filmnya, jelaslah saya lebih suka sebuah film yang memiliki cerita. Saya sering membandingkan film Transporter, yang juga film action, dengan  film The Raid. Film Transporter lebih enak ditonton karena ada cerita di dalam film itu.

Secara umum, saya suka film yang memiliki cerita. Saya termasuk yang menganggap cerita termasuk hal yang terpenting dari sebuah film. Saya sudah banyak menonton film. Hanya saja film yang paling saya suka adalah film berdasarkan kisah nyata. Film berdasarkan kisah nyata memiliki pesan yang menarik selain ceritanya merupakan cerita yang pernah terjadi. Satu film berdasarkan kisah nyata yang paling saya ingat judulnya adalah Radio. Lalu, ada banyak film berdasarkan kisah nyata lainnya yang saya lupa judulnya, tetapi saya tak akan menolak untuk menonton ulang film itu.

Malam ini, saya menonton sebuah film dokumenter di HBO Signature. Film itu berjudul Talhotblond. Film dokumenter itu dibuat berdasarkan kisah nyata tentang sebuah pembunuhan. Pembunuhan itu bukan sebuah pembunuhan biasa, makanya sampai dibuat filmnya. Pembunuhan itu terjadi karena terjadinya sebuah cinta segitiga di internet. Cerita di dalam film itu memberikan pesan yang luar biasa dari beberapa orang yang diwawancarai untuk pembuatan film itu. Salah satunya yang saya catat tadi, dan sudah saya post ke Twitter, adalah pernyataan dari Rex Beaber -seorang psikolog-, "the biggest human addiction in the world is love." Dan juga, "be nice, don't lie."

Saya tidak akan menceritakan cerita lengkap dari film itu. Hanya saja, saya pikir Anda yang membaca ini punya satu film yang mungkin harus Anda tonton.

Tangerang Selatan
31 Agustus 2012, 21:59

Thursday, August 30, 2012

Siapa yang Menjatuhkan?

Aku baru saja mendengar sebuah suara. Suara itu seperti sebuah suara perempuan. Pernah menonton film horor yang terkadang menyertakan suara menyeramkan? Suara yang aku dengar tadi mirip suara dalam film horor itu. Suara itu memang hanya terdengar sekali. Hanya saja, saya lebih memilih untuk cuek.

Saya memang termasuk orang yang cukup cuek terhadap hal yang
menyeramkan. Saya tidak mengatakan bahwa tidak ada yang namanya setan atau hantu atau sejenisnya. Saya hanya belum pernah bertemu langsung, melihat langsung, merasakan langsung keberadaan mereka.

Saya pernah menjadi satu-satunya pengunjung di perpustakaan sekolahku. Waktu sudah mendekati pukul 21.00, waktu untuk perpustakaan tutup. Penjaga perpustakaan waktu itu adalah seorang mahasiswa, adik kelasku. Iseng, saya bertanya tentang hal yang menyeramkan di perpustakaan dan apakah dia takut. Dia lalu bercerita kalau dia sudah pernah melihat cahaya putih yang sekilas melintas di antara lorong yang terlihat dari pintu perpustakaan. Membayangkan itu, saya sebenarnya cukup takut. Bagaimana kalau saat itu malah muncul, pikirku.

Sambil bercerita, sambil saya juga iseng mengaku tak pernah merasakan yang menyeramkan, teman saya itu mematikan semua lampu perpustakaan. Lalu, tiba-tiba sebuah suara muncul dari ruangan administrasi perpustakaan. Karena saya merasa tidak perlu ada yang ditakutkan, saya malah berjalan ke arah ruangan itu. Entahlah, saya bisa saja dibilang sok pemberani. Saya malah iseng bertanya, "siapa itu?" Dengan rasionalisasi, saya langsung bilang ke teman saya, "paling ada benda yang jatuh." Siapa yang menjatuhkan?

Tangerang Selatan
30 Agustus 2012, 23:57

Wednesday, August 29, 2012

Kesal

Apa yang kau lakukan ketika kau kesal?

Menunjukkan kekesalan sebenarnya lebih mudah dengan kata-kata. Hanya saja, kekesalan pun dapat ditunjukkan dengan ekspresi muka.

Saya tadi kesal kepada Eydro, keponakan saya yang baru berumur 3 tahun. Biasanya saya bisa menahan diri untuk tidak menunjukkan kekesalan saya kepadanya lewat nada bicara yang meninggi ataupun lewat raut wajah yang menunjukkan kekesalan. Hanya saja, hari ini rasanya ada sekitar dua sampai tiga kali saya menunjukkan rasa kesal saya terhadap dia. Saya kesal karena dia berusaha memainkan ponsel saya yang baterainya sedang diisi ulang, kesal karena dia memainkan kabel charger netbook saya, dan kesal karena dia mencoba menekan-nekan keyboard netbook saya saat saya sebenarnya ingin mengetik.

Saya yakin dia sudah mengerti ekspresi rasa kesal orang terhadap dia. Saat dia memainkan ponsel saya, saya hanya membuat ekspresi wajah kurang senang. Saat dia memainkan charger netbook saya, saya bicara dengan nada cukup tinggi, "Eydro, jangan dimainin kabelnya." Saat dia menekan-nekan keyboard netbook saya, saya mematikan netbook saya.

Saya yakin juga dia tidak senang kalau ada yang merasa kesal terhadap dia. Dia sempat terdiam saat saya membuat ekspresi wajah kurang senang. Dia lalu marah dan hampir merengek karena saya mematikan netbook saya. Untunglah, saya cukup sadar tidak baik membuat keponakan saya yang lucu itu untuk menjadi kesal juga karena kekesalan saya. Setelah dia cukup sadar kalau saya kesal, saya langsung berusaha mengalihkan perhatian dia supaya dia tidak perlu kesal juga.

Saya jadi ingat sebuah ayat Alkitab, "janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu." (Efesus 4:26b.) Ayat itu memang tidak terlalu relevan dengan kekesalan saya. Hanya saja, mengingat kekesalan saya terhadap Eydro hari ini, saya akan berusaha untuk tidak mudah kesal terhadapnya. Berlama-lama kesal terhadap Eydro? I bet you can't.

Tangerang Selatan
29 Agustus 2012, 23:58

Tuesday, August 28, 2012

Marah Kepada Allah

Pernah dengar cerita tentang Yunus? Yunus diutus ke Niniwe untuk mengabarkan bahwa kota itu akan ditunggangbalikkan jika penduduk kota itu tidak bertobat. Singkat cerita, orang di Niniwe berpuasa dan Allah berkenan atas pertobatan orang Niniwe . Hukuman tidak jadi dilaksanakan.

Lalu, apa reaksi Yunus? Dia malah tidak senang. Dia malah berdoa kepada Allah: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup." (Yunus 4:2-3.)

Baiklah, ada banyak cara memandang cerita di kitab Yunus. Saya sampai sekarang tertarik dengan cara Pak Ioanes Rakhmat memandang cerita di dalam kitab ini. Cara tersebut tentu akan tak terlalu disukai oleh banyak orang. Dongeng?

OK. Cerita tentang Yunus yang saya baca tadi pagi ini membuat saya berpikir. Apakah memang kita tidak akan mungkin seperti Yunus? Yunus tidak senang karena Allah akhirnya mengampuni orang Niniwe bertobat. Lalu, cerita tentang orang Niniwe ini bisa juga kita tafsirkan bahwa Allah juga mengasihi orang yang bukan bangsa pilihan-Nya (yang menurut Perjanjian Lama di dalam Alkitab adalah bangsa Israel.) Bagian terakhir ini membuat saya bertanya, apakah saya nantinya akan marah kepada Allah bila orang yang ternyata tidak percaya kepada Yesus bahkan beragama Kristen pun tidak berada di dalam surga milik Allah versi yang saya percayai?

Duh.

Tangerang Selatan
28 Agustus 2012, 23:46

Monday, August 27, 2012

Aku Kangen Kamu

Pagi ini aku bermimpi. Ada kamu di dalan mimpiku itu. Sudah berapa lama kita tak berjumpa? Sudah lama kan ya? Lalu, kenapa kamu hadir di mimpiku ya?

Mimpi itu katanya bunga tidur. Ada pula yang bilang mimpi itu representasi dunia bawah sadar manusia. Lalu, apakah kamu hadir di dalam mimpiku hanya untuk menghiasi mimpiku? Atau, kamu bisa hadir karena aku sedang kangen akan dirimu?

Ada yang aneh dengan dirimu di mimpiku. Kamu cantik, di luar mimpiku. Di mimpiku, kamu cantik, tetapi kamu sudah terlihat tua. Jujur, kamu tak terlihat cantik di masa tuamu, di dalam mimpiku. Yah mungkin kamu akan begitu di masa tuamu nanti. Hanya saja, cantiknya wajahmu bukanlah yang utama. Bukan?

Hai, Kamu. Aku kangen padamu. Rasanya aku tak perlu mengatakannya padamu. Mungkin aku akan mengatakan tentang ini nanti saja, di masa tuamu. Saat itu tiba, aku berharap kau tak seperti di dalam mimpiku.

Tangerang Selatan
27 Agustus 2012, 23:30

Sunday, August 26, 2012

Saya Senang Hari Ini

Ketika tak ada waktu banyak tersisa, aku bisa dengan mudahnya membuat sebuah tulisan pendek di ponsel.

"Eydro senang hari ini?"
"Iya, Eydro senang hari ini."
"Eydro senang karena apa?"
"Eydro senang karena main di BP."

Percakapan itu tidak terjadi hari ini, tetapi memang pernah terjadi. Hari ini, saya yang malah senang karena Eydro, keponakan saya yang baru berumur 3 tahun. Dia menunjukkan banyak hal yang bisa membuat kami tertawa hari ini.

Nah, itu saja isi tulisan singkatnya.

Copy, lalu paste di Gmail, lalu kirim. Satu Post Sehari untuk hari ini selesai.

Tangerang Selatan
26 Agustus 2012, 23:47

Saturday, August 25, 2012

Nyamuk

Nyamuk. Apakah guna nyamuk di muka bumi ini? Apakah hanya untuk menjadi santapan cicak di dinding?

Nyamuk. Sudah berapa nyamuk yang kau bunuh malam ini? Tidakkah kau mengingat perintah untuk "jangan membunuh"?

Nyamuk. Kenapa kalau satu orang yang menemani sepasang orang yang sedang pacaran malam mingguan disebut nyamuk? Eh, memang begitu kan?

Nyamuk. Apa benar ada nyamuk di rumahku karena kamu malas bersih-bersih?

Nyamuk. Aku baru saja membunuh nyamuk yang sepertinya telah menghisap darahku. Apakah nyamuk itu sebenarnya vampir?

Nyamuk. Betapa malang nasibmu. Kenapa kau harus dibunuh? Padahal darah yang kau hisap tak sebanyak darah yang keluar dari tubuh seseorang saat donor darah. Ah, aku tahu. Seandainya suaramu tak mengganggu, dan gigitanmu tak akan membuat bekas, aku pikir banyak yang tak keberatan kau berada di dekat mahkluk bernama manusia.
Maka, wahai kau nyamuk, cobalah berevolusi!

Tangerang Selatan
25 Agustus 2012, 23:23

Friday, August 24, 2012

Tulisan Acak: 24 Menit

Hari ini hari Jumat. Tanggal 24 Agustus 2012. Hari ini saya tak banyak bergerak. Saya bahkan tidur sangat lama tadi pagi dari jam 7 sampai jam 12. Saya bahkan belum sarapan sebelum saya tidur.

Jam 12, saya terbangun. Lalu saya sarapan sekaligus makan siang.

Lalu, saya hanya menonton Top Gear 16 Episode 2 dan Mr.Wonderful.

Sebelum tidur tadi pagi, saya sebenarnya sudah membayangkan apa yang saya akan tulis hari ini. Yang saya bayangkan adalah menulis tentang cara saya menulis. Kebanyakan tulisan saya adalah hal acak. Lalu, dengan tulisan Always On yang terdiri dari 3 bagian, saya rasa tulisan saya kurang komprehensif. Ada banyak hal yang tak perlu ikut dijelaskan dalam tulisan itu. Selain itu, kalimat dalam tulisan saya cenderung sangat panjang. Saya bisa membayangkan orang tak bisa membaca kalimat yang saya tulis dengan satu hembusan nafas.

Saya dulu suka menulis. Kebanyakan hal yang terjadi di dalam kehidupan. Saya menulis berdasarkan pengamatan saya, atau berdasarkan pemikiran saya yang saya akui tidak terlalu mendalam. Ketika saya kuliah, sayangnya kemampuan saya menulis tulisan ilmiah tak seperti saya menulis acak seperti ini. Saya tak mampu memaparkan apa yang saya baca dengan baik. Ah, sebenarnya itu hanya alasan saya saja. Saya memang tak mengerit kebanyakan bacaan yang saya baca. Kalau saya mengerti, sudah seharusnya saya bisa menuliskan apa yang saya mengerti dengan bahasa saya sendiri. Itulah sebenarnya tujuan dari tugas membuat makalah. Bukan membuat sebuah tulisan dengan menampikan banyak kutipan tanpa menunjukkan pemahaman penulis dan tanggapan penulis terhadap masalah yang ada dibahas di dalam makalah.

Saya sempat lama berhenti menulis. Kebiasaan menulis, termasuk menulis acak seperti yang saya lakukan sekarang, sebenarnya saya sadari akan membantu saya. Saya akan lebih sadar akan kekurangan dari cara menulis saya, saya akan menyadari kalimat yang kurang efektif, dan sebagainya. Saya ingat dulu sewaktu masuk di sekolah yang terakhir saya ikuti, saya termasuk cukup cepat dalam memaparkan apa yang saya mengerti, ataupun menggabungkan beberapa bahan dari beberapa buku menjadi sebuah makalah. Itu bisa terjadi karena saya sebelumnya cukup rajin menulis di blog dengan tulisan yang sepertinya lebih dari 4 halaman A4, tetapi spasi 2. Setelah lama kuliah, saya malah jarang membuat tulisan, bahkan berhenti cukup lama karena sudah ada Facebook dan kemudian Twitter.

Tulisan acak kali ini sebenarnya saya tulis juga menjadi bagian dari "satu post sehari". Satu post sehari ini saya rasa tak akan berhenti walaupun blog di Multiply nantinya akan ditutup. Toh, masih ada platform lain untuk mengirimkan tulisan.

Tangerang Selatan
24 Agustus 2012, 20:30-20:54