Pages

Saturday, April 26, 2008

Dreamlist

Banyak hal yang diinginkan oleh manusia. Gue manusia. Wajar dong gue punya keinginan. Keinginan belum tentu merupakan kebutuhan lho.

Kalau gue diminta membuat daftar keinginan atau dalam bahasa Inggris disebut wishlist, maka inilah daftarnya:
1. One of Nokia N-Series. Yang pasti yang kameranya bagus, koneksi internetnya bagus, dan bisa dijadiin modem.
2. Kamera DSLR. Kamera DSLR yang paling gue pengen adalah Nikon D8, kayak punya saudara teman gue yang pernah dibawa ke kampus. Lengkap dengan lensa yang rentang zoomnya gede dan blitz tambahan. Pengen ini karena memang butuh sih untuk berbagai dokumentasi di kampus.
3. PC baru. PC gue yang sekarang masih bagus sih, tetapi sudah kalah ama teknologi sekarang. Pengennya PC dengan processor Dual Core (atau malah Quad Core), RAM minimal 1 GB, VGA minimal 512 MB, LCD monitor.
4. Laptop. Walaupun gue sudah punya PC, punya laptop sendiri kayaknya bagus juga. Laptop yang gue inginkan jangan yang tanggung-tanggung. Kalau perlu Apple MacBook, atau yang terbaru itu lho. Kalau bukan Apple punya, minimal Centrino Duo, lengkap dengan OS Windows Vista, program MS Office terbaru, dan sebagainya.
5. HDD Camera. Gue pengen ini karena gue termasuk orang yang sering diminta menjadi orang yang mendokumentasikan sebuah acara di kampus. Pinjam orang kan gak enak.
6. Wireless Internet Connection. Naksir ama Starone punya karena teman gue ada yang make dan katanya murah. Hanya, ini berarti gue butuh alat sebagai modemnya, such as Nokia 6275i CDMA yang bisa dijadikan modem juga.
7. Sepeda. Selama ini ada sepeda sih di rumah. Tapi itu kan sepeda teman gue. Nah, sepeda yang gue inginkan juga adalah sepeda yang pake rem cakram, pake suspensi, bannya yang sesuai untuk pemakaian dalam kota.

Nah, masih ada lagi sih yang lain, tetapi cuma itu aja yang sekarang bisa gue tuliskan. Hanya saja, pada akhirnya daftar ini pun tidak cocok disebut sebagai wishlist, melainkan dreamlist. Ya, itu karena list ini bisa tercapai hanya di dalam mimpi, bukan dalam kenyataan. Hehehehe...

Wednesday, April 23, 2008

Banyak Cerita

Sudah lama tak posting apapun di journal ini. Banyak cerita sebenarnya.

Cerita tentang khotbah kedua kalinya di kelas..
Cerita tentang kamar gue yang gue rapiin dan konflik kecil di kontrakan..
Cerita tentang perasaan suka gue terhadap seseorang, tentang pernyataan rasa suka tersebut dengan cara yang aneh, dan tentang gue yang sekarang berusaha untuk menghilangkan perasaan itu.

Cerita-cerita tersebut mungkin tak akan pernah gue buat.. Journal entry ini hanya mengingatkan gue bahwa pernah terjadi sesuatu di bulan April 2008.

Thursday, April 10, 2008

11 April 2008

Saat ini jantungku berdebar lebih kencang. Saat ini aku meradang. Saat ini aku merasa sepi, padahal di sekitarku ada lebih dari 30 orang duduk mengikuti kuliah.
Gila... rasa cemaskah ini? Kalau iya, ini adalah cemas berlebihan. Lagipula, aku cemas akan apa?

...

Hatiku tenang ketika aku ke perpustakaan. Kembali ke atas, hatiku kembali cemas.
F***! Apakah ini karena mereka ada di sini? Apakah kalau mereka tidak ada di sini aku akan tenang-tenang saja.

Kuliah Islam 2
Room 40X
08:49

Selamat Ulang Tahun, Kak Withri

Begadang mempersiapkan khotbah dan menonton Liga Champions, mengkhotbahkan khotbah di kelas, mengikuti kuliah, mengikuti acara kampus membuat gue tak sempat menelepon kakakku. Tiba di rumah, rencana hanya tidur sebentar ternyata gagal. Gue baru terbangun pukul 11 malam.

Selamat Ulang Tahun ya, Kak. Sori telat...

Wednesday, March 12, 2008

Anti Porn Deactivated

Beberapa waktu lalu gue sudah cerita di tulisan gue berjudul Anti Porn. Sebuah peringatan kerap muncul di browser ketika browsing beberapa website di internet perpustakan kampus gue.

Just like what I've write in that writing, gue gak suka Anti Porn itu bukan karena alamat Friendster atau Multiply tidak bisa dibuka. Ini lebih karena beberapa alamat dari hasil search di Google, bahkan situs Suara Pembaruan, dianggap memiliki inappropriate content. Ini kan sama saja penggunaan internet di perpustakaan hanya sebatas membuka beberapa alamat yang dianggap appropriate, such as Yahoo! Mail (bahkan halaman depan Yahoo! pernah dianggap inappropriate), Gmail, dan beberapa alamat lain.

Pertama kali "Anti Porn" itu muncul, gue berpikir kalau itu adalah settingan di Internet Options milik Internet Explorer yang ada di browser komputer perpustakaan. Eh, ternyata dengan menggunakan browser yang ada di flashdisk gue (Mozila Firefox Portable dari PortableApps.com) pesan yang sama juga muncul. Gue pun berusaha mengutak-atik komputer perpustakaan untuk mencari tahu program apa yang dimasukkan oleh administrator komputer itu sehingga setiap membuka Friendster halaman yang muncul malah halaman berjudul "Anti Porn" dan isinya hanya peringatan bahwa halaman tersebut contains inappropriate content.

Setelah berpikir dan berpikir, berusaha dan berusaha, gue (dan seorang adik kelas) berhasil mengutak-atik komputer perpustakaan, kemarin.

Pertama, gue menginstall sebuah program utilities yang salah satu programnya adalah Process Manager, sebuah program yang bisa menggantikan Task Manager yang didisable oleh admin.

Setelah diinstall, gue menjalankan programnya dan menemukan sebuah program yang tak kukenal bernama Eagle (Eagle-naon gue lupa). Process Manager pun bisa memperlihatkan file-file yang dibuka oleh processes yang berlangsung. Gue cari yang ada kata Eagle-nya.

Gotcha! EagleSrv.exe. Gue pun menjalankan perintah Open Parent Folder di file tersebut. Ternyata, admin terlalu pandai menyembunyikan folder program tersebut di dalam folder Program Files. Gue coba jalankan programnya, eh ternyata pakai password.

Setelah yakin EagleSrv.exe merupakan biang "Anti Porn", gue pun berusaha untuk menghentikan programnya dari Process Manager. Gagal..

Gue belum menyerah. Coba pake Command Prompt dan masukkan perintah tasklist, taskkill, and so on. Gagal juga..

Salah satu program utilities yang terinstall adalah Startup Manager. Gue pun menghilangkan EagleSrv.exe dari start-up. Untuk membuktikan bahwa dengan menghentikan EagleSrv.exe Anti Porn tidak akan muncul lagi, maka komputer perlu direstart. Ini permasalahan yang lain lagi.

FYI, setiap orang yang ingin memakai internet di komputer perpustakaan harus meminta salah satu pegawai untuk memasukkan password di sebuah program (sejenis bill program di warnet) yang menutupi desktop, baru bisa menggunakan komputer tersebut. Itupun hanya 30 menit (ada countdown timer-nya). Program yang di process manager bernama BillPro.exe itu pun akhirnya gue hilangkan dari start-up.

Reboot..

Berhasil.. berhasil.. berhasil.. hore.. Setelah di-restart, BillPro.exe yang seharusnya menutupi desktop tidak muncul. Gue pun membuka browser Firefox gue. Lalu gue coba buka www.livescore.com yang sebelumnya kena "Anti Porn" juga. Berhasil.. Anti-Porn tidak muncul lagi. Setelah yakin semua berjalan dengan baik, gue mengembalikan BillPro.exe ke start-up. Reboot.. dan semua kami setting supaya terlihat normal sewaktu adik kelas gue yang menemaniku mengutak-atik komputer itu meminta Mas Toni, karyawan perpustakaan, untuk membuka password untuk main 30 menit.

Gue juga melakukan proses kurang lebih sama di komputer yang satu lagi yang juga digunakan untuk internet di perpustakaan, sehingga..

...now, we can live happily opening Friendster di internet perpustakaan karena "Anti Porn" succesfully deactivated.


PS: admin komputer tersebut seharusnya mencari program yang hanya membatasi alamat tertentu, bukan program yang memunculkan "Anti-Porn" bila menemukan kata yang dimasukkan sebagai inappropriate di program tersebut. Gue melakukan "kecurangan" di atas semata-mata karena teman gue pernah tidak bisa buka hasil pencarian yang penting buat tugasnya. Internet di perpustakaan disediakan memang untuk membantu mahasiswa mencari bahan, dsb., tetapi kalau hasil pencarian tak bisa dibuka, buat apa?

Sunday, March 9, 2008

XL bebas vs Indosat IM3

Lihat iklan IM3 di Kompas halaman 19 hari ini?

Parah... ini mah perang tarif secara terang-terangan. Masa di iklan IM3 tabel tarif XL (persis sama seperti yang diiklankan dalam beberapa hari terakhir di harian yang sama) dimunculkan dengan tanda silang? Pertanyaan gue, etis gak sih sebenarnya seperti itu?

Tuesday, March 4, 2008

Anti Porn

Entah mengapa, tiba-tiba internet di pepustakaan kampus gue sudah bisa diakses dari pagi. Biasanya akses internet diberikan setelah jam 4 sore hingga tutup jam 9 malam.

Akses internet memang sudah bisa dari pagi, tetapi masa buka alamat dalam situs Suara Pembaruan aja dianggap "inapropriate content"? Buka Inbox Multiply, buka Friendster, dan masih banyak alamat lain tidak bisa dilakukan. Yang muncul malah sebuah halaman dengan title di tab-nya "Anti-Porn." Isi halamannya diganti dengan gambar dan tulisan "Anti Porn. Inappropriate content. This page will be closed."

Kalau Friendster
dan Multiply sih menurut gue gak masalah. Akan tetapi kalau sampai alamat hasil pencarian di Google, hasil pencarian di situs berita, dan lainnya yang diperlukan untuk mencari informasi juga sampai tidak bisa dibuka, buat apa kami diberikan akses menggunakan internet? Apa cuma untuk check email? Cape deh...