Pages

Friday, September 7, 2012

Kata Pertama

Apakah kau ingat kata pertama yang kau ucapkan di dunia? Bukan. Yang aku maksud adalah kata, bukan tangisan, atau gumaman.

Aku? Aku tak ingat.

Tangerang Selatan
7 September 2012, 23:59

Thursday, September 6, 2012

Sejarah

"Jangan sekali-sekali melupakan sejarah!"

"Sejarah akan terulang."

"Sejarah adalah milik pemenang."

Ketiga kalimat itu adalah tiga kalimat yang pernah saya dengar di sekolah, dulu. Kalimat pertama sering disingkat menjadi JAS MERAH! Saya sebenarnya setuju dengan pernyataan itu. Hanya saja, saya tak pernah suka lagi kalimat itu setelah terlalu sering dipakai oleh sebuah kelompok. Kelompok itu memakai kalimat itu hanya menjadi awal dari propaganda untuk sebuah revolusi yang tak jelas arahnya, "pokoknya revolusi."

"Sejarah akan terulang." Kalimat itu salah. Sejarah tak pernah berulang. Yang mungkin untuk berulang itu hanyalah pola yang pernah terjadi di dalam sejarah. Sejarah apa yang pernah terulang?

"Sejarah adalah milik pemenang." Hal ini patut diperhatikan oleh setiap pembaca tulisan sejarah. Banyak hal yang perlu diperhatikan oleh pembaca tulisan sejarah. Sejarah itu tidak lepas dari kepentingan tertentu saat sejarah itu dituliskan. Sejarah yang paling sering digugat di Indonesia saat ini adalah sejarah tentang Pemberontakan G30S/PKI. Sejarah yang sudah terlanjur kita percaya dari buku-buku sejarah saat sekolah adalah sejarah versi pemerintah saat itu. Sekarang ada banyak versi tentang kejadian G30S/PKI. Yang pasti, suatu saat nanti, akan ada satu versi yang dianggap sejarah paling benar tentang kejadian 30 September 1965 itu. Sejarah itu tentunya menjadi pemenang dari persaingan beberapa versi yang ada saat ini.

Saat ini, ada hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa menjadi pencatat sejarah, penulis sejarah. Orang di masa yang akan datang semoga saja tidak akan melupakan sejarah. Mereka akan mengingat sejarah untuk belajar dari sejarah dan berbuat sesuatu yang lebih baik dari yang terjadi di saat ini. Kita menyediakan mereka tulisan atau bahan belajar tentang yang terjadi saat ini. Mereka sebaiknya tidak mendapat sejarah yang hanya berasal dari satu sumber, yaitu si pemenang, yang memiliki kepentingan khusus agar sejarah ditulis seperti keinginannya. Mereka sebaiknya mendapat sumber sejarah dari berbagai kalangan, yang melihat sebuah kejadian dan memberikan tanggapan yang berbeda atas kejadian itu.

Saat ini, yang ada di kepala saya, setidaknya banyak orang di Indonesia yang harus mulai menulis/mengumpulkan berita/cerita apa yang terjadi saat ini di Indonesia. Kita tidak tahu siapa yang akan menjadi penguasa di negeri ini setelah 2014. Bisa saja Prabowo, yang oleh para aktivis HAM diberi label buruk karena terlibat banyak kejadian di tahun 1998, atau bisa saja Aburizal Bakrie, yang merupakan pemilik perusahaan yang mengakibatkan terjadinya Lumpur Lapindo. Bila salah satu dari mereka berkuasa nantinya, maka sejarah versi pinggiran (bukan penguasa) suatu saat akan lenyap dan akan dianggap isapan jempol. Mereka dengan kekuasaannya akan mampu membuat sebuah sejarah yang mengatakan mereka adalah orang yang hebat, tanpa catatan cela di dalam sejarah kehidupan mereka. Hal tersebut tidak akan terjadi, bila saja ada banyak di antara kita yang menulis atau mencatat sejarah.

Sejarah. Pelajaran paling membosankan. Lho?

Tangerang Selatan
6 September 2012, 23:56


Wednesday, September 5, 2012

Patah

Kacamataku akhirnya patah. Aku lupa kalau aku meletakkannya di sebelahku, di tempat aku berbaring. Lalu datanglah keponakanku, bermain denganku. Aku hanya memikirkan kalau saat dia keluar dari kamar dia seharusnya sudah tidur. Sama sekali tak mengingat kacamata, sejam berikutnya aku menemukan gagang kacamata itu patah. Kakakku pasti akan bilang, "sudah berapa kali kubilang, hati-hati menaruh kacamata!"

Nasi sudah jadi bubur. Kacamata sudah patah. Rasanya besok perlu ke optik dan beli kacamata yang harga paketnya limapuluh ribu saja. Memang ada?

Bicara soal kacamata, aku pertama kali pakai kacamata di tahun 2001, kelas 3 SMU. Silinder dan minus kiri 0,75 kanan 0,5. Kacamata itu patah di Bandung tahun 2003. Aku mengganti dengan kacamata yang dibeli di sebuah optik di Kings, Kalapa. Perubahan minus dan silinder hanya sekitar 0,25. 2006, aku ganti lagi. Di Melawai, paket yang cukup murah. 2009, aku ganti lagi. Kacamata sebelumnya rusak pada bagian yang menahan lensanya. Kacamata tahun 2009 (bulan Agustus) itulah yang baru saja aku patahkan. Rata-rata kacamataku rusak karena cara meletakkannya yang tak hati-hati. Itulah sebabnya kacamata-kacamataku selama ini bengkok karena terinjak, tertidur, atau terlempar. Aku coba luruskan kembali, bengkok lagi, luruskan lagi, bengkok lagi hingga akhirnya terlalu rapuh untuk akhirnya patah.

Sebelas tahun memakai kacamata, aku baru memakai 4 kacamata. Itu berarti rata-rata 2,75 tahun per kacamata.

Kacamata berikutnya haruslah yang sangat murah saja. Sekali setahun ganti pun tak apa. Setuju?

Tangerang Selatan
5 September 2012, 23:59

Tuesday, September 4, 2012

Bicara Cinta

Aku ingin berbicara denganmu. Kapan terakhir kali kita bertemu dan berbicara?

Bicara tentang apa?

Bicara cinta.

Tangerang Selatan
4 September 2012, 23:58

Monday, September 3, 2012

Kangen

Kangen.

Apa artinya?

ka·ngen a cak ingin sekali bertemu; rindu: ia -- kpd suaminya;
me·nga·ngeni v kangen akan; kangen kpd: para seniman menghendaki agar masyarakat dapat ~ teater;
ka·ngen-ka·ngen·an v melepas rindu

Itulah arti kangen di Kamus Besar Bahasa Indonesia yang saya temukan lewat http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php.

Pengertian kangen itu membuat saya berpikir, apakah saya kangen kepadanya?

Eh, 'nya'? Siapa dia?

Tangerang Selatan
3 September 2012, 23:59

Sunday, September 2, 2012

109 Tahun, Lalu?

Hari ini, 109 tahun yang lalu, seorang misionaris Jerman bernama August Theist tiba di Pematang Raya, Simalungun. Hari itu dibacakan sebuah ayat yang menjadi ayat dari Injil, yaitu Yohanes . Yohanes 4:35. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai." Itulah tanda masuknya Injil di Tanah Simalungun.

Ada sejarah panjang di antaranya hingga baru pada tahun 1960an sebuah gereja mandiri bernama GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun) berdiri (dan diakui sebagai gereja yang terpisah dari HKBP).

GKPS yang sudah berumur 109 tahun memiliki anggota jemaat yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, sama dengan penyebaran orang Batak pada umumnya. Hanya saja, GKPS hanya memiliki gedung gereja di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.

Pertanyaan penting dengan umur lebih seabad, apakah GKPS sudah sadar betul being dan doing nya?

Tangerang Selatan
2 September 2012, 23:57

Saturday, September 1, 2012

(Ken)Apa?

Me: "Tulang demam tinggi, Eydro."
Eydro: "Oh, gitu? Tulang demam kenapa?"
Me: "Tulang demam karena tadi malam begadang."
Eydro: "Apa?"
Me: "Begadang."
Eydro: "Begadang itu apa?"
Me: "Begadang itu tidak tidur semalaman."
Eydro: "Oh, gitu?"
Me: "Iya. Makanya Eydro kalau disuruh tidur harus langsung tidur. Eydro gak mau sakit kayak Tulang kan?"

Eydro lalu pergi, masuk ke kamar.

(percakapan di atas adalah percakapan imajinatif antara saya dan Eydro. ditulis dalam keadaan demam cukup tinggi akibat kurang istirahat, yang sebelumnya sudah begadang hanya demi menonton Top Gear, Talhotblond, dan Flipped. benarlah nyanyian mbah Rhoma Irama, "begadang jangan begadang, bila tiada artinya.")

Tangerang Selatan
1 September 2012, 23:53.