- Rihanna feat. NeYo - Hate That I Love You
- Celine Dion feat. Lucianno Pavarotti - I Hate You Then I Love You
- Julio Iglesias - Crazy
- Britanny Murphy - Somebody to Love
- Rod Stewart - Have I Told You Lately
- Norah Jones - Love Me Tender
- Bryan Adams - When You Love Someone
- Renee Olsteadt - A Love That Will Last
Sunday, March 27, 2011
Bila Aku Jatuh Cinta
Tuesday, September 30, 2008
Kenapa Jatuh Suka II
Aku bertanya pada diriku kenapa dulu aku sampai jatuh suka padanya. Padahal dia bukanlah perempuan yang sesuai dengan kriteria perempuan-yang-aku-jatuhi-suka selama ini.
Kriteria? Aku pikir setiap orang punya kriteria tertentu ketika memilih untuk jatuh suka pada seseorang. Secantik-cantiknya seorang perempuan, bila dia tidak sesuai dengan kriteria seorang laki-laki, laki-laki itu kemungkinan besar tidak punya ketertarikan untuk jatuh suka pada perempuan itu. Tetapi cantik itu kan relatif. (Iklan di media massa saja yang membuat yang cantik itu absolut, yaitu yang putih.) Cantik bagi seseorang, belum tentu cantik bagi orang lain.
Selama ini perempuan yang aku jatuhi suka adalah perempuan yang cantik menurutku. Yang cantik menurutku itu adalah yang wajahnya terlihat manis tanpa riasan, kulitnya putih, rambutnya terlihat bagus. Ah, susah mendeskripsikannya. Yang jelas, penampilan luar itu belum cukup untuk membuatku jatuh suka pada seorang perempuan. Bila perempuan itu orangnya ternyata sikapnya menarik (such as ramah pada semua orang), good at something, have a relationship with me (bahkan dalam taraf paling minimal, seperti cuma pernah sms-an), aku kemungkinan besar akan menjadikan perempuan itu sebagai objek penyerta jatuh sukaku.
Lalu, kenapa aku jatuh suka pada perempuan itu semester lalu? Dia tidak memenuhi kriteria cantik menurutku. Sikapnya juga bahkan lebih sering membuatku jengkel. Usut punya usut, ternyata aku suka sama dia karena beberapa waktu di semester lalu aku jadi dekat sama dia. Sering sms dan sering juga bareng (walau jarang hanya berdua). Ceritanya sebenarnya cukup panjang, tetapi sekarang aku sepertinya sudah malas menuliskannya.* Singkatnya, untuk pertama kali aku menyukai seorang perempuan yang bukan dilihat dari kriteria cantik menurutku.
Ah, penting gak sih Von?
*: kalau suatu saat niat, berarti akan ada bagian III. (Sekali lagi,) penting gak sih Von?
Sunday, September 21, 2008
Kenapa Jatuh Suka
Vontho, gak ada hal lain apa yang bisa diposting selain subjek ini?
Kuliah Etika, A40X
STT Jakarta
22 September 2008
09:56
Tuesday, September 16, 2008
Lalu, Ini, Lain Kali
Semester lalu
Aku membuat orangnya tahu
Jatuh suka
Semester ini
Jadi ingat semester lalu
Jatuh suka
Semester ini
Jangan sampai dia tahu
Jatuh suka
Cepatlah kau pergi
Datang lagi lain kali
Jatuh suka
Apabila kau datang lagi
Lebih selektif lagi
Nah lho?
Friday, February 3, 2006
Jatuh Suka dan Jatuh Cinta
Kenapa ya tidak ada istilah jatuh suka? Padahal biasanya seseorang itu punya rasa suka dulu baru ada rasa cinta.
Jatuh cinta? Siapa sih yang menentukan seseorang itu sedang jatuh cinta atau bukan? Pernah baca artikel kecil di warta persekutuan Jumat PMK STT Telkom, kalau seseorang yang sedang jatuh cinta itu biasanya punya beberapa ciri. Waktu baca itu, aku hanya bisa senyum-senyum sendiri. Maklum, aku pernah ngerasain. Salah satu ciri yang aku ingat, karena memang aku pernah alami, adalah perasaan deg-degan ketika dekat dengan orang yang kita sukai itu, dan rindu ingin ketemu atau sekadar melihat saja. Aku pernah mengalami hal itu. Berarti aku pernah jatuh cinta dong? Aku pernah berpikir kalau selama ini aku belum pernah jatuh cinta.
Awalnya pasti rasa suka. Tetapi kenapa tidak pernah dikatakan jatuh suka ya? Apa karena tidak ada ciri-ciri yang jelas seperti ketika jatuh cinta? Apa hanya dengan suka sudah cukup dikatakan jatuh cinta maka istilah jatuh suka tidak diperlukan lagi? Atau, apakah mungkin jatuh cinta itu sebenarnya tidak memerlukan rasa suka dulu?
Aku saat ini sedang tidak jatuh cinta. Pada seorang wanita mana pun di dunia ini. Sedang jatuh suka saja sepertinya aku susah. Padahal salah satu saran pewawancara aku di UKI -seorang psikolog- adalah "Cari pacar! Biar hidupnya bisa lebih berwarna." Dia mengatakan hal itu mungkin karena melihat hasil psikotes aku yang menunjukkan hidup aku begitu-begitu saja. Tetapi, mana mungkin bisa pacaran. Wong jatuh suka sama seseorang saja pun aku sulit.
Kenapa ya aku sekarang susah jatuh suka sama cewek? Apa mungkin karena ternyata aku masih suka someone-I-still-like-but-I-shouldn't-have-like-her? Atau memang someone-who- is-gonna-be-my-girlfriend masih berada somewhere-out-there dan belum waktunya aku menyadari ataupun mengetahui siapa dia? Atau aku seharusnya tidak perlu berlebihan akan hal ini karena hal yang aku alami sebenarnya umum terjadi pada setiap orang. Benarkah?
Asrama Putra STTJ, Jakarta
06:45
3 Februari 2006