Pages

Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Sunday, March 27, 2011

Bila Aku Jatuh Cinta

Jatuh cinta. Istilah ini jarang aku pakai. Istilah yang hampir selalu aku pakai malah jatuh suka. Hanya saja, untuk tulisan ini aku akan memakai istilah jatuh cinta ini. Itu karena aku pikir tidak ada lagu yang temanya jatuh suka.

"Bila aku jatuh cinta..." Kalimat ini baru saja aku nyanyikan. Aku tidak bisa mengingat apa judulnya, juga siapa penyanyinya. Sepertinya sih penyanyinya adalah Nidji. Lagu yang mana, aku tidak bisa mencarinya di komputerku, karena aku hanya punya sedikit lagu mereka.

Aku andaikan saja jatuh suka yang selama ini aku alami dapat dikategorikan sebagai jatuh cinta. Pada saat aku jatuh cinta, ada beberapa lagu yang sepertinya pasti akan aku putar. Berikut ini adalah daftarnya:
  • Rihanna feat. NeYo - Hate That I Love You
  • Celine Dion feat. Lucianno Pavarotti - I Hate You Then I Love You
  • Julio Iglesias - Crazy
  • Britanny Murphy - Somebody to Love
  • Rod Stewart - Have I Told You Lately
  • Norah Jones - Love Me Tender
  • Bryan Adams - When You Love Someone
  • Renee Olsteadt - A Love That Will Last
Itu adalah beberapa lagu yang hampir selalu aku putar saat "jatuh cinta". Kalau diperhatikan, sebenarnya tidak ada di antara lagu-lagu itu yang nyambung dengan jatuh cinta.

Apakah sekarang aku sedang jatuh cinta? Absolutely not. Dan juga aku pikir aku tidak akan jatuh cinta dalam waktu dekat.


Kontrakan Gak Jelas
28 Maret 2011
09:57

Friday, January 14, 2011

Aku Jatuh Cinta

Tompi - Jatuh Cinta

Hari ini aku telah jatuh cinta
Tak kan mampu aku menyangkalnya
Jatuh cinta kepadamu
Sosok yang sering menjengkelkan aku
Sering menggangguku
Kau permainkan rasa hatiku
Namun kini aku berbalik
Jatuh cinta dan bernyanyi
La la la, la la la, la la la
La la la la la la la la la la la
La la la, la la la, la la la la la la

Reff:
Aku jatuh cinta kepada dirimu
Orang yang tak pernah ku bayangkan
Tak pernah ku mimpikan
Untuk bisa menjadi pacarku

La la la la la
Malam ini aku berniat
Untuk mengatakan rasa cintaku
Semoga tanganku berjodoh
Untuk bertepuk dengan cintamu

Aku jatuh cinta kepada dirimu
Orang yang tak pernah ku bayangkan
Tak pernah ku mimpikan
Untuk bisa menjadi pacarku
Jadi pacarku… jadi pacarku

Back to Reff: 2x

Sudah pernah dengar lagu di atas? Aku (ternyata) memang orang yang sering ketinggalan. Sewaktu lagu itu sering diputar di 101 JakFM, aku berpikir kalau itu lagu baru. Ternyata setelah mencari di Google, lagu itu sudah ada yang mem-post liriknya pada bulan November 2009. Walau begitu, lagu itu sekarang menjadi salah satu lagu favoritku. Karena apa? Karena lirik dan musiknya.

Lirik yang aku suka khususnya pada bagian reff-nya. Lirik itu, bila dipisahkan dari keseluruhan bagian lagu ini, menggambarkan diriku selama ini. Aku (hampir) selalu jatuh cinta kepada orang yang aku bayangkan tak akan bisa menjadi pacarku. Berbeda dengan maksud penulis syair lagu ini bukan? Syair lagu ini secara keseluruhan lebih menggambarkan seseorang yang jatuh cinta kepada orang yang dalam selang waktu tertentu muncul di dalam hidupnya, tetapi orang itu bukan tipe-nya. Namun pada akhirnya seseorang itu jatuh cinta juga kepada orang itu.

Aku suka musiknya karena musiknya agak centil dengan backing vokalnya. Permainan instrumen musiknya juga bisa membuat tubuhku bergoyang-goyang mengikuti irama.

Bagian "la la la" juga menarik perhatianku. Aku sampai menghitung berapa banyak "la" di setiap baris lirik lagu ini.

I'm singing, "
Aku jatuh cinta kepada dirimu, orang yang tak pernah ku bayangkan, tak pernah ku mimpikan, untuk bisa menjadi pacarku."

Tuesday, May 18, 2010

Bentuk Cinta

Apakah sudah terlihat berbentuk seperti cinta?
Gambar ini adalah gambar yang aku buat dengan membuat mouse-ku berputar-putar di atas sebuah video (?) yang aku re-blog di tumblr-ku. Setelah terhibur sejenak, aku berpikir kalau bulatan-bulatan itu bisa dijadikan bentuk tertentu. Aku langsung terpikir untuk membuat bentuk love.

Apa sudah terlihat berbentuk seperti cinta?

Setelah aku lihat ulang, bentuknya memang tidak terlalu mirip dengan cinta. Dan entah kenapa, itu pula yang membuatku malah berpikir: cinta itu bentuknya pasti berbeda buat setiap orang. Kalau melihat bentuk (shape) cinta dari foto yang aku buat itu, ada berbagai warna di dalamnya. Sepertinya juga ada kedalaman yang berbeda. Hmmm..


KGJ
19 Mei 2010
09:48

Friday, March 26, 2010

March 26, 2010: Stupid Lines

Tadi pagi aku menulis banyak status update di profil Facebook-ku. Aku menyalinnya ke sini hanya untuk mempermudah diriku sendiri mengakses tulisan-tulisan singkatku yang sering berceceran di antara status updateku.

Hai, Kamu. Tahukah kamu kalau aku menaruh hati padamu? Sadarkah kamu kalau aku jatuh suka padamu? Apakah kamu memerhatikan tanda-tanda bahwa aku pun sepertinya jatuh cinta padamu? Kalau kamu belum tahu, sudah sebaiknya kamu mulai membuka matamu. // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Hei, Kau. Kau telah mencuri hatiku. Tak biasanya aku mau memberikan hatiku dicuri. Kau dan aku pun sudah saling mengenal bukan hanya dalam hitungan hari. Tahukah kau, aku bingung tahu! Kau sebenarnya mau apa dariku? Mau dibawa ke manakah hubungan kita selama ini? // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Heh, Lo. Lo tau gak sih kalau lo itu kemarin merusak hari gue? Buat apa coba lo menanyakan hal itu lagi ke gue? Lo gak mikir apa kalau apa yang lo tanya itu bisa membuat hati gue sakit? Gue sudah mencoba melupakan semuanya. Kenapa lo malah membuat gue gak tenang dengan pertanyaan lo itu? // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Aku bahagia kok kalau bisa melihatmu bahagia dengannya. Buatku, kebahagiaanmu lebih penting dari kebahagiaanku. // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Selamat pagi, Cintaku. Kamu adalah hal kedua yang aku ingat sewaktu aku bangun pagi ini. Aku berharap kamu juga ingat akan aku sewaktu kamu bangun pagi ini. Selamat menjalani aktivitasmu hari ini ya, Cintaku. Tuhan menyertaimu. // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Hai, Sombong. Kenapa sih kamu bersikap seperti itu kepadaku? Kamu tidak pernah membalas smsku, tidak pernah mau membalas sapaanku di chat room. Kamu ramah terhadap teman-temanku, tetapi tidak denganku. Apa yang salah denganku? Aku hanya ingin menjadi temanmu. Atau setidaknya bersikap baiklah padaku. // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Yesterday's memorable moments: "Gue curiga kalau lo gak pakai apa-apa di balik jaket lo," kata seorang teman. Mendengar itu seorang teman yang lain malah menarik turun resleting jaketku. // The story ends like this. (Don't make your thumbs up! Just make your tongue out.)


Yesterday's memorable moments: "Wajahmu mengalihkan duniaku," ucap seorang teman. // The story ends like this. (Don't make your thumbs up! Just make your tongue out.)


Aku pikir tidak ada yang salah dengan menggunakan kata ganti "aku" dan "kamu" dalam percakapan sehari-hari walaupun "aku" bukanlah pacar "kamu". // This one is only a thought.


Aku sering berpikir bahwa cinta bukanlah hal yang patut untuk dipikirkan ketika duniaku sedang berantakan. Akan tetapi, berpikir tentang cinta ternyata bisa membuatku senyum-senyum sendiri --dalam jangka waktu tidak terlalu lama-- di tengah-tengah berantakannya duniaku. Aku bukanlah orang yang ahli dalam hal cinta. Aku hanya orang yang sok tahu tentang hal itu. // Ada yang mau berbagi cerita cinta?


Semua status updates di atas aku post tadi pagi dari sekitar pukul 04.00 sampai 04.41.

Kamarku, Kediaman Abednego
26 Maret 2010
16:10

Thursday, February 11, 2010

GKPS dan Cinta

Sore tadi aku bertemu dengan seorang teman yang baru untuk kedua kalinya aku temui di Jakarta. Dia adalah anak seorang rekan Bapakku dulu. Kedua Bapak kami sama-sama ditahbiskan menjadi pendeta di April 1981. Kami bertemu di TB Immanuel, tempat yang sama aku bertemu dengannya pertama kali sekitar dua tahun yang lalu. Tujuan pertemuan kami: rahasia. Akan tetapi pada akhirnya kami lebih banyak berbicara tentang GKPS dan tentang cintanya kepada seseorang.

Tentang GKPS: banyak permasalahan yang terjadi di GKPS. Aku dan dia sebagai sesama anak pendeta sedikit banyak mengerti tentang seluk-beluk pelayanan di gereja kami ini. Berita terbaru tentang gereja kami ini yang membuatku tertawa adalah tentang terpilihnya seseorang menjabat sesuatu yang menyebabkan orang tersebut harus meninggalkan Jakarta. Konspirasi tingkat tinggi! LOL.

Tentang cintanya kepada seseorang: walaupun dia mengaku sebenarnya sedang merasa 'berat', aku sangat senang bisa mendengar ceritanya. Apalagi dia mengaku baru kali ini dia merasakan jatuh cinta dalam jangka waktu enam tahun terakhir. Yang lebih menarik adalah kepada siapa dia jatuh cinta. Hmm.. Aku tidak sabar menunggu kelanjutan cerita cintanya. Wish all the best for her..

Abednego Residence
11 Februari 2009
23:59

Monday, January 25, 2010

Stupid Line

A stupid line came up to my mind yesterday at the Teologi Biblika class. It was a thought that appeared when I saw Aiko typing something on her laptop while doing a presentation in front of the class. It had something to do with the way I'm typing but then I made it as a line that had something to do with love.

"Kalau kau sampai memintaku untuk mengetik tidak dengan sepuluh jari, aku tidak akan dapat menyanggupinya!"

That was a note that I wrote on the paper I had on my chair. I showed it to Joice, who sat right next to me, actually just to show off. But then, suddenly I created another line as a conclusion (?).

"Kalau kau sampai memintaku untuk berhenti mencintaimu, aku pun tidak akan dapat menyanggupinya." Stupid line, isn't it?

Abednego Residence
26 Januari 2010
10:51

Monday, December 14, 2009

Duapuluh-tiga Lewat Limapuluh-satu

Duapuluh-tiga lewat limapuluh-satu
Angka itu terlihat di taskbar Windows-ku
Tujuh menit lagi sudah hari baru
Ada satu pertanyaanku
Apakah mungkin dia mencintaiku?



Thursday, December 10, 2009

Sesi Bercerita dan Mendengarkan Cerita

(tulisan ini hanya berisi random facts tentang "Sesi Bercerita dan Mendengarkan Cerita" yang kemarin dilakukan di kontrakan Irmanda dan Ike di Tambak)

Cinta dan persahabatan. Itulah yang menjadi topik pembicaraan kami kemarin malam hingga tadi pagi dalam acara yang aku namakan "sesi bercerita dan mendengarkan cerita". Yang hadir dalam sesi itu ada 9 orang: aku, Armand, Sergio, Stepanus, Jeremia, Grice, Irmanda, Andre, dan Ike. Ada dua orang lagi yang hanya muncul sebelum sesi menembus pagi dimulai. Cerita di dalam sesi bercerita dan mendengarkan cerita ini terlalu tabu untuk dibeberkan di depan umum, atau dibeberkan bukan di depan orang yang bersangkutan. Beberkan di depan orang yang bersangkutan: itu adalah etika gosip yang dianut kebanyakan anak Abednego. (Iya gitu?)

Pada kenyataannya, sesi bercerita dan mendengarkan cerita kemarin itu banyak membeberkan cerita teman-teman sekelas kami yang juga tidak ikut dalam sesi itu. Sesi kemarin itu bisa saja disebut bergosip, tetapi bagiku sesi kemarin sangat membuka mataku. Aku ternyata masih terlalu dangkal dalam menilai orang lain. Apa yang terlihat baik, belum tentu benar-benar baik, dan apa yang terlihat buruk, belum tentu benar-benar buruk. Walaupun serasa berkumpul di kalangan pencemooh, sesi kemarin mengajarkanku untuk lebih bersikap bijaksana. (Apa sih, Von?)

Cerita-cerita yang muncul adalah sejarah tentang cinta yang juga mempengaruhi persahabatan, dan begitu juga sebaliknya.

Untuk sementara, pemilik data sejarah paling banyak tentang cinta yang berkembang di Abednego adalah Andre.

Aku yang biasanya hanya duduk diam mendengarkan ketika teman-temanku memaparkan fakta dari sebuah gosip, tadi pagi pun harus bercerita sedikit. Dari pertanyaan teman-teman yang lain, aku bercerita tentang kepada siapa saja aku pernah jatuh suka di STT Jakarta. Aku menyebut 3 nama. Pertanyaan Ike mengenai seberapa besarkah usahaku selama ini untuk mendapatkan cewek yang aku suka dijawab oleh Sergio. "Dia itu kalau suka sama seorang cewek, hanya sebatas kagum saja. Dia tidak terlalu berusaha untuk mendapatkannya. Menurut gue sih begitu," jawab Sergio.

Pertanyaan mengenai a gift from secret admirer di akhir semester 4 sepertinya mulai terungkap. LOL. Hanya saja kalau orangnya tetap tidak mau mengaku, bisa repot.

Buatku, cerita tentang Stepanus berada di urutan kedua setelah cerita tentang Grice sebagai cerita paling top.

(terlalu banyak fakta dari sesi kemarin yang tidak bisa dibagikan untuk Everyone)

I LOVE ABEDNEGO. (this is the ultimate fact)

Abednego Residence
10 Desember 2009
18:35

Wednesday, November 18, 2009

Face It!

"..dia ingin bilang.. aku ga suka kamu. Itu aja. Face it.. there's nothing we can do about it."

-from a friend in Soest, Germany.

That simple?

Tuesday, November 3, 2009

Cinta Adalah...

Cinta adalah
Berbahagia untuk orang lain
Saat mereka bahagia
Sedih untuk orang itu saat mereka sedih
Bersama di kala senang
Dan bersama di kala sedih
Cinta adalah sumber kekuatan

Cinta adalah
Bersikap jujur kepada diri sendiri sepanjang waktu
Bersikap jujur kepada dia sepanjang waktu
Bercerita, mendengar, menghargai kebenaran
Dan tak pernah berpura-pura
Cinta adalah
Pemahaman yang begitu lengkap sehingga
Kita merasa seolah kita bagian darinya
Menerima dia sebagaimana dia adanya
Dan tak mencoba mengubahnya menjadi orang lain
Cinta adalah sumber kesatuan

Cinta adalah
Kebebasan mengikuti hasratmu sendiri
Sekaligus berbagi pengalaman dengannya
Pertumbuhan satu individu di samping
Dan bersamaan dengan pertumbuhan individu lain
Cinta adalah sumber keberhasilan

Cinta adalah
Kegairahan merencanakan bersama
Kegairahan melakukan bersama
Cinta adalah sumber masa depan

Cinta adalah
Amukan badai
Ketenangan pelangi
Cinta adalah sumber renjana

Cinta adalah
Memberi dan menerima dalam situasi sehari-hari
Bersikap sabar dengan kebutuhan dan hasrat pasangan
Cinta adalah sumber berbagi

Cinta adalah
Mengetahui bahwa si dia
Akan selalu bersamamu apa pun yang terjadi
Merindukan dia saat dia pergi
Tetapi tetap dekat di hati sepanjang waktu
Cinta adalah sumber keamanan

Cinta adalah
Sumber kehidupan

Susan Polis Schutz

dikutip dari Bettie B Youngs, More Taste Berries for Teens: Koleksi Kedua, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002), 221-222.

Aku mengutip tulisan di atas atas saran Yonea Sabatiari. Menurutku tulisan di atas adalah tulisan yang bagus.

Monday, October 26, 2009

Arti Mencintai

Aku diminta oleh Yesie untuk menulis sebuah tulisan tentang cinta. Aku bingung mau menulis dari mana. Pada awalnya yang ada di dalam pikiranku adalah membuat tulisan tentang arti mencintai, bukan arti kata cinta itu. Itulah sebabnya aku pernah melakukan sejenis polling lewat sms kepada puluhan orang yang nomornya ada di handphoneku. Jawaban mereka beragam. Oh iya, pertanyaannya sebenarnya cukup panjang sehingga kebanyakan jawaban beragam mereka itu tidak terlalu menjawab seluruh pertanyaan yang aku tanyakan. Pesan singkat yang aku kirim berisi demikian: “Menurutmu, apakah arti mencintai? Apakah kau sedang mencintai seseorang saat ini? Bila ya, mengapa engkau mencintainya?”

Sebelum sampai pada jawaban mereka yang beragam itu, aku sepertinya perlu menuliskan di sini apa arti cinta dan mencintai menurut beberapa buku referensi di perpustakaan STT Jakarta. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cinta itu adalah suka sekali, sayang benar. (Definisi pertama itu merujuk kepada suka atau sayang kepada anggota keluarga.) Definisi kedua: cinta adalah kasih sekali, terpikat (antara laki-laki dan perempuan). Sedangkan mencintai artinya adalah menaruh kasih sayang kepada; menyukai. Karena belum puas dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, aku juga mencari arti kedua kata itu di Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) karangan J.S Badudu dan M.Zain. Definisi pertama: kasih sayang yang besar sekali. (Definisi inipun ditujukan kepada sayang terhadap anggota keluarga.) Definisi kedua: kasih sayang yang besar sekali dan keinginan memiliki. Contoh kalimat untuk definisi kedua di dalam KUBI ini pun menarik: Cintanya kepada kekasihnya sangat besar. Sedangkan mencintai artinya adalah cinta akan seseorang atau sesuatu.

Definisi manakah yang Anda pilih? Kalau aku sih lebih memilih definisi KUBI.. Mengapa? Pengin aja. Nah, lho?

Nah, sekarang kita sampai pada jawaban beragam dari para responden polling sms saya:

Eunice© (20tahun): “Cinta adalah perasaan yang tumbuh ketika kita ingin selalu bersama dan selalu ingin membuatnya tersenyum bahagia. Dan kita akan mencintai seseorang jika kita dapat saling melengkapinya.”

Ingrid (19): “Mencintai adalah belajar untuk menyangkal diri. Aku mencintai seseorang yang aku butuhkan dan membutuhkanku.”

Daphne (19): “Mencintai seseorang karena dia adalah dia. Mencintai berarti siap menghadapi resiko apapun….  Kalau kita cinta sama dia ya kita harus menanggung resiko apapun sifat dia alias apa adanya dia.”

Mandy (20): “Mencintai berarti berbagi kasih dengan orang lain dan menerima dia apa adanya (idealnya). Ia, karena dia pacarku.  (2)Karena dia belahan jiwaku.(3)Terkadang cinta itu pilihan. Pilihan untuk sakit atau senang. Dan itu semua tergantung penikmat cinta itu sendiri. (4)Orang hidup karena cinta. Dan cinta ada untuk memberikan kehidupan. Prioritas bisa membantu kita melihat dan menentukan mana yang utama. Hidup atau cinta.”

Aaron (20): “Mencintai itu seperti titik equilibrium dalam ekonomi, sebuah keseimbangan di mana kita memberi, sekaligus membuka diri untuk menerima. Iya, sekarang lagi mencintai seseorang, karena dia bisa membuat gue berada di titik equilibrium itu.”

Samantha (21): “Karena ada ketertarikan tertentu yang membuat gue jatuh cinta, kemudian karena ada rasa sayang maka cinta itu semakin timbul.”

Audrey (24):  “Mencintai itu... Ketika kebahagiaan seseorang lebih penting dari kebahagiaan sendiri, karena kalau orang itu bahagia, kamu jadi jauh lebih bahagia lagi. Mencintai seseorang? Banget. Kenapa? Ga tau juga. Penginnya tau…. (2)Mencintai dilakukan karena cinta sama seseorang. Kenapa cintanya sama orang itu yang susah dijawab.”

Dorothy (22): “…Kebanyakan kita memerlukan alasan untuk mencintai seseorang, tetapi cinta yang sebenarnya tidak membutuhkan alasan. Ia hanya butuh tindakan.”

Nicole (21): “Aku pernah mencintai seseorang. Tapi dia tidak mencintaiku. Seseorang pernah mencintaiku. Tapi aku tidak mencintainya. Kedua kenyataan ini menyakitkan. Sekarang aku mencintai sesorang, yang juga mencintaiku. Itu jauh lebih baik.”

Chloe (22): “Mencintai adalah membuat yang kita cintai bahagia meski tidak bersama dirinya. Cowok-cowok yang aku cintai sudah dimiliki sama orang lain. Kalau pacar sekarang lagi ga punya tuh. Tapi saya punya keluarga dan teman-teman yang saya cintai.”

Felicity (20): “Cinta menurut gue ya persaaan yang ada yang dilandasi kepercayaan, ketulusan dan kejujuran. Iya..gue sedang merasakan mencintai seseorang.”

Jocelyn (20):  “…Aku sampai sekarang cuma bisa mencintai keluarga intiku. Di luar itu sepertinya aku belum pernah yang namanya jatuh cinta, karena aku gak tau arti mencintai itu apa. Sekarang aku lagi belajar untuk benar-benar mencintai Tuhan saja…”

Judith (19): “Nggak.. Aku gak sedang mencintai”

Yvonne (20): “Mencintai berarti menyayangi dengan apa adanya tanpa mengharapkan balasan. Itu sih idealnya. Gue gak lagi mencintai seseorang. Lagi merenung buat diri sendiri.”

Thelma (20): “Tidak bisa diungkapkan dengan sekadar kata-kata karena itu semua ada di dalam hati.”

Marion (19): “Arti mencintai adalah menerima apa adanya. (Hehe, dangkal banget ya?! Ya begitu deh. Mencintai seseorang saat ini? Hmmm.. Yapp. Karena dia mencintai saya. Dan di depan dia, gue bisa menjadi diri gue sendiri. Karena dia menerima gue apa adanya.. (Kok gue jadi melow sih?! Najonk banget ya? Hehe..”

Rosemary (20): “Ada yang bilang katanya mencintai itu ga perlu alasan, karena jika ada berarti cintanya ga tulus dong.. (2) tapi, kalau kata cowok gue alasannya karena ingin hidup dan membina keluarga bersama orang yang dicintai.”

Florence (20): “You know..Love isn’t about loving a perfect person..But love is about loving an ordinary person perfectly..

Suzanne (19):  “..Mencintai? Apa ya? Gue sendiri gak tau arti pasti mencintai.. dan gue juga kurang suka istilah ini. Kalau dalam hubungan laki-laki dengan perempuan gue lebih suka istilah sayang daripada cinta. Karena cinta mungkin bisa jadi gak bermakna saat suatu hubungan putus. Tetapi sayang bisa terus-menerus dalam wujud yang berbeda. (2) Gue gak pernah menyamakan cinta=sayang. Gue gak pernah bilang bahwa gue mencintai seseorang.  Sayang itu lebih dalam dan gak akan pengaruh bila rasa sayang itu gak berbalas. Kayak gue bilang tadi bisa dalam wujud yang lain. Saat ini gue  menyayangi seseorang. Alasan mengapa gue sayang sama dia mungkin akan terkesan terlalu dangkal bila bisa dituliskan.

Shirley (19): “Menurut gue..Mencintai itu..Suatu perasaan yang meluap-luap  yang membuat kita rela melakukan apa saja demi melihat orang yang kita cintai bahagia. Kenapa gue mencintai dia?Ya karena saat bersama dia, gue bisa menjadi diri gue sendiri dan dia bisa membuat gue nyaman, dan bahagia.”

Eileen (20): “..Menurut gue mencintai itu memahami.. Gue rasa gue sedang mencintai seseorang. Terus, gue gak tau kenapa gue mencintai dia, tapi yang pasti gue mengagumi kesederhanannya, kedewasaannya dan relasinya dengan Tuhan dan sesama..”

 


©semua nama di dalam tulisan ini bukan nama sebenarnya. Umur pun hanya perkiraan dari penulis.



Tulisan di atas adalah tulisan yang aku buat sekitar Februari lalu berdasarkan polling sms yang aku buat sendiri. Yesie sebenarnya memintaku untuk membuat tulisan di atas untuk dimasukkan ke buletin Kurir, sebuah buletin mahasiswa di sekolahku. Sayangnya, aku tidak bisa membuat kesimpulan dari hasil polling di atas. Note: Bagian yang dicetak tebal adalah bagian yang menurutku beberapa hal yang menarik dari arti mencintai menurut beberapa orang yang merespon polling smsku.

Saturday, October 17, 2009

Cinta Segi-duapuluhenam

Ini hanya terjadi di imajinasi bodohku. Inilah cinta segi-duapuluhenam:

Ani menyukai Budi, Budi menyukai Cinta, Cinta menyukai Doni, Doni menyukai Elly, Elly menyukai Farid, Farid menyukai Gina, Gina menyukai Hendra, Hendra menyukai Intan, Intan menyukai Jonathan, Jonathan menyukai Karmila, Karmila menyukai Leo, Leo menyukai Mawar, Mawar menyukai Nathan, Nathan menyukai Olive, Olive menyukai Peter, Peter menyukai Qadijah, Qadijah menyukai Rembrandt, Rembrandt menyukai Stephanie, Stephanie menyukai Thomas, Thomas menyukai Utada, Utada menyukai Vontho, Vontho menyukai Wynonna, Wynonna menyukai Xavier, Xavier menyukai Yvonne, Yvonne menyukai Zack, dan ternyata Zack menyukai Ani.

Akankah terjadi di dunia nyata?

Temanku, Teman Saya, dan Teman Gue

16:33 Air mataku menetes. Aku baru saja mendengar kabar dari seorang temanku. Dia baru saja patah hati. Aku baru menyadari kalau dia patah hati. Dia memang pernah cerita kalau dia has a crush on seorang teman saya juga. Seorang teman saya itu ternyata sekarang sudah menjadi kekasih seorang teman gue juga. Itulah yang menyebabkan dia patah hati.

Aku sepertinya terlalu sensitif. Masak mendengar seorang teman patah hati bisa membuatku menangis? Aku sendiri tidak akan menangis kalau patah hati. Ah, tidak. Aku memang pantas menangis. Hati temanku ini patah tanpa diketahui oleh teman gue yang sedang berbahagia. Teman gue tidak tahu kalau temanku sebenarnya has a crush on teman saya, padahal temanku dan teman gue ini sebenarnya teman dekat. Membayangkan itu, itulah mungkin yang membuatku menangis tadi.

Turut berduka atas patahnya hatimu, Teman. Badai pasti berlalu... Percayalah padaku yang sudah sering, eh selalu, patah hati ini.

KGJ
17 Oktober 2009
18:16

Monday, October 12, 2009

Suka Tenggorokan Parasit

Aku sedang ingin menulis sesuatu. Ini aku tulis di saat tenggorokanku sedang sakit. Ah, apa hubungannya tenggorokan sedang sakit dengan menulis sesuatu? Bisa saja ada. Misalnya, aku bisa menulis tentang sakit tenggorokan. Hmm, bener juga. Sakit tenggorokan merupakan salah satu penyakit yang sering aku derita. Lebih sering karena aku minum minuman dingin atau yang ada es-nya. Itu sering membuatku radang tenggorokan. Suatu saat di tahun 2006 (kalau aku tidak salah ingat) aku bahkan disarankan oleh dokter untuk melakukan operasi amandel bila amandel-ku bengkak lagi. Jadi ingat kalau dulu Bapakku pernah operasi amandel sewaktu dia masih kuliah di STT Jakarta, sekolahku saat ini juga di tahun 1970an. Di situlah dia pernah berkenalan dengan seorang perawat boru Girsang. Aku tahu cerita ini entah dari mana, aku pun tak tahu. Aku tidak tahu ke mana perginya kumpulan surat yang pernah Bapakku kirimkan ke Tua (Ibu dari Bapakku), dan juga kepada pacar-pacarnya (sepertinya banyak). Sepertinya Bapakku dulu punya kebiasaan menggunakan carbon copy  dari setiap surat yang dikirimnya. Aku pernah membaca beberapa surat yang dibundling oleh Bapakku dengan rapi dan waktu itu aku pernah menemukannya di dalam rak buku di rumah kami sekarang di Medan. Aku tidak tahu ke mana perginya kumpulan surat-surat itu. Apakah Mamak membuangnya ya? Atau menyembunyikannya?

Sepertinya aku sudah mulai ngalor ngidul. (Benar tidak sih istilah yang aku buat?) Tetapi memang karena aku tidak punya tujuan khusus untuk tulisan ini, aku memang akan menulis apa saja yang ada di kepalaku saat ini. Oh iya, saat ini aku sedang mendengarkan lagu Gita Gutawa yang berjudul "Parasit". Lagunya menarik. Entah kenapa aku jadi suka lagu ini. Ada hubungannya juga sih dengan seorang temanku yang tiba-tiba suka dengan lagu ini. Dia menyebut seorang temannya 'parasit' mengikuti lagu ini. Padahal kan orang yang dia maksudkan sebagai 'parasit' itu tidak se-parasit orang di lagu yang dinyanyikan Gita Gutawa ini. Hanya saja pada akhirnya aku mengerti kenapa dia menyebut orang itu parasit, karena dia menceritakan sesuatu tentang ke-parasit-an orang itu menurut versinya. Ah, cukup sudah. Ku kini sudah mulai gerah. Aku perlu oksigen untuk bernafas.

Ke topik lain. Tadi sore aku berbincang-bincang dengan seorang teman cewek yang dulu aku pernah suka. Dulu? Masih tidak ya? Ah, kalau pun masih, aku kini sudah mengerti bagaimana dia menanggapi seorang yang suka padanya. Dia tidak menyukai seorang cowok yang suka padanya dengan alasan 'karena kamu cantik'. Padahal itu kan biasanya menjadi alasanku suka terhadap seorang cewek. Walaupun tidak sedangkal itu, biasanya unsur utama aku menyukai seorang cewek ya karena alasan itu. I name myself as a shallow man for that. Kembali kepada pembicaraanku dengan temanku itu. Aku tiba-tiba mulai bisa berbicara bebas dengannya, dan dia pun sepertinya begitu, karena pembicaraan yang sempat aku lakukan dengannya beberapa hari yang lalu. Kami berbicara tentang seorang temanku yang sedang menyukainya. Aku sebenarnya serasa seperti tertusuk sewaktu dia mengatakan kalau dia kurang suka (atau bahkan sama sekali tidak suka) dengan alasan seorang cowok menyukainya karena melihat dia berubah menjadi lebih menarik karena sesuatu perubahan yang terjadi padanya. Apalagi hanya itu yang menjadi alasan seorang cowok menyukainya. Hmm.. Apakah semua cewek yang pernah aku suka seperti dia ya? Sepertinya sih begitu. Ah, tidak juga. Ah, tidak perlu dibahas sepertinya. Selain hal itu, aku dan dia juga berbicara tentang perasaanku terhadap seorang perempuan saat ini. Pernyataannya tentang ketidaksukaannya terhadap alasan seorang cowok menyukai dirinya sebenarnya terlontar juga dari perempuan yang -sebut saja- saya suka saat ini. Itu memang membuat diriku berpikir ulang. Do I really like her?  Walaupun aku punya alasan lain selain karena perempuan yang aku suka itu cantik, aku pikir itu pun masih alasan dangkal juga. Tunggu, aku kan tidak berbicara tentang ini dengan temanku itu.

Beberapa hari lalu, ketika aku pertama kali berbicara berdua dengannya, aku dianjurkannya untuk melakukan sebuah tips yang aku sendiri tidak bisa membahasakan ulang kembali. Hmmm.. Let me remember what she said. Ah, aku lupa. Tetapi ada satu hal yang aku paling ingat dari ucapannya. Dia berkomentar tentang lagu Pupus yang berbunyi, "baru ku sadari, cintaku bertepuk sebelah tangan.." "Jangan jadikan ini sebagai theme song cinta lo! Jadikan yang tadi gue bilang ke lo menjadi theme song di kepala lo!" Dia sebelumnya menyebut theme song buatnya adalah, "aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku, meski kau tak cinta." Apa lagi ya kemarin tips dari dia? Aku juga agak lupa, tetapi menurutku sangat menarik dan cukup mengubah pandanganku tentang menyukai seseorang (aku tidak atau belum berani memakai istilah mencintai).

Pembicaraan kami tadi sebenarnya pembicaraan mengenai seorang temanku yang menyukainya. Hmmm.. Aku mengerti apa yang sebenarnya diinginkannya. Aku belum bisa menyampaikan apa yang tadi aku bicarakan dengannya kepada temanku yang menyukainya. Lagipula dia juga sudah mempunyai seseorang di hatinya. Siapa ya? Aku juga jadi penasaran.

Aku sepertinya di sini malah menjadi membicarakan perasaan suka terhadap seseorang. Sudah lama memang aku tidak menulis lagi tentang perasaan suka. Aku lebih memilih menggunakan istilah jatuh suka daripada istilah jatuh cinta.

Ah, aku jadi ingat apa yang aku bicarakan dengan temanku itu. More than words. Intinya sih itu.

Kembali ke perasaan suka. Aku suka padanya. That's it. Dia sudah tahu. Now what?

(Note:Tulisan ini dibuat dalam keadaan cukup mengantuk)

KGJ
13 Oktober 2009
01:00

Friday, October 24, 2008

Have I Told You Lately

Have I told you lately that I love you?

You have not. Will you?

Have I told you lately that I like you?

You have told me that, but it was not lately anymore.

Have I told you lately?

What?

Nothing.

Yes, you have.

Wednesday, October 8, 2008

If Jack's in Love

"If Jack's in love, he's no judge of Jill's beauty."

It's one of some quotations from a wisdom book in reference room of my previous school's library written in my binder. Put that here because it sounds ....

Monday, May 7, 2007

Dia Lagi

hari ini dia datang ke kampus. ntah mengapa, jantungku malah berdebar dengan kencang. aku bahkan berusaha untuk selalu bisa melihat dirinya, ntah dia sadari atau tidak. aku tak tahu mengapa rasa seperti ini muncul lagi. rasa yang sepertinya juga dimiliki oleh secret admirer itu kepadaku.

ntah apa yang sekarang aku tulis ini, tepat ketika aku duduk berseberangan dengannya. yang pasti, perasaan ini membuat hatiku "tremendum et fascinosum."




Friday, March 30, 2007

Why Do You Love Me?

Immature love says
"I love you because I need you"

Mature love says
"I need you because I love you"

Erich Fromm

Gue melihat kutipan di atas di majalah Nea (suplemen Kompas) bulan Februari. Setelah berpikir berulangkali, muncullah pertanyaan, "why do you love me?"

Sunday, October 1, 2006

Indikator Jatuh Cinta yang Iseng?

Gue sudah pernah menyertakan dalam sebuah tulisan gue beberapa gejala kalo gue sedang jatuh cinta. "..kalau gue gak deg-degan dekat seorang cewek, berarti gue gak jatuh cinta ama tuh cewek.." dan "..one of the indicators I fall in love with a woman is remember her phone number.." (Kebelet Jatuh Cinta)

Nah, sekarang gue mau buat daftar lengkap indikator kalau gue sedang jatuh cinta (tentunya) dengan seorang cewek.
  • selalu pengen ketemu walau hanya untuk melihat wajahnya doang
  • kalau sampai ketemu, gue pasti deg-degan kalau dekat dengannya ataupun salah tingkah
  • dia hampir selalu masuk ke dalam pikiran gue
  • gue bisa hafal sebanyak mungkin detail tentang dia (tempat dan tanggal lahir, alamat rumah, nomor telepon, nomor hape, nama orangtuanya -kalau gue sampai tahu-, alamat email, dsb.)
  • ada lagi gak ya?
Guess what! Gue pikir gue dalam proses ke arah sana. Maksud gue, jatuh cinta. Soalnya ada seorang cewek yang tanpa sengaja (ah, mungkin juga gue sengaja sih) masuk ke dalam pikiran gue. Gue pun mulai pengen selalu bisa melihat wajahnya. Beberapa waktu lalu gue sering ngsms dia dengan maksud iseng. Gue pun jadi hafal nomornya. Gue bisa hafal nomor dia juga gara-gara nomornya mudah dan gue selalu mengirim sms ke dia dengan memasukkan langsung secara manual nomornya. (Gue gak ngesave nomornya di hape gue, dan salah satu nomor yang ada di kepala gue setelah hape gue hilang Sabtu, 24 September 2006 adalah nomor dia.) Hanya satu yang kurang dari indikator jatuh cintanya gue: gue gak deg-degan dan gak salah tingkah kalau ketemu atau dekat dia. Payah!

Sekarang, permasalahannya sih sebenarnya bukan itu lagi. Setelah gue sempat iseng dan lalu setelah hape gue hilang gue pun ngaku gue siapa, dia tak mau balas sms (iseng?) gue lagi. Payah kuadrat neh!

Lalu, gue juga sebenarnya gak siap dan gak berani untuk jatuh cinta. Maklum, dulu di kampus lama gue, gue jatuh cinta (entah apapun namanya yang cocok untuk situasi gue saat itu) pada saat yang tidak tepat, yaitu pada saat gue sedang punya masalah kuliah di kampus gue. Sekarang kejadiannya hampir sama. Gue, sejujurnya, sedang punya masalah kuliah juga di kampus gue sekarang. Gue gak mau dong ceritanya sama seperti di kampus gue yang dulu. Jadi, sekarang sudah payah pangkat tiga deh!

Ah, lagipula gue memang gak mungkin sih jatuh cinta ama dia. She's just like a celebrity to me and I'm just one of her fans.

Btw, ini adalah isi salah satu sms balasan yang dia pernah kirim ke gue:
Fans???hahaha sampeyan iki siapa siih?iseng amat. Eh, emang nsp nya lagu apa?;b
Sent: 22:18:50, 21-09-2006.

Ya, sudahlah Von. Konsentrasi ajalah dulu ama kuliahmu. Bukankah banyak masalah yang harus dipecahkan mengenai kuliahmu semester ini?

Kalasan Dalam 44B, Jakarta
01:27
2 Oktober 2006
DAY-8189

Monday, August 7, 2006

Kebelet Jatuh Cinta

Istilah kebelet pipis mah orang sudah biasa dengar. Cara mengatasi kebelet pipis juga semua orang sudah ngerti. Cukup dengan mencari toilet, masalah kecil ini bisa teratasi. Perasaan senang yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata pun akhirnya dirasakan ketika air seni (benda seni paling murah, mungkin ^_^) yang sebelumnya ditahan-tahan mengalir keluar dari tubuh.

Kebelet jatuh cinta? Mungkin ini istilah baru. Kalau belum ada yang pernah mempopulerkan istilah ini, gue juga ogah menjadi orang yang mempopulerkannya.

Tahu gak sih arti sebenarnya dari kata kebelet? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Balai Pustaka, kebelet itu berarti ingin sekali atau tidak tertahankan lagi untuk melaksanakan keinginan. Mau tahu contoh kalimat yang ada di KBBI? Rongrongan pacarnya yang kebelet kawin mengganggu konsentrasinya dalam menuntut ilmu. Kok contohnya malah kebelet kawin ya, bukan kebelet pipis?

Jadi, kebelet jatuh cinta bisa diartikan tidak tertahankan lagi untuk melaksanakan keinginan untuk jatuh cinta. Atau lebih sederhana, ingin sekali jatuh cinta. Selesai sudah arti istilah kebelet jatuh cinta.

Gue gak tahu ini bad news apa good news. Tetapi, gue sekarang merasa gue ini lagi kebelet jatuh cinta. Bagaimana datang? Kan baru beberapa waktu yang lalu gue bilang kalau gue takut jatuh cinta? Ah, plin-plan juga nih orang.

Begini ceritanya. Beberapa waktu yang lalu gue memang bilang gue takut jatuh cinta. Itu sekonyong-konyong karena gue memang tidak ingin rasa tertarikku pada seorang cewek di kelasku berlanjut dengan yang namanya jatuh cinta. Resikonya tinggi. Maklum, dia udah punya cowok.

Gue tertarik ama cewek ini karena entah kenapa dia memberikan sedikit perhatian (mungkin gue salah mengartikan perhatiannya) dan juga basa-basi yang ternyata menggoyahkan pendirianku untuk tidak tertarik dengan cewek seangkatan atau sekelas denganku (I bet you don't wanna know basa-basi apa yang pernah dilontarkannya sehingga gue jadi tertarik ama dia.) Tingkat ketertarikan gue ama nih cewek sebenarnya belum bisa dikategorikan jatuh cinta. Paling masuk kategori jatuh suka. For me, kalau gue gak deg-degan dekat seorang cewek, berarti gue gak jatuh cinta ama tuh cewek. Selama ini gue gak pernah deg-degan kalau duduk dekat dia. Gue juga belum hafal nomor hapenya (one of the indicators I fall in love with a woman is remember her phone number), padahal gue -waktu itu- sering sms-smsan ama dia.

Ketertarikan gue ama cewek ini musnah beberapa hari sebelum cowoknya balik ke Jakarta. She insulted me (again?). Seperti yang dulu lagi, dia menganggap gue cowok yang berniat curi-curi kesempatan melihat celengan dan buah dadanya. Apa neraka yang dia pikirkan?

Begitulah ceritanya. Gue pun belum sempat jatuh cinta. Dan sekarang gue kebelet jatuh cinta. Sejujurnya, merasakan jatuh suka atau malah hanya tertarik pada cewek yang gue ceritain di tulisan ini adalah salah satu hal yang menyenangkan yang pernah gue rasakan. Gue berencana untuk merasakan another one. Karena gue sedang KEBELET JATUH CINTA.

Pertanyaannya, gue harus jatuh cinta kepada siapa? Ah, ternyata mengatasi kebelet jatuh cinta tidak segampang mengatasi kebelet pipis.

Kalasan Dalam 44B, Jakarta
23:50
07 Agustus 2006
DAY-8133