Pages

Showing posts with label gkps. Show all posts
Showing posts with label gkps. Show all posts

Thursday, February 11, 2010

GKPS dan Cinta

Sore tadi aku bertemu dengan seorang teman yang baru untuk kedua kalinya aku temui di Jakarta. Dia adalah anak seorang rekan Bapakku dulu. Kedua Bapak kami sama-sama ditahbiskan menjadi pendeta di April 1981. Kami bertemu di TB Immanuel, tempat yang sama aku bertemu dengannya pertama kali sekitar dua tahun yang lalu. Tujuan pertemuan kami: rahasia. Akan tetapi pada akhirnya kami lebih banyak berbicara tentang GKPS dan tentang cintanya kepada seseorang.

Tentang GKPS: banyak permasalahan yang terjadi di GKPS. Aku dan dia sebagai sesama anak pendeta sedikit banyak mengerti tentang seluk-beluk pelayanan di gereja kami ini. Berita terbaru tentang gereja kami ini yang membuatku tertawa adalah tentang terpilihnya seseorang menjabat sesuatu yang menyebabkan orang tersebut harus meninggalkan Jakarta. Konspirasi tingkat tinggi! LOL.

Tentang cintanya kepada seseorang: walaupun dia mengaku sebenarnya sedang merasa 'berat', aku sangat senang bisa mendengar ceritanya. Apalagi dia mengaku baru kali ini dia merasakan jatuh cinta dalam jangka waktu enam tahun terakhir. Yang lebih menarik adalah kepada siapa dia jatuh cinta. Hmm.. Aku tidak sabar menunggu kelanjutan cerita cintanya. Wish all the best for her..

Abednego Residence
11 Februari 2009
23:59

Tuesday, June 20, 2006

Tired, ha?

I don't know what to write. This is my first time in this week writing or better saying typing a thing in my computer. This week has been an exhausted week.

It has been started from last week, I think. Last week, in Friday, I have to attend the "Gladi Resik" of the Graduation in our school. I, myself is one of the committee of the Graduation. So, I had to be in the "Gladi Resik". That's also because Timothy, the coordinator of the documentation, where I belong in the committee, not in Jakarta. He is in Yogyakarta now for the PKL thing.

In the last Friday, I have to be in campus since the morning (about 7.30 am) till the evening (about 7 pm). That was for the Intensive English Course and the Gladi Resik thing. The Gladi Resik was already finish about 5 pm and even earlier. But there was something stupid in the Buku Acara that have to be changed. There was something wrong in a line in the title of the name of the graduation for the Stratum 3. Somewhat the word "Theology" was written as "Theologi" for the "Doctor of Theology (SEAGST)" section. They said it was the "percetakan" mistake. It doesn't matter who was wrong, but it took about 10 person and a hour or more to change that stupid thing in about 500 Buku Acara.

After the tired morning till evening, me and Hans went to the Playstation 2 rental. We played Winning Eleven for an hour. What a stupid thing to do after tired for the whole day, right?

The tired day is not stopped till the PS2 thing. In the night, I also watched the World Cup 2006 thing. Germany vs Coctarica. I watched till the end of the game in about 1 o' clock in the morning. Then, we watched a movie in my computer. I felt a sleep in about 2 am.
Then, the tired thing not stopped in that day. The day after is the D day for the graduation. I wake up late in that Saturday morning. I should had been in campus before 6.30 am. Fortunately, I wake up not late than 7 am. I took bath, iron my white shirt, then go campus.

Actually, I was not late. But, for the rest of the graduation day, I was more exhausted then the day before. Coming without ate or even drank something, and also with less-rest, I felt that in the afternoon after the graduation thing had done, I better had a long-lasting sleep/rest or drink rather than ate something. That's why I prefer went home than went to the eating thing in the "Pak Liem punya acara makan-makan".

The day after, I was in GKPS Tegal Alur. They was held their church's birthday. I operated the handycam that connected directly to the television. That was made for the congregation that watched the whole "kebaktian" from the outside of the small church. It was an very tired thing to do. Coz I had to operate the tall-tripoded-handycam and I operated it in the stand stance.
Tired, ha?



Kalasan Dalam 44B, behind Kontras office, Jakarta
22:51
June 15, 2006
DAY8080

Sunday, March 26, 2006

(Akhirnya) Kebaktian di GKPS Salemba

Gereja asalku, juga gereja yang merekomendasikanku masuk sekolahku yang sekarang, adalah GKPS atau Gereja Kristen Protestan Simalungun. GKPS sebenarnya mempunyai arti yang cukup penting buat keluargaku. Seharusnya buatku pribadi juga. Tetapi kenapa juga setelah meninggalkan Medan tahun 2002 yang lalu aku jarang sekali berkebaktian di GKPS? Padahal untuk masuk sekolahku sekarang aku meminta surat rekomendasi dari GKPS.

Mau tahu berapa kali aku kebaktian di GKPS setelah tahun 2002?

Di Bandung aku hanya dua kali kebaktian di GKPS. Pertama, sewaktu aku baru sampai di Bandung, hari Minggunya aku, kakakku, Namboruku, Agi, Kak Tia (kakak sepupuku) kebaktian di GKPS Bandung yang berada di Pasteur. Kedua dan terakhir, aku datang sendirian ke sana dan aku ingat sepulang dari sana aku sakit kepala.

November 2004 ketika pertama kalinya aku pulang ke Medan pun hanya ada dua kali aku kebaktian di GKPS. Itu karena acara pulang kampung satu-satunya hingga sekarang saat itu hanya dari tanggal 6-19 November 2004 yang hanya diselingi oleh dua hari Minggu.

Setelah aku tinggal di Jakarta pun -sekarang sudah lebih dari setengah tahun- aku baru tiga kali kebaktian di GKPS. Ketika libur Lebaran, Kebaktian Malam Natal, dan Kebaktian Natal tahun lalu. Untuk Natal tahun lalu, kalau bukan karena perintah dari bos besar di Medan (baca:Mamak), mungkin kami (aku dan kakakku) tidak akan ke tempat Inang Tongah kami yang mau tidak mau kami harus kebaktian di GKPS sewaktu Natal tahun lalu.

See? Dua kali ketika di Bandung, dua kali ketika pulang ke Medan, dan baru tiga kali ketika aku tinggal di Jakarta. Ditambah dengan waktu liburan lebaran 2002 aku pernah sekali kebaktian di GKPS Cengkareng, berarti di Jakarta aku empat kali kebaktian di GKPS. Kalau ditotal, hanya delapan kali. Hanya delapan kali? Tidak pantas kalau mau dibandingkan ketika di Medan dulu yang sepanjang hidupku aku hanya berkebaktian di GKPS.

Hari Jumat lalu sebelum ibadah dimulai, Paranleo Girsang, seniorku yang asal sinode gerejanya sama denganku dan sekarang lagi menyusun skripsi menghampiriku. Dia bertanya apakah aku ada kerjaan hari Minggu ini. Aku bilang tidak ada. Dia pun memintaku untuk kebaktian di GKPS Salemba bersama dengan Samuel Septino Saragih, seniorku yang dulu teman seangkatanku di SMU Negeri 1 Medan. Itu pun dengan tujuan membantu dia membagikan kuisoner yang tidak bisa hadir karena dia juga akan membagikan kuisoner yang sama di gereja yang lain.

Sudah lama aku ingin kebaktian di GKPS Salemba. Tapi karena belum pernah sama sekali, aku tidak berniat untuk pergi ke sana sendiri. GKPS Salemba memang GKPS terdekat dengan kampusku. Namanya memang gereja, tapi kebaktiannya hanya bisa dilaksanakan di ruang aula di kampus UKI Salemba yang terletak di seberang RSCM. No secret lah kenapa hal seperti ini bisa terjadi.

Akhirnya, tadi jadi juga aku kebaktian Minggu di GKPS Salemba. Walaupun acara membagikan kuisoner kacau alias tidak jadi karena majelis jemaatnya mengatakan mereka yang pegang dan mereka yang akan membagikan, aku mengikuti kebaktian pertamaku di GKPS Salemba tadi dengan sedikit kagum. Ada sekitar 250 orang yang hadir. Ada persembahan paduan suara dan vokal grup dari pemudanya. Musiknya diiringi oleh seseorang yang memainkan alat musik tiup -mungkin saxophone-. Cara mereka bernyanyi juga lebih baik dibanding dengan cara bernyanyi jemaat gereja tempat keluargaku sekarang terdaftar di Medan.

Aku tidak begitu yakin kalau Minggu depan aku akan ke sana lagi. Tetapi mungkin dengan sudah pernahnya aku kebaktian di sana, aku akan punya keberanian lebih bila ingin datang sendirian ke sana untuk kebaktian.

(I have tried to make tulisan ini sistematik dan koheren. tapi tetap kacau deh kayaknya. pokok pikirannya ngawur, antara satu paragraf dengan paragraf lain juga sepertinya tidak gitu nyambung. any other mistake?)

Asrama Putra STTJ, Dempo 14, Jakarta
20:48
26 Maret 2006