Pages

Showing posts with label teman. Show all posts
Showing posts with label teman. Show all posts

Friday, February 11, 2011

Today's Story

So, this is the story..

Hari ini aku sudah berjanji bertemu dengan Bang Binsar Pakpahan di Immanuel Cafe, di dalam Toko Buku Immanuel. Tidak hanya dengannya, tetapi juga (mungkin rencananya) dengan orang-orang yang dulu pernah berkumpul bersama di tempat itu pada tanggal 27 Juli 2010 yang lalu. (Entah kenapa struk pesanan dan pembayaran makanan di hari itu masih ada padaku. Dan sekarang berada tepat di sebelah keyboard aku mengetik tulisan ini.)

Aku bangun cukup cepat pagi ini, tetapi aku asyik berinternet ria dulu. Sebenarnya janji bertemu dipercepat menjadi pukul 09.30. Sayangnya aku baru akan mandi ketika jam di komputerku sudah menunjukkan waktu pukul 09.20an. Setelah mandi, aku berpakaian, lalu melihat handphoneku. Ternyata ada satu panggilan tak terjawab dari Aiko. Aku langsung berjalan ke arah TB Immanuel. Dan bodohnya, aku baru mengirimkan pesan pendek setelah aku mendekati tempat tujuan. Melihat mobil Aiko tak ada di depan tempat itu, aku langsung masuk ke RM Jatim, warung makan yang letaknya berseberangan dengan TB Immanuel. Aku memesan nasi dadar lalap. Lalu duduk. Beberapa saat duduk, aku mendapat pesan pendek balasan dari Aiko. "Di kantin stt."

Selesai makan, aku langsung berjalan menuju sekolahku. Di jalan, aku mendapat pesan pendek dari Aiko menanyakan keberadaanku dan menyampaikan kalau ada rencana ke Grand Indonesia. Mereka akhirnya menunggu.

Aku tiba di sekolah. Ternyata hanya ada Aiko dan Kak Lusiana selain Bang Binsar. Kak Tulusi, Bang Kinoi, dan Bang Marthin tidak ada. Kak Tulusi magang, Bang Kinoi kerja, Bang Marthin sepertinya belanja keperluan Bengkel PK.

Foodlouver Grand Indonesia. Setibanya di GI, kami langsung ke tempat itu. Kami, ditambah dengan pacar Bang Binsar, makan dan nongkrong di sana. Makanan yang kami makan tidak perlu dituliskan bukan? Lagipula aku sudah lupa apa saja. (Bukan karena banyak. Aku sebenarnya ingat, tetapi untuk keperluan tulisan ini aku sengaja melupakannya. Lho?)

Pukul 12.10 kami beranjak dari tempat itu. Setelah sempat berencana nongkrong di salah satu warung kopi di GI, kami akhirnya malah pergi ke Gramedia. Dalam perjalanan ke Gramedia, aku dipanggil Doan dan Meyer, temanku di STT Telkom dulu, yang melihatku berjalan melewati area Foodlouver. Aku nongkrong lah bersama mereka, dan satu adik PA-nya Doan. Tanpa bilang-bilang pula dengan teman-temanku yang sebelumnya bersamaku. Aku mengirimkan pesan pendek ke Aiko setelah cukup lama aku nongkrong dengan mereka. Dan ternyata mereka sudah sempat mencariku. Maap. Catatan untuk pembaca: Kalau mau menghilang dari rombongan, bilang-bilang dulu!

Aku kemudian menyusul Bang Binsar dan teman-teman ke Gramedia. Aku hampir selalu melihat bagian komputer kalau ke Gramedia Grand Indonesia. Dan tahu apa yang aku mau lihat? Aku hanya ingin memeriksa apakah buku "Mendesain Logo" dan  "Layout Dasar dan Penerapannya" yang ditulis oleh Surianto Rustan, dan juga buku "Tipografi dalam Desain Grafis" yang ditulis Danton Sihombing masih ada atau tidak. Padahal aku sudah memiliki ketiga buku tersebut, entah untuk apa! Dan sialnya, aku tadi menemukan sebuah buku lagi yang ditulis oleh Surianto Rustan. "Font dan TIPOGRAFI". (Tak tahu juga kenapa di bagian dalam buku ini TIPOGRAFI sebagai judul buku ini ditulisnya dalam huruf kapital semua, termasuk dalam bagian "Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Penerbitan.") Dan entah kenapa walau sudah berpikir berulangkali, aku tetap membelinya. Padahal harganya Rp95.000. (For the record, the last book about typography that I bought was Rp98.000. Mendesain Logo: Rp78.000-80ribuan; Layout Dasar: Rp86.000. These data proves that I'm idiot! )

Setelah membayar buku itu, aku berdiri di tempat buku baru dipajang. Ada buku "Mengapa Sri Mulyani? Menyibak Tabir Bank Century". Aku lupa siapa penulisnya. Kalau tidak salah: Steve Santoso. Aku membaca beberapa halaman penting. Dan aku semakin yakin dengan kesimpulanku selama ini: SMI-B adalah orang jujur yang menjadi korban keserakahan orang-orang serakah uang dan kuasa di negeri lelucon ini, Indonesia bapak! (Ini penilaian subyektifku. Dan penulis buku itu juga menyatakan kalau buku itu tidak terlepas dari subyektivitasnya sebagai orang yang cukup dekat juga dengan SMI.)

Next destination: Bang Binsar dan Kak Okta ke Foodlouver; aku, Aiko, dan Kak Lusiana nongkrong di Fab Cafe di dalam Gramedia GI. Aiko dan Kak Lusiana membahas tentang suatu acara, dan aku memfoto-foto Bunderan HI memakai kamera Lia yang entah kenapa bulan ini sepertinya untuk sementara menjadi hak milikku. Lho? Mendekati pukul 15.00, kami pulang. Sebelum pulang aku dan Kak Lusiana membeli ice cream cone di Burger King. Ternyata enak! Apalagi aku dibayarin.

Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Aku langsung menuju Bengkel PK. Entah untuk apa. Di sana aku bertemu dengan Diana, Irmanda, Merlin, dan Ana. Masuk ke dalam lagi, ternyata ada Isabella Sinulingga a.k.a Icha dan Desi Rosalin Purba a.k.a Siro. (Kenapa harus lengkap ya namanya?) Di tempat Siro, Siro dan Icha ternyata sedang menyortir kartu ucapan yang telah dimasukkan ke dalam Kotak Cinta di depan Bengkel PK dalam rangka Valentine's Day. Kartu-kartu yang telah dimasukkan itu akan disampaikan kepada orang-orang yang ditujukan di kartu-kartu itu pada hari Senin ini, 14 Februari 2011, tepat pada hari Valentine. (Just in case you don't know that February 14 is Valentine's Day.)  Entah kenapa, aku malah bertanya kepada Siro, "untuk gue dari Icha doang kan?" (I had already knew that Icha had put a card for me into the box because I was there when she made the card and told me that the card was for me. "Nanti tanggal 14 ya dibacanya, Kak," Icha said to me that day.) Dan aku terperangah sewaktu Siro bilang, "nggak kok, Kak. Banyak untuk kakak." Wadoooh.. Kok aku jadi serasa artis? (Pada bagian ini, pembaca boleh, bahkan dianjurkan untuk, muntah!) Akan tetapi, aku memang tak berniat sama sekali untuk melihatnya sebelum waktunya. Hanya saja sudah terdengar suara menggelegar dari ruang depan Bengkel PK, "heh, Vontho. Lo nggak boleh di situ!" Coba tebak suara siapa? Ya, Anda benar! (Memang siapa?)

Aku pun keluar dari ruangan Siro. Aku duduk di ruangan depan Bengkel PK. Dan duduk memerhatikan mereka yang ada di ruangan itu. Lalu sesekali mengambil foto mereka yang sedang membuat kartu. Mendengar cerita lucu tentang "kabar buruk" yang diterima oleh Irma tadi pagi dari Jere. "Kabar buruk" itu adalah "Mubarak tidak mau turun." (I thought Irma has to write down the story.) Cukup lama aku hanya duduk nongkrong di ruangan itu sementara yang lain sibuk membuat kartu ucapan dan membuat kreativitas. Aku kemudian terpikir untuk membuat amplop dari kertas A4 bekas. Seperti yang diajarkan oleh Diana kepadaku, Irma, dan Icha di hari Icha menuliskan kartu ucapannya kepadaku. Selesai membuat amplop, Diana menyodorkan kertas yang harus aku gunting untuk menyelesaikan kreativitas yang dibuatnya. Selesai menggunting, aku malah membuat sebuah kartu ucapan juga buat Icha. Dan memasukkannya ke dalam amplop oranye yang aku buat sebelumnya.

Aku juga sempat menggunting-gunting dan menghasilkan sebuah kartu berbentuk talk-cloud dan di tengahnya aku tempel sebuah kertas warna merah bertuliskan I dan sebuah kertas merah lainnya berbentuk hati. "Untuk siapa tuh?" tanya Siro.

Irma dan Diana berencana ke Gramedia. Aku ikut dengan mereka. Sewaktu mau berangkat, seorang tukang bajaj mengucapkan kata "anjing!" setelah kami tidak jadi naik bajaj-nya. (Pakai tanda seru dong, masa pakai tanda tanya?) Itu insiden kecil lah. Kami akhirnya naik bajaj berwarna hijau yang di pintunya tertulis tulisan Jakarta Selatan. Tak heran dia lebih manusiawi dari tukang bajaj lainnya yang telah kami stop dan telah melakukan tawar-menawar dengan kami.

Gramedia Matraman. Apa tujuan kami? Ini rahasia. Kenapa jadi kami? Karena aku diikutsertakan (dan mengikutsertakan diri) untuk tujuan rahasia ini.

Mendekati pukul 20.00 aku sudah tiba lagi di kamarku. Aku menghidupkan komputerku. Buka halaman ini. Dan menuliskan ini sejak sekitar pukul 20.03.

So, that's the story for today.

Kamarku, (Sepertinya Masih) Kontrakan Gak Jelas
11 Februari 2011
22:16

PS: I guess this is the first time I write a day's story (in a long story like this) again since I don't know when was my last time writing something like this. It's too random, right?

Tuesday, January 11, 2011

Venti dan Sergio

Tadi aku sedang browsing Memorable Stories yang terdapat di Facebook. Kegiatan itu secara acak mengarahkanku kepada sebuah statusku yang berisi tag ke Sergio dan sebuah tautan ke sebuah tulisan di blogku. Isi status secara tersirat meminta Sergio untuk memeriksa tulisan di blogku yang ternyata menjadi bukti kalau aku pernah ngerjain Sergio sewaktu kelas Bahasa Inggris, semester 1, di ruangan multimedia. Hanya saja, tulisan itu ternyata lebih menerangkan kebiasaanku menyimpan kenangan akan banyak hal, dan bukti aku ngerjain Sergio terletak di komentar yang aku buat di tulisan itu. Itulah sebabnya aku memutuskan untuk memindahkan komentar itu ke sebuah tulisan lain, yaitu entry ini. Dan di bawah ini adalah arsip sms antara Venti dan Sergio yang waktu itu aku ketik di komputer asrama.

Hi..

Selamat Pagi..
Good Morning..
Apa kabar?

Recipient:
a.sergio
+628131410448
7

Sent:
09:33:00
31-08-2005

Hi jg.. Good
MoRniNg jg.. KbR
gw bae2 aja tp Lg
piLeK aNd batuK..
by thw way iNi
Sapa yah.?

Sender:
a.sergio
+628131410448
7

Sent:
09:45:09
31-08-2005

Ini Venti.Lu anak
STT Jakarta
ya?Ktny km org
China ya?Tp prnh
liat,kok ga mirip
org Cina ya?Nama
lengkapnya siapa
sih?

Recipient:
a.sergio
+628131410448
7

Sent:
10:03:07
31-08-2005

VeNti iNi aNaK
STTJ buKaN.? ah
gw iNi oRg aMboN..
buKaN ciNa.. NaMa
LeNgKap gw
SeRgio SouiSa..

Sender:
a.sergio
+628131410448
7

Sent:
09:33:00
31-08-2005

Mmg ada anak
STTJ namanya
venti?Skrg lg
kuliah ya?Selamat
belajar ya.

Recipient:
a.sergio
+628131410448
7

Sent:
10:22:17
31-08-2005

Yah MuNgKiN ada
tp gw gaK tao oR
gw Lupa.. iya gw
Lg bLjR.. oK deh
MaKaSih tp Loe Lg
KuL or what gt.?

Sender:
a.sergio
+628131410448
7

Sent:
10:23:05
31-08-2005

Gue jg lg kul.Skrg
lg ruangan
multimedia.

Recipient:
a.sergio
+628131410448
7

Sent:
10:28:53
31-08-2005

Hah.? gw jg Lg di
MuLtiMedia.. Lg
bLjR eNgLiSh.. Loe
KuL diMana Sich.?
jd NaMa pNjNg Loe
Sapa? dpt NmR gw
dR MaNa.?

Sender:
a.sergio
+628131410448
7

Sent:
10:36:17
31-08-2005

Sergio,kok blm
plg?Td telp k
asrama kok katany
ga ada.Msh d jln
mau plg ya?Titi DJ!

Recipient:
a.sergio
+628131410448
7

Sent:
19:34:20
31-08-2005

DaSaR foNto
GiLaaaaa…!!! gaK
ada KeRjaaN..

Sender:
a.sergio
+628131410448
7

Sent:
20:17:31
31-08-2005

Sunday, March 28, 2010

Hilang

Saat ini gue lagi kesal. Gue kesal karena charger handphone gue hilang.

Kamis malam yang lalu seorang teman membawa charger handphone gue itu dari kamar gue ke ruang tamu kontrakan kami. Sampai keesokan harinya charger itu masih ada. Gue bahkan memakainya ketika sorenya gue nge-charge handphone gue sambil bermain catur. Kesalahan gue adalah tidak langsung membawa charger itu kembali ke kamar gue setelah gue selesai nge-charge handphone gue dan selesai bermain catur.

Gue akhirnya mencari charger itu di Sabtu sore ketika gue pengen nge-charge handphone gue lagi. Betapa malang nasib gue, ternyata charger itu sudah tidak ada lagi di colokan listrik yang ada di ruang tamu kontrakan kami.

Gue benci situasi begini. Barang gue termasuk barang yang paling banyak dipakai secara bebas oleh teman-teman sekontrakan dan bahkan bisa menjadi hak milik orang itu kalau tidak dengan segera diklaim kembali. Barang gue juga sudah sering hilang begini. Gue sebenarnya termasuk orang yang terlalu sayang dengan setiap barang yang gue punya. Hanya saja akan terlihat terlalu pelit kalau gue beri label nama di setiap barang gue. Akan terlihat terlalu pelit kalau setiap barang gue yang ada di kontrakan gue masukin ke kamar gue semuanya dan tidak ada orang yang boleh memakainya tanpa seizin gue.

Sial! Pengen marah, tetapi gak tahu mau marah sama siapa.

Buat teman kontrakanku atau pengunjung kontrakan, kalau kalian membaca ini, bila kalian menemukan charger handphone Nokia jenis ACP-7E dengan ujung charger yang sedikit bengkok, mohon kembalikan ke gue.

...and the complaint ends like this.

Kamarku, Kediaman Abednego
29 Maret 2010
02:21

Friday, March 26, 2010

March 26, 2010: Stupid Lines

Tadi pagi aku menulis banyak status update di profil Facebook-ku. Aku menyalinnya ke sini hanya untuk mempermudah diriku sendiri mengakses tulisan-tulisan singkatku yang sering berceceran di antara status updateku.

Hai, Kamu. Tahukah kamu kalau aku menaruh hati padamu? Sadarkah kamu kalau aku jatuh suka padamu? Apakah kamu memerhatikan tanda-tanda bahwa aku pun sepertinya jatuh cinta padamu? Kalau kamu belum tahu, sudah sebaiknya kamu mulai membuka matamu. // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Hei, Kau. Kau telah mencuri hatiku. Tak biasanya aku mau memberikan hatiku dicuri. Kau dan aku pun sudah saling mengenal bukan hanya dalam hitungan hari. Tahukah kau, aku bingung tahu! Kau sebenarnya mau apa dariku? Mau dibawa ke manakah hubungan kita selama ini? // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Heh, Lo. Lo tau gak sih kalau lo itu kemarin merusak hari gue? Buat apa coba lo menanyakan hal itu lagi ke gue? Lo gak mikir apa kalau apa yang lo tanya itu bisa membuat hati gue sakit? Gue sudah mencoba melupakan semuanya. Kenapa lo malah membuat gue gak tenang dengan pertanyaan lo itu? // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Aku bahagia kok kalau bisa melihatmu bahagia dengannya. Buatku, kebahagiaanmu lebih penting dari kebahagiaanku. // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Selamat pagi, Cintaku. Kamu adalah hal kedua yang aku ingat sewaktu aku bangun pagi ini. Aku berharap kamu juga ingat akan aku sewaktu kamu bangun pagi ini. Selamat menjalani aktivitasmu hari ini ya, Cintaku. Tuhan menyertaimu. // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Hai, Sombong. Kenapa sih kamu bersikap seperti itu kepadaku? Kamu tidak pernah membalas smsku, tidak pernah mau membalas sapaanku di chat room. Kamu ramah terhadap teman-temanku, tetapi tidak denganku. Apa yang salah denganku? Aku hanya ingin menjadi temanmu. Atau setidaknya bersikap baiklah padaku. // Just another stupid line I have in mind. Not dedicated to anyone. Kalau ada kemiripan, itu bisa saja disengaja.


Yesterday's memorable moments: "Gue curiga kalau lo gak pakai apa-apa di balik jaket lo," kata seorang teman. Mendengar itu seorang teman yang lain malah menarik turun resleting jaketku. // The story ends like this. (Don't make your thumbs up! Just make your tongue out.)


Yesterday's memorable moments: "Wajahmu mengalihkan duniaku," ucap seorang teman. // The story ends like this. (Don't make your thumbs up! Just make your tongue out.)


Aku pikir tidak ada yang salah dengan menggunakan kata ganti "aku" dan "kamu" dalam percakapan sehari-hari walaupun "aku" bukanlah pacar "kamu". // This one is only a thought.


Aku sering berpikir bahwa cinta bukanlah hal yang patut untuk dipikirkan ketika duniaku sedang berantakan. Akan tetapi, berpikir tentang cinta ternyata bisa membuatku senyum-senyum sendiri --dalam jangka waktu tidak terlalu lama-- di tengah-tengah berantakannya duniaku. Aku bukanlah orang yang ahli dalam hal cinta. Aku hanya orang yang sok tahu tentang hal itu. // Ada yang mau berbagi cerita cinta?


Semua status updates di atas aku post tadi pagi dari sekitar pukul 04.00 sampai 04.41.

Kamarku, Kediaman Abednego
26 Maret 2010
16:10

Saturday, February 27, 2010

Reminiscere

Each morning I wake up I die a little. Can't barely stand on my feet...

Itu sepenggal kalimat dari lagu favoritku, Somebody to Love. Lagu itu memang menggambarkan apa yang terjadi pagi ini. Tadi pagi aku terbangun di atas tempat tidur Stepanus, tempat aku tidur kalau pemilik ranjang pulang ke Bekasi, sekitar pukul 7.14. Aku memeriksa Inbox ponselku, membaca pesan teks dari kak Tulusi, dan lalu berpikir untuk melanjutkan tidur. Itu karena badanku memang terasa pegal-pegal, mungkin karena baru pulang dari nonton midnight di Metropole sekitar jam 1 pagi. Badan terasa pegal-pegal sewaktu bangun pagi itulah yang aku golongkan dengan I wake up I die a little.

Aku akhirnya terbangun lagi pada pukul 10.41. Aku memeriksa Inbox ponselku lagi. Aku membaca pesan teks dari bang Winry, sepupuku, yang terkirim via Twitter (21212). Pesan teks itu mengatakan kalau dirinya "Celebrates Reminiscere @ GKPS Kana." Aku menjadi teringat kata reminiscere yang beberapa hari lalu memang aku baca di Susukkara GKPS 2010. Kata itu memang tertulis di tanggal hari ini, 28 Februari 2010. Di bawah kata Reminiscere itu tertulis kalimat di dalam kurung "sai dingat Ham ma ahu ale Jahowa" yang artinya kurang lebih "ingatlah akan aku ya Tuhan".

Membaca sms dari kak Tulusi tadi pagi sebenarnya membuatku merasa agak kuatir. Isinya berhubungan dengan ujian tengah semester mata kuliah Teologi Biblika yang akan dilaksanakan besok. Sejujurnya aku termasuk orang yang sedikit aneh menghadapi ujian. Aku cenderung berpikir bahwa aku tidak akan menangkap apapun kalau aku belajar. Itulah sebabnya aku menjadi kuatir. Untunglah sms dari bang Winry membuatku teringat untuk berdoa kepada Tuhan, "ingatlah akan aku ya Tuhan." Dan itu membuatku lega.

Abednego Residence, Kalasan Dalam 44B
28 Februari 2010
12.00

Friday, February 12, 2010

I am feeling bad

I'm out of my mind. I don't know what to do although I'm still at Pak Joas' residence with friends. My friends are in the middle of a game called "mafia". I played with them, but I then went out of the game because the people involving in the game is too much.

Hmmmph.. I actually am feeling bad right now. I know something that breaking my heart. It's all I can say.

End of message.

Mr. Joas Residence
12 February 2010
22:12

Thursday, February 11, 2010

GKPS dan Cinta

Sore tadi aku bertemu dengan seorang teman yang baru untuk kedua kalinya aku temui di Jakarta. Dia adalah anak seorang rekan Bapakku dulu. Kedua Bapak kami sama-sama ditahbiskan menjadi pendeta di April 1981. Kami bertemu di TB Immanuel, tempat yang sama aku bertemu dengannya pertama kali sekitar dua tahun yang lalu. Tujuan pertemuan kami: rahasia. Akan tetapi pada akhirnya kami lebih banyak berbicara tentang GKPS dan tentang cintanya kepada seseorang.

Tentang GKPS: banyak permasalahan yang terjadi di GKPS. Aku dan dia sebagai sesama anak pendeta sedikit banyak mengerti tentang seluk-beluk pelayanan di gereja kami ini. Berita terbaru tentang gereja kami ini yang membuatku tertawa adalah tentang terpilihnya seseorang menjabat sesuatu yang menyebabkan orang tersebut harus meninggalkan Jakarta. Konspirasi tingkat tinggi! LOL.

Tentang cintanya kepada seseorang: walaupun dia mengaku sebenarnya sedang merasa 'berat', aku sangat senang bisa mendengar ceritanya. Apalagi dia mengaku baru kali ini dia merasakan jatuh cinta dalam jangka waktu enam tahun terakhir. Yang lebih menarik adalah kepada siapa dia jatuh cinta. Hmm.. Aku tidak sabar menunggu kelanjutan cerita cintanya. Wish all the best for her..

Abednego Residence
11 Februari 2009
23:59

Wednesday, January 20, 2010

I Don't Have Anything

I sort of thought that I don't have anything to be proud of. I know it's only a kind of stupid thinking. In fact, I have a lot of thing that is good enough that others might don't have.

The thought came to my mind right after I finished installing Windows 7 Ultimate on Ella's laptop. First of all, actually I don't have any more Windows installer. What a stupid guy I am, right? How could I say yes to Ella when she asked me to reinstall her laptop? I know it would not be a problem because I believed that I will get one. And I was right. Yesterday I borrowed Ryan's Windows XP SP3 CD after Ella handed me her laptop. Unfortunately, the installing process was not finished correctly. I don't know why.

I worked on Ella's laptop at the library this morning. Right after the installing process looked like never going to be finish, I decided to ask the other Windows XP SP3 installer to Mas Chandra. After consulting  a little bit about SATA harddisk, I finally decided to give a try to install WIndows 7 on Ella's laptop. Actually it just took less than a hour to finish the installation if I didn't have myself a break to canteen. And here I am, still working on Ella's laptop, typing this journal.

Some day in this month, on the day I was going to go to Lembur Pancawati, Bang Charles asked me to be a photographer and a cameraman at the same time on his father's birthday on February 21st. I already said that I didn't have any camera and/or handycam, but he said that he would get them for me to be used on the day. I couldn't reject the very polite (and flattering?) request. I said yes. Yesterday he said that I would use a digital camera, a film-based DSLR camera, and a tape-type handycam video recorder.

This morning I was shocked by an announcement. Tim Unit Penelitian Lapangan decided that I will do my Collegium Pastorale II at GKI Pondok Indah. Although it is still needed to be confirmed, I already thought that I don't have any capability to do my CP II there. And frankly, I really don't know what to feel about this one.

My final conclusion: I dont' have anything to be proud of, right?

Perpustakaan STT Jakarta, Meja 5
21 Januari 2010
13:32

Sunday, January 3, 2010

Perjalanan ke Ragunan (1)

Perjalanan kemarin bermula dari sebuah pesan pendek dari Jeremia Hutajulu pada sekitar pukul 7 pagi mengucapkan, "Selamat natal dan tahun baru. Gbu." Aku jadi teringat rencana seminggu lalu sepulang dari kunjungan ke rumah salah satu dosen kami. Kami berencana untuk jalan-jalan juga setelah Tahun Baru. Aku bertanya pada Jere perihal itu dan ternyata dia dan Irma serta Nike dan Stephen berencana untuk pergi ke Ragunan. Aku tahu kalau pergi ke Kebun Binatang Ragunan merupakan salah satu keinginan Jere yang sudah lama terungkap tetapi belum pernah bisa terlaksana.

Berhubung yang tahu rencana jalan itu hanya sedikit, aku mengirimkan pesan pendek ke semua temanku angkatan Abednego (yang nomor handphonenya ada padaku). Isinya: "Dear Abednego,Siang ini bbrp dr kita berencana pergi k Kebun Binatang Ragunan.Just for fun.Jika tmn2 ada yg ingin ikut,silahkan datang k KGJ.Kita brgkt brsama dr sana jam 11.Confirm k gw atau Jere ya!Regards,vontho." Dari puluhan pesan pendek yang terkirim, hanya Yosev, Rita, Toar, Armand, Sondang, dan Yosafat yang membalas. Yosev berharap bisa menyusul dari Sibolga, Rita sedang pindahan, Toar ke tempat keluarga di Bekasi, Armand "ok! berangkat", Sondang ke tempat keluarga di Depok, dan Yosafat ada reunian SMPnya. Oh iya, Hendrik sempat bertanya siapa saja yang ikut.

Aku yang masih di tempat kakakku di Bintaro berangkat ke KGJ pada pukul 09.08 ke Stasiun Pondok Ranji untuk naik keretaku jam 09.20. Pukul 10.50 aku sudah mandi di alam terbuka di KGJ karena aku masalah air dan hanya aku sendiri yang ada di KGJ pada saat itu.

Aku dan Jere memang sudah sepakat untuk menyebutkan jam berangkat jam 11, dengan harapan mentok-mentok paling lama berangkat jam 12. Jam 11.10 aku sudah membuat diriku duduk di tempat tidur di ruang tamu KGJ. Armand mengirimkan pesan pendek yang mengatakan dirinya sudah di Sudirman dalam perjalanan menuju KGJ. Irma mengirim pesan pendek mengatakan Jere belum datang dan Oinike serta Stephen tidak jadi ikut. Pukul 11.40 Jere tiba dengan sebuah cerita tentang kamera. 11.50 Armand tiba dan dia langsung menyatakan Eed telah hilang. (28 Desember 2009 sewaktu aku hendak ke bandara, aku masih melihat Eed sehat walafiat.)

Kami bertiga lalu ke RM Jatim. Irma sudah di sana hendak sarapan. Tiba di RM Jatim, aku, Jere, dan Armand hanya memesan makanan untuk dibungkus sebagai makan siang di Ragunan. Kami yang pulang ke rumah keluarga dalam masa liburan ini sudah sarapan sebelum berangkat dari rumah keluarga kami masing-masing.

Sekitar pukul 12.30, Hendrik bergabung dengan kami.

(berlanjut?)

ITC Kuningan
3 Januari 2010
16:45

Thursday, December 10, 2009

Sesi Bercerita dan Mendengarkan Cerita

(tulisan ini hanya berisi random facts tentang "Sesi Bercerita dan Mendengarkan Cerita" yang kemarin dilakukan di kontrakan Irmanda dan Ike di Tambak)

Cinta dan persahabatan. Itulah yang menjadi topik pembicaraan kami kemarin malam hingga tadi pagi dalam acara yang aku namakan "sesi bercerita dan mendengarkan cerita". Yang hadir dalam sesi itu ada 9 orang: aku, Armand, Sergio, Stepanus, Jeremia, Grice, Irmanda, Andre, dan Ike. Ada dua orang lagi yang hanya muncul sebelum sesi menembus pagi dimulai. Cerita di dalam sesi bercerita dan mendengarkan cerita ini terlalu tabu untuk dibeberkan di depan umum, atau dibeberkan bukan di depan orang yang bersangkutan. Beberkan di depan orang yang bersangkutan: itu adalah etika gosip yang dianut kebanyakan anak Abednego. (Iya gitu?)

Pada kenyataannya, sesi bercerita dan mendengarkan cerita kemarin itu banyak membeberkan cerita teman-teman sekelas kami yang juga tidak ikut dalam sesi itu. Sesi kemarin itu bisa saja disebut bergosip, tetapi bagiku sesi kemarin sangat membuka mataku. Aku ternyata masih terlalu dangkal dalam menilai orang lain. Apa yang terlihat baik, belum tentu benar-benar baik, dan apa yang terlihat buruk, belum tentu benar-benar buruk. Walaupun serasa berkumpul di kalangan pencemooh, sesi kemarin mengajarkanku untuk lebih bersikap bijaksana. (Apa sih, Von?)

Cerita-cerita yang muncul adalah sejarah tentang cinta yang juga mempengaruhi persahabatan, dan begitu juga sebaliknya.

Untuk sementara, pemilik data sejarah paling banyak tentang cinta yang berkembang di Abednego adalah Andre.

Aku yang biasanya hanya duduk diam mendengarkan ketika teman-temanku memaparkan fakta dari sebuah gosip, tadi pagi pun harus bercerita sedikit. Dari pertanyaan teman-teman yang lain, aku bercerita tentang kepada siapa saja aku pernah jatuh suka di STT Jakarta. Aku menyebut 3 nama. Pertanyaan Ike mengenai seberapa besarkah usahaku selama ini untuk mendapatkan cewek yang aku suka dijawab oleh Sergio. "Dia itu kalau suka sama seorang cewek, hanya sebatas kagum saja. Dia tidak terlalu berusaha untuk mendapatkannya. Menurut gue sih begitu," jawab Sergio.

Pertanyaan mengenai a gift from secret admirer di akhir semester 4 sepertinya mulai terungkap. LOL. Hanya saja kalau orangnya tetap tidak mau mengaku, bisa repot.

Buatku, cerita tentang Stepanus berada di urutan kedua setelah cerita tentang Grice sebagai cerita paling top.

(terlalu banyak fakta dari sesi kemarin yang tidak bisa dibagikan untuk Everyone)

I LOVE ABEDNEGO. (this is the ultimate fact)

Abednego Residence
10 Desember 2009
18:35

Saturday, December 5, 2009

Malam Minggu

Sekitar pukul 19.30 tadi aku menerima telepon dari kakakku. Dia menelepon karena aku sebelumnya meneleponnya, tetapi dia tidak mengangkatnya. Kami lalu berbicara mengenai teleponnya yang tadi siang tidak aku angkat. Pembicaraan kami berlanjut dengan kepastian tentang aku pulang ke Medan atau tidak. Aku sih tidak ingin pulang ke Medan. Hanya saja kalau Mamak (nantinya) menginginkan aku pulang, aku harus pulang. Harus? Bisa juga sih tidak harus. Apalagi alasannya tiket belum dibeli hingga sekarang. Kalau beli sekarang tentu harganya sangat mahal. Ah, itu tidak ada dalam pembicaraan kami.

Yang mengejutkan buatku adalah pertanyaan kakakku ketika pembicaraan kami akan selesai.

"Eh, malam minggu ke mana?"
"Ke mana? Di rumah aja," jawabku seadanya.
"Nggak ke mana-mana?"
"Nggak."
"Bukannya udah ada?"
"Hah? Nggak ada..."

Kurang lebih begitulah akhir pembicaraan kami tadi. Hmm.. Aku menduga ini pasti ada hubungannya dengan status hubungan (relationship status) di Facebook. Status itu berubah menjadi In a Relationship setelah sebelumnya berstatus Married to Yulius Perdana Putra. Aku memilih untuk membuat statusku In a Relationship setelah perceraian sepihak dari Yulius karena aku pikir status seperti itu lebih baik. Tidak akan ada yang naksir lagi padaku.

Setelah pembicaraan itu, aku ditemani oleh Sergio pergi berbelanja ke Carrefour Express di Menteng Prada. Setelah berbelanja, aku makan malam berdua dengan Jeremia di RM Jatim. Setelah hari ini aku habiskan tanpa hal yang berguna, ternyata malam minggu ini setidaknya dapat aku lalui bersama teman-temanku.

Kapan ya aku bakal malam mingguan bersama seseorang yang 'spesial'? Kalau dari kalimat penutupku saat berbicara dengan kakakku sih, "tak 'kan ada."

Kontrakan Gak Jelas
5 Desember 2009
22:30

Monday, October 12, 2009

Suka Tenggorokan Parasit

Aku sedang ingin menulis sesuatu. Ini aku tulis di saat tenggorokanku sedang sakit. Ah, apa hubungannya tenggorokan sedang sakit dengan menulis sesuatu? Bisa saja ada. Misalnya, aku bisa menulis tentang sakit tenggorokan. Hmm, bener juga. Sakit tenggorokan merupakan salah satu penyakit yang sering aku derita. Lebih sering karena aku minum minuman dingin atau yang ada es-nya. Itu sering membuatku radang tenggorokan. Suatu saat di tahun 2006 (kalau aku tidak salah ingat) aku bahkan disarankan oleh dokter untuk melakukan operasi amandel bila amandel-ku bengkak lagi. Jadi ingat kalau dulu Bapakku pernah operasi amandel sewaktu dia masih kuliah di STT Jakarta, sekolahku saat ini juga di tahun 1970an. Di situlah dia pernah berkenalan dengan seorang perawat boru Girsang. Aku tahu cerita ini entah dari mana, aku pun tak tahu. Aku tidak tahu ke mana perginya kumpulan surat yang pernah Bapakku kirimkan ke Tua (Ibu dari Bapakku), dan juga kepada pacar-pacarnya (sepertinya banyak). Sepertinya Bapakku dulu punya kebiasaan menggunakan carbon copy  dari setiap surat yang dikirimnya. Aku pernah membaca beberapa surat yang dibundling oleh Bapakku dengan rapi dan waktu itu aku pernah menemukannya di dalam rak buku di rumah kami sekarang di Medan. Aku tidak tahu ke mana perginya kumpulan surat-surat itu. Apakah Mamak membuangnya ya? Atau menyembunyikannya?

Sepertinya aku sudah mulai ngalor ngidul. (Benar tidak sih istilah yang aku buat?) Tetapi memang karena aku tidak punya tujuan khusus untuk tulisan ini, aku memang akan menulis apa saja yang ada di kepalaku saat ini. Oh iya, saat ini aku sedang mendengarkan lagu Gita Gutawa yang berjudul "Parasit". Lagunya menarik. Entah kenapa aku jadi suka lagu ini. Ada hubungannya juga sih dengan seorang temanku yang tiba-tiba suka dengan lagu ini. Dia menyebut seorang temannya 'parasit' mengikuti lagu ini. Padahal kan orang yang dia maksudkan sebagai 'parasit' itu tidak se-parasit orang di lagu yang dinyanyikan Gita Gutawa ini. Hanya saja pada akhirnya aku mengerti kenapa dia menyebut orang itu parasit, karena dia menceritakan sesuatu tentang ke-parasit-an orang itu menurut versinya. Ah, cukup sudah. Ku kini sudah mulai gerah. Aku perlu oksigen untuk bernafas.

Ke topik lain. Tadi sore aku berbincang-bincang dengan seorang teman cewek yang dulu aku pernah suka. Dulu? Masih tidak ya? Ah, kalau pun masih, aku kini sudah mengerti bagaimana dia menanggapi seorang yang suka padanya. Dia tidak menyukai seorang cowok yang suka padanya dengan alasan 'karena kamu cantik'. Padahal itu kan biasanya menjadi alasanku suka terhadap seorang cewek. Walaupun tidak sedangkal itu, biasanya unsur utama aku menyukai seorang cewek ya karena alasan itu. I name myself as a shallow man for that. Kembali kepada pembicaraanku dengan temanku itu. Aku tiba-tiba mulai bisa berbicara bebas dengannya, dan dia pun sepertinya begitu, karena pembicaraan yang sempat aku lakukan dengannya beberapa hari yang lalu. Kami berbicara tentang seorang temanku yang sedang menyukainya. Aku sebenarnya serasa seperti tertusuk sewaktu dia mengatakan kalau dia kurang suka (atau bahkan sama sekali tidak suka) dengan alasan seorang cowok menyukainya karena melihat dia berubah menjadi lebih menarik karena sesuatu perubahan yang terjadi padanya. Apalagi hanya itu yang menjadi alasan seorang cowok menyukainya. Hmm.. Apakah semua cewek yang pernah aku suka seperti dia ya? Sepertinya sih begitu. Ah, tidak juga. Ah, tidak perlu dibahas sepertinya. Selain hal itu, aku dan dia juga berbicara tentang perasaanku terhadap seorang perempuan saat ini. Pernyataannya tentang ketidaksukaannya terhadap alasan seorang cowok menyukai dirinya sebenarnya terlontar juga dari perempuan yang -sebut saja- saya suka saat ini. Itu memang membuat diriku berpikir ulang. Do I really like her?  Walaupun aku punya alasan lain selain karena perempuan yang aku suka itu cantik, aku pikir itu pun masih alasan dangkal juga. Tunggu, aku kan tidak berbicara tentang ini dengan temanku itu.

Beberapa hari lalu, ketika aku pertama kali berbicara berdua dengannya, aku dianjurkannya untuk melakukan sebuah tips yang aku sendiri tidak bisa membahasakan ulang kembali. Hmmm.. Let me remember what she said. Ah, aku lupa. Tetapi ada satu hal yang aku paling ingat dari ucapannya. Dia berkomentar tentang lagu Pupus yang berbunyi, "baru ku sadari, cintaku bertepuk sebelah tangan.." "Jangan jadikan ini sebagai theme song cinta lo! Jadikan yang tadi gue bilang ke lo menjadi theme song di kepala lo!" Dia sebelumnya menyebut theme song buatnya adalah, "aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku, meski kau tak cinta." Apa lagi ya kemarin tips dari dia? Aku juga agak lupa, tetapi menurutku sangat menarik dan cukup mengubah pandanganku tentang menyukai seseorang (aku tidak atau belum berani memakai istilah mencintai).

Pembicaraan kami tadi sebenarnya pembicaraan mengenai seorang temanku yang menyukainya. Hmmm.. Aku mengerti apa yang sebenarnya diinginkannya. Aku belum bisa menyampaikan apa yang tadi aku bicarakan dengannya kepada temanku yang menyukainya. Lagipula dia juga sudah mempunyai seseorang di hatinya. Siapa ya? Aku juga jadi penasaran.

Aku sepertinya di sini malah menjadi membicarakan perasaan suka terhadap seseorang. Sudah lama memang aku tidak menulis lagi tentang perasaan suka. Aku lebih memilih menggunakan istilah jatuh suka daripada istilah jatuh cinta.

Ah, aku jadi ingat apa yang aku bicarakan dengan temanku itu. More than words. Intinya sih itu.

Kembali ke perasaan suka. Aku suka padanya. That's it. Dia sudah tahu. Now what?

(Note:Tulisan ini dibuat dalam keadaan cukup mengantuk)

KGJ
13 Oktober 2009
01:00

Monday, August 4, 2008

Sedang Kesal

Teman, kau memang memuakkan. Kau juga makin menjengkelkan.

Teman, kau memang benar-benar sakit. Itu tak perlu diragukan lagi.

Teman, kau memang ingin selalu menjadi pusat perhatian. Akan tetapi kau memang tak tahu diri. Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak membuat acara perpisahan segala? Tanpa tahu malu kamu menyusahkan mereka, dan jujur kau juga menyusahkan aku. Kau pikir karena kau punya uang maka kau boleh-boleh saja menyusahkan mereka?

Aduh, Teman. Sakit kepalaku jadinya memikirkan ulahmu. Sakit hatiku. Tetapi, akankah kau menyadarinya? Dirimu yang sepertinya tak punya rasa bersalah lagi pasti tak akan menyadarinya. Andai kau menyadarinya, kau pasti akan melancarkan pembelaan-pembelaanmu. Kebohongan apa lagi yang akan kau ucapkan dalam pembelaanmu?

Teman, aku benar-benar muak dengan tingkah lakumu. Semoga Tuhan tidak mempertemukan kita lagi dalam satu kelompok.

Sial, kepalaku jadi benar-benar sakit.

Jurnal ini kutulis di hapeku, di dalam diamku, duduk menyendiri di beranda belakang Sanggar menunggu acara-perpisahan-yang-seharusnya-tak-ada yang diatur "temanku" seenak jidatnya dengan alasan yang mengatur adalah orang Sanggar.

Ditulis karena sedang kesal.

Sanggar Ciliwung Merdeka, 4 Agustus 2008
18:43

Tuesday, July 22, 2008

Mengapa, Teman?

Teman, mengapa dirimu hanya ingin memamerkan kemampuanmu bermain alat musik? Tidak tahukah kamu kalau kita datang ke sini bukan untuk itu?

Teman, ini waktunya rapat. Mengapa tanganmu tidak mau berhenti memainkan gitar itu? Mengapa pula tanganmu tetap jahil memainkan keyboard padahal kamu sudah diminta untuk menghentikan permainan musikmu?

Teman, ini waktunya pemeriksaan kesehatan oleh dokter. Tidakkah kau menyadari permainan gitarmu bisa mengganggu kelancaran komunikasi antara dokter dan pasien?

Teman, mengapa pula dirimu selalu terlihat tak membantu? Di mataku dirimu hanya bisa banyak bicara dan tebar pesona.

Ah, aku mau bilang apa. Begitulah adanya dirimu. Memuakkan. Tinggal beberapa hari ini, kok. Semoga dirimu tidak semakin membuatku muak.

Friday, February 23, 2007

Hi.. Selamat ulang tahun ya..

Hi, Thia. Selamat ulang tahun ya..

Itulah isi sms yang gue kirim tadi pagi ke seorang teman gue yang berulangtahun hari ini. Cuma itu aja isinya? Yup.. Gue gak pernah niat lagi untuk mengirim sms ucapan selamat -whatever selamat- dengan sms lucu -begitu istilah yang sering gue dengar. Selain itu, gue sepertinya hanya menjadi orang yang berusaha selalu mengingat ulang tahun teman-teman gue dan mengirimkan ucapan selamat lewat sms, tetapi hanya satu atau dua orang dari mereka yang melakukan hal yang sebaliknya buat gue.

Gue juga sebenarnya bingung, kalau tidak suka mengirimkan sms lucu -atau apakah lebih cocok dibilang menarik- ke teman-teman gue yang berulangtahun, bagaimana lagi isinya kalau gak sesederhana seperti yang gue kirimkan tadi pagi ke teman gue. Betul? Atau lebih baik tidak mengirimkan sms sama sekali?


Friday, January 26, 2007

ilovevontho

Kalimat itu belum pernah keluar dari mulut seorang perempuan manapun di dunia ini. Tetapi beberapa teman gue yang cowok sudah sering mengakui ilovevontho. Bukan dengan mulut mereka, tetapi dengan tangan mereka.


Ini bukan narsis. ilovevontho memang kalimat yang teman-teman gue harus ketik setiap ingin menggunakan komputer teman sekontrakan gue. Yup.. Itu adalah password log-in ke komputer Armand, si empunya komputer. Bagaimana datang?


Begini ceritanya.. Dulu si Armand ini membuat passwordnya dengan kalimat yang menggunakan kata "love" juga, tepatnya "armandlove*****". Nah, pada saat itu dia sedang dekat dengan seorang perempuan di kampus kami. (Si 5* itu di Bandung). Terus perempuan yang sedang dekat dengan dia ini, sebut saja G, sering ingin menggunakan komputer si Armand. Berbuahlah ide untuk mengganti password komputernya. Supaya enak aja, gitu.. Kan gak enak bilang ke G, "Eh, password komputer gue 'armandlove*****', kalau mau pake komputer gue, pake aja." (Sebelumnya si Armand sendiri atau salah satu dari kami anak kontrakan yang tahu passwordnya yang melog-in komputer si Armand jika G mau pake komputer si Armand.)


Saat itu, dirikulah yang memberikan ide untuk mengganti passwordnya. Setelah berpikir dengan tidak terlalu keras dan tidak terlalu panjang, ilovevontho lah yang menjadi password komputer Armand, hingga hari ini.


Lalu, tadi si Hans juga sepertinya ingin menggunakan ilovevontho untuk dijadiin password emailnya. "Soalnya gue lupa terus password emailku. Masa tiap mau log-in, gue harus ganti password mulu."


Susah mengingat password? Coba Anda ganti password Anda menjadi ilovevontho.


*****: maaf harus disensor..

Thursday, January 25, 2007

Jonges Will Love This Kokoronotomo

Link


Link ini gue temukan secara tidak sengaja ketika browsing di My Multiply gue. Ini adalah lagu kesukaan teman gue Yosev a.k.a. Jonges. Jong, I bet you will love this song..

Tuesday, December 5, 2006

Jeremia Goblog II

        

         paper....ups, papers brengsek ini menghalangi kenikmatan hidup aja cooooy!!

         ya ngga njingz.....ya kan?ya donk....

 

ntah apa yang dipikirkan teman gue sewaktu minggu tenang UAS semester 3 yang lalu.. tiba-tiba aja besok paginya gue temuin tulisan itu di Notepad komputer gue lagi.. dasar Jeremia gobloooog...

Saturday, September 23, 2006

Di Tempat Lain Juga Ada

"Ada sukacita di sini?"



"Di tempat lain juga ada."





ini cerita teman gue, Stepanus, waktu menghadiri sebuah KKR di Istora Senayan..




Saturday, September 16, 2006

Menjauh


Gue bukan orang yang mudah bergaul dengan orang lain. Buktinya, gue hanya punya teman sedikit dan tak punya teman dekat. (Poor me, isn't it?) Intinya sih gue gak gaul gitu lho..





Pada umumnya gue hanya bisa
berteman dengan orang-orang yang secara institusi harus menjadi teman
gue. (Istilah institusi-nya itu lho...) Contohnya, teman sekelas. Bisa
aja dulu gue gak kenal dia walaupun gue pernah ketemu sebelumnya.
Tetapi karena kami sekelas, dia menjadi teman gue dan gue kenal dia.
At least know his/her name. Dan setidaknya gue pernah ngomong ama dia.





Sebulan lalu kan ada OSMABA.
Kebetulan gue termasuk panitia. (Yang harus bertanggungjawab atas
masuknya nama gue di panitia ini adalah Jeremia dan Armand.) Bisa
dibilang hal ini sebenarnya menguntungkan juga, karena gue bisa
melebarkan sayap pergaulan gue yang terlalu sempit itu.






Memang pada waktu OSMABA
berlangsung, dimulai dari Briefing tanggal 11 Agustus 2006 sampai
pelaksanaan OSMABA sendiri (14-18 Agustus 2006), gue bisa menganggap
diri gue ini punya teman-teman baru. Maklum, orang-orang (esp
senior-senior gue) yang selama ini tak pernah gue ajak ngomong atau
bahkan tak pernah gue sapa, pada masa OSMABA kemarin bisa gue ajak
ngomong, terutama senior yang termasuk dalam panitia.






Hanya saja.. Keadaan berubah..
Gue yang selama OSMABA dikenal sebagai panitia paling gak jelas karena
kerjaan gue ngambil foto melulu, sekitar seminggu kemudian berubah
menjadi orang yang dikenal karena kesalahan yang gue buat di blog entry
gue yang katanya gue buat di Google.






Karena kesalahan gue itu, gue
mencap buruk diri gue sendiri. Gue takut datang ke kampus hanya karena
kesalahan bodoh itu. Alhasil, gue pun berupaya menjauh dari orang-orang
di kampus gue terutama teman-teman baru gue di panitia OSMABA.






Gue juga berusaha sebisa
mungkin untuk tidak bertemu mereka. Kalaupun harus bertemu dengan
mereka, mereka yang selama ini gue sering sapa atau ajak ngobrol selama
bersama-sama di panitia OSMABA, malah gue perlakukan seperti gue
memperlakukan orang yang belum gue kenal.
What a fool, isn't it?
Dalam pikiran gue, mereka-mereka yang kenal dengan gue lah yang
kemungkinan bertanya atau mengkonfirmasi kesalahan yang telah aku buat
itu. Itulah sebabnya gue berusaha menjauh dari mereka.






Apa di dalam neraka yang gue pikirkan? (terjemahan bebas dari "What in the hell I was thinking?")
Yang ada dalam pikiran gue saat itu adalah sebagai berikut: Mereka tahu
mengenai kesalahan yang gue buat. Mereka pasti menganggap gue ini orang
bodoh membuat kesalahan seperti itu. Mereka pasti mencap buruk gue.
Those are all I was thinking. Mungkin sampai saat ini masih.






Gue memang tidak tahu apa yang
ada di dalam pikiran orang-orang yang gue maksud dalam tulisan gue ini.
Mungkin saja pikiran gue mengenai apa yang mereka pikirkan ternyata
salah.






(Tulisan ini memang kacau
sekali. Intinya tidak jelas. Sistematika penulisannya juga sangat
kacau. Logikanya juga mungkin berantakan. Saya pikir Anda akan
berpendapat sama jika Anda membaca keseluruhan tulisan ini. Dan tulisan
ini pun berakhir dengan gantung...
Wanna help me to make the end of the story? Or to rearrange the story?)





Kalasan Dalam 44B, Jakarta


14:11


17 September 2006


DAY-8174