Pages

Showing posts with label komputer. Show all posts
Showing posts with label komputer. Show all posts

Thursday, February 21, 2008

tuvussr.dll sialan

Kemarin malam gue baru aja mendownload update antivirus gue. Sampai di rumah, gue langsung update antivirus gue. Eh, ternyata malah menimbulkan masalah. Begitu terupdate, sebuah window muncul. Window tersebut berasal dari program antivirus gue. Sebuah trojan ternyata telah menginfeksi komputer gue. Nama filenya adalah tuvussr.dll.

Dan ternyata file tersebut tidak bisa didelete karena berasosiasi dengan file sangat penting di Windows XP, yaitu winlogon.exe.

Setelah mencoba full-scan, ternyata file tersebut tidak bisa juga dihapus. Bisa jadi karena file tersebut masih dibuka oleh winlogon.exe. Menghentikan winlogon.exe? Itu sama saja membunuh komputernya.

Setelah beberapa kali gue restart, komputer gue ternyata malah jadi semakin sibuk. Hanya gara-gara proses winlogon.exe menjadi proses yang paling banyak memakan CPU time. Gara-gara proses ini, grafik proses CPU sudah persis alat grafik detak jantung di rumahsakit. Naik turun secara teratur.

Nah, ini gue lagi mencari tahu gimana caranya menghancurkan tuvussr.dll. Cari di Google (silahkan coba sendiri pake keyword tuvussr.dll), hasilnya hanya sedikit. Dari semua hasil search, ada satu yang menawarkan jawaban. Hanya saja terlalu panjang untuk diikuti. Ada pula software yang menawarkan bisa menghapus varian trojan tersebut. Hanya saja harus bayar.

Sekarang, apa yang bisa aku lakukan? Ada yang bisa bantu saya? Ada yang punya ide? Ada yang punya saran? Gue dan seisi rumah kami butuh komputer gue kembali normal.

Saturday, March 10, 2007

Gue(?) Beli Laptop Asus A6


Gue barusan balik dari pameran komputer (Mega Bazaar apa gitu..) di Jakarta Convention Center. Tadi gue menemani seorang senior gue untuk beli laptop.


Singkat cerita.. Budget maksimal senior gue itu 6 juta. Setelah keliling hanya beberapa saat, gue langsung ngambil kesimpulan kalau yang dijual di sana hanya laptop dengan prosesor Intel® Celeron (M) atau Centrino Duo (gak ada yang Centrino doang). Berhubung budget hanya di bawah 6 juta, maka Centrino Duo tak terjangkau. Maklum, Centrino Duo minimal 7 jutaan deh (kayaknya).


Setelah gue ngambil keputusan (maklum, senior gue itu memang tidak tahu menahu tentang komputer), kami jadi membeli laptop di gerai Asus. Di spesifikasi standarnya sih RAM hanya 256MB. Tak minta 512MB. Dihitung-hitung, Mbak Endah-nya ngasi 5,93 juta. Deal..


Permasalahan muncul ketika harus mau membayar. Senior gue itu hanya punya kartu ATM BII dan katanya tak bisa debit pula. Makanya harus mencari ATM BII. Setelah keliling sebentar, akhirnya gue menawarkan diri untuk mengambil uangnya di ATM BII di Plaza Semanggi. (Gue pun jalan kaki pergi pulang dari JCC ke Plangi walaupun sebenarnya bisa naik bus.) Setelah menarik 3 kali 1,5 juta, ternyata penarikan 1,5 juta terakhir tidak bisa dilakukan. Gue pun ingat kalau ternyata rata-rata penarikan maksimum di ATM itu 5 juta. Setelah ber-sms-an, gue ngambil duit gue untuk nambahin sisanya.


Di perjalanan pulang, gue ngesms Mbak Endah-nya (dia sempat kasi kartu namanya ke gue). Nanya bisa gak hanya 5,9 juta. Eh, dia nelepon dan bilang bisa. Lalu kami pun ke gerai Asus lagi setelah Mbak Endah-nya selesai makan.


Barang diambil. Nah, saya kira memorinya diupgrade jadi 512MB. Ternyata, memori yang 256MB dibiarkan di dalam, dan ditambah yang 512MB. Jadi deh total memorinya 768MB. (Lumayan juga tuh, karena masih bersisa 640MB karena 128 dipake untuk VGA.) Lalu, OS (bajakan tentunya) di-install beserta segala jenis software (bajakan juga tentunya, kecuali software Asus dan Nero). Sementara teknisi melakukan peng-install-an transaksi pun dilakukan. The installing thing took almost 2 hours to get all things done (include download Norton Antivirus updater).


Kami pun pulang.. naik 213.


Dan inilah spesifikasi Asus A6Rp18CX yang tadi gue(?) beli:
Intel® Celeron(M)440 1,86GHz, 633(MB?)FSB
ATI Express 200M (128 shared VGA)
15,4" WXGA
HD80GB
4 in 1 card reader
1,3 MP Web Camera
DVD Combo
(bonus mouse optik Asus+tas laptop)


So, how's that?


Monday, February 12, 2007

(karena hujan deras?)Tanpa G, H, dan Spasi™


jjjjjjjjjjjjjjjjjjqwertyuiop[;lkjjfasdfzxcvbnm,/1234567890-=\OOOO
iiiiifjklajf;ajksldfj;lasjdfljsl;fj;alsjdfl;aj;sldfjl;aj;iiuu

Beiniliatulisantanpaadauru,,dantanpaspasi
inilauruf-urufyanadadikeyboardkusekaran
1234567890-=\
qwertyuiop[]
asdfjkl;zxcvbnm,./
keypadnya:
123456789/*-+


beokan

Ini karena hujan deras beberapa waktu yang lalu.
Banjir memang gak sudi masuk ke kontrakan kami.
Tetapi yang namanya air hujan menetes dari asbes kamarku menjadi keharusan kala hujan jatuh dengan lebatnya.

Ini karena hujan deras beberapa waktu yang lalu.
Keyboard komputerku rusak.
Aku sudah berusaha memperbaikinya.
Tetapi tetap tidak dapat berfungsi dengan baik.
Tulisan di atas adalah hasilnya.
Tanpa huruf h, g, dan spasi, mau apa lagi dengan keyboard itu?

Ini karena hujan deras beberapa waktu yang lalu.
Keyboardku rusak.
Terpaksa ku ganti yang baru.
Ku beli keyboard yang sekalian dengan mouse optik bermerk Logitech seharga 185 ribu supaya ku bisa menggunakan komputerku dengan normal kembali.

Dan ini semua karena hujan deras beberapa waktu yang lalu?



Friday, January 26, 2007

ilovevontho

Kalimat itu belum pernah keluar dari mulut seorang perempuan manapun di dunia ini. Tetapi beberapa teman gue yang cowok sudah sering mengakui ilovevontho. Bukan dengan mulut mereka, tetapi dengan tangan mereka.


Ini bukan narsis. ilovevontho memang kalimat yang teman-teman gue harus ketik setiap ingin menggunakan komputer teman sekontrakan gue. Yup.. Itu adalah password log-in ke komputer Armand, si empunya komputer. Bagaimana datang?


Begini ceritanya.. Dulu si Armand ini membuat passwordnya dengan kalimat yang menggunakan kata "love" juga, tepatnya "armandlove*****". Nah, pada saat itu dia sedang dekat dengan seorang perempuan di kampus kami. (Si 5* itu di Bandung). Terus perempuan yang sedang dekat dengan dia ini, sebut saja G, sering ingin menggunakan komputer si Armand. Berbuahlah ide untuk mengganti password komputernya. Supaya enak aja, gitu.. Kan gak enak bilang ke G, "Eh, password komputer gue 'armandlove*****', kalau mau pake komputer gue, pake aja." (Sebelumnya si Armand sendiri atau salah satu dari kami anak kontrakan yang tahu passwordnya yang melog-in komputer si Armand jika G mau pake komputer si Armand.)


Saat itu, dirikulah yang memberikan ide untuk mengganti passwordnya. Setelah berpikir dengan tidak terlalu keras dan tidak terlalu panjang, ilovevontho lah yang menjadi password komputer Armand, hingga hari ini.


Lalu, tadi si Hans juga sepertinya ingin menggunakan ilovevontho untuk dijadiin password emailnya. "Soalnya gue lupa terus password emailku. Masa tiap mau log-in, gue harus ganti password mulu."


Susah mengingat password? Coba Anda ganti password Anda menjadi ilovevontho.


*****: maaf harus disensor..

Thursday, October 5, 2006

Install Ulang Windows

Hari ini gue terpaksa menginstall ulang Windows XP Professional yang terpasang di komputer gue. Mengapa terpaksa?



Tadi pagi, di layar komputer gue ada tulisan yang bilang salah satu
file system di folder WINDOWS/system corrupt atau missing sewaktu gue
coba booting ulang komputer gue. Di layar itu juga disertakan
rekomendasi untuk memperbaiki masalah booting komputer gue yang gagal.
Rekomendasinya adalah booting ulang komputer gue dengan CD Windows XP
Professional di dalam CD-ROM dan tekan "r" ketika jendela Setup Windows
XP Professionalnya muncul untuk mencoba repair.



Permasalahannya gue gak punya CD Windows XP Professional yang bootable.
Gue aja baru tahu kemarin malam di mana CD WinXP -gak bootable- gue
yang selama ini gue cari. Ternyata selama ini ada sama teman gue.
(Padahal sebelumnya dia udah pernah deh gue tanya, dan waktu itu dia
bilang gak ada.) Gue baru minta dia untuk mengembalikan CD itu
secepatnya setelah terdapat pesan yang gak gue inginkan itu muncul di
layar komputer gue.



Gue pun mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk mengembalikan
keadaan komputer gue bisa menjadi seperti semula lagi, yaitu bisa
digunakan.



Singkat cerita, inilah hal-hal yang gue lakukan tadi:


  • pergi ke PKM untuk tanya Mas Chandra apakah dia punya CD Windows
    XP. Hasil: Ada, tetapi sedang dipakai. Itu juga WinXP Service Pack 2.
    Gue butuhnya yang Service Pack 1, karena gue pengen coba repair aja.

  • pulang ke rumah

  • pergi ke kampus lagi dengan membawa CD-RW yang berisi, disket
    putih dari kamar Armand. Tujuan: membuat disket Startup Windows 98 dan
    lalu membuat CD bootable dengan isinya adalah Startup Disk Windows 98.

  • mencari orang yang memakai Windows 98. Hasil: Miss Susanne gak
    bawa floppy drive laptopnya. Komputer perpustakaan untuk mencari buku
    memakai Windows 98 dan bisa dipakai untuk membuat Startup Disk. Hanya,
    disket putih yang gue bawa ternyata rusak.

  • pinjam disket bagus ke Armand. Hasil: Dikasih pinjam dong. Sekontrakan, gitu. Tetapi datanya harus dipindahkan.

  • pergi ke PKM lagi. Tujuan: Memindahkan data dari disket Armand ke
    flashdisk gue dan juga mencoba Windows 98 yang ada di PKM apakah bisa
    membuat Startup Disk Windows 98 atau tidak. Data berhasil dipindahkan.
    Tetapi, Windows 98 nya tidak bisa membuat Startup Disk Windows 98.

  • pergi ke perpustakaan lagi. Tujuan: Membuat Startup Disk Windows
    98 di komputer tempat mencari buku. Hasil: Berhasil. Berhasil. Hore..

  • pergi ke PKM lagi (tempat Mas Chandra). Tujuan: Membuat CD
    bootable dengan isinya adalah Startup Disk Windows 98. Hasil: Mas
    Chandra jadinya mengkopi CD Windows 98 bootable ke CD-RW gue. (Oiya,
    gue berusaha untuk membuat Startup Disk Windows 98 ke dalam bentuk CD
    karena floppy drive gue memang bermasalah.)

  • ke Dempo. Tujuan: memompa ban sepeda Hans. Hasil: Gue harus bayar
    1000 untuk mengisi angin kedua ban sepeda teman sekontrakan gue yang
    sepertinya orang yang paling sering memakainya adalah gue.

  • ke kostan Stephen. Tujuan: meminta CD Windows XP gue. Hasil:
    Orangnya ada di rumah. CDnya juga ada. Tetapi sepertinya kalau aku
    menunggu sampai dia yang mengantar ke rumah kami, sekarang belum tentu
    gue bisa mengetik tulisan ini.

  • balik ke rumah.

  • hidupin komputer.

  • masukin CD Windows 98 bootable. Berhasil..

  • masukin CD Windows XP gue. Jalanin winnt.exe di folder I386.
    Setup Windows XP gak berhasil dibuka. Soale gue pake file system NTFS
    di C: gue. Jadi, there was no space for swap file.

  • dengan berat hati, gue jalanin fdisk.

  • delete primary partition.

  • create new primary partition. Use all available space for the partition.

  • gue coba format. Kok gak berhasil, ya? Mungkin di CD Windows 98
    bootable itu tidak dilengkapi FORMAT.COM. Bahkan sepertinya komputer
    gue gak ngerti perintah "restart". Padahal biasanya, kalau pakai disket
    Startup Windows 98, bisa.

  • gue pun mencoba disket Startup Windows 98 di floppy drive gue yang bermasalah. Hasil: Berhasil.. Berhasil.. Horeee..

  • format c:<ENTER>

  • Y<ENTER>

  • Formatting...100%

  • GIVENDRA<ENTER>

  • d:<ENTER>

  • cd i386<ENTER>

  • winnt<ENTER>

  • F3

  • gue keluarin CD Windows XP gue, lalu gue masukin CD Windows 98 gue.

  • cd..<ENTER>

  • cd win98<ENTER>

  • smartdrv<ENTER>

  • smartdrv<ENTER>

  • gue keluarin CD Windows 98 gue, lalu gue masukin CD Windows XP gue.

  • cd..<ENTER>

  • cd i386<ENTER>

  • winnt<ENTER>


Proses pengkopian file memakan waktu cukup lama karena CD Windows XP
gue sudah rusak berat. Bahkan banyak file yang gue Skip atau Ignore
karena tidak berhasil dikopi.



Pada akhirnya proses install ulang Windows gue selesai sekitar pukul
18.00 setelah tadi dimulai sekitar pukul 15.00. Lama banget nih.
Padahal biasanya, kalau hanya untuk install ulang Windowsnya doang,
cuma butuh waktu kurang lebih 1 jam.



Setelah Windowsnya, driver-driver dan software-software pendukung pun
harus diinstall. Setelah menginstall driver sound dan VGA card, gue
menginstall software-software penting untuk kehidupan gue berkomputer.
Karena mentahan semua software penting udah ada di harddisk gue, proses
install Norton Antivirus 2005, Microsoft Office 2003, Macromedia
Dreamweaver dan Fireworks MX, Winamp 5.11, dan browser Opera hanya
butuh waktu kurang dari 1 jam. Jam 20.00 lewat aja gue udah
mindah-mindahin file-file yang gue tulis beberapa hari sebelumnya ke
flashdisk gue untuk gue posting di multiply.



Yah, begitulah cerita mengenai install ulang Windows gue hari ini,
install ulang Windows pertama yang gue lakukan setelah Mei 2005.



Tulisan ini mulai gue tulis tadi pada
pukul 23:30 tanggal 4 Oktober 2006, dan baru selesai pada pukul 00:40
tanggal 5 Oktober 2006.




Kalasan Dalam 44B, Jakarta

00:40

5 Oktober 2006

DAY-8192



Wednesday, May 10, 2006

Virus Mampus

Ini baru namanya mampus.

Sekarang memang minggu tenang. Namanya aja sih minggu tenang. Tetapi seharusnya tidak boleh dihadapi dengan tenang, apalagi tenang-tenang. Masalahnya, gue adalah salah satu (mungkin satu-satunya) orang yang tenang-tenang menghadapi minggu tenang ini. Paper ada dua buah yang harus diselesaikan, yaitu paper Liturgika dan mini-skripsi Bahasa Indonesia. Jangan tanyakan padaku sudah sampai di mana gue mengerjakannya, karena sampai sekarang gue masih bingung. Padahal Liturgika dikumpul Senin depan dan Bahasa Indonesia dikumpul Rabu depan. Kalau Liturgika sih bisa dikit aja asal ngena isinya. Bahasa Indonesia? Namanya juga mini-skripsi. Mesti banyak dong jumlah halamannya. Paling tidak 10-15 halaman. Mampus deh?!

Tadi pagi aku dikejutkan oleh adanya orang yang menelepon gue ke asrama. Tumben? Ternyata teman seangkatan gue. Cewek. Si Maria. Punya masalah dengan flash-disknya yang gak bisa diapa-apain. "Aku gak ngerti. Soalnya belum pernah mengalami seperti itu." That's what I said to her. Aku pun menyuruh dia datang ke asrama.

Tak lama, dia dan Rael dan juga Merry udah tiba di asrama gue. Gue buka di komputer gue. Found the problems. Membaca filenya sih bisa, tetapi menghapus filenya dan sebagainya yang berhubungan dengan menambah atau mengurangi jumah file di dalam flash-disknya tidak bisa dilakukan. The disk is write protected. Write protected gimana? Memang flash disk ada yang pake write protect? Terus terperangahlah gue karena melihat ternyata isi flash disknya dia berisi file berikon MS Word tetapi ternyata berekstensi *.exe. Virus.. Selamat datang...

Pulanglah mereka. Dengan flash disknya ditinggalin ke gue karena gue pikir masalahnya sesederhana file aslinya disembunyiin ama virus itu dan bisa dilihat dengan sedikit utak-atik di Folder Options. Eh, ternyata tidak bisa.

Tak lama berlalu, Rael pun menelepon. "File Word di laptopnya Irma dan Putri udah gak bisa dibuka lagi. Gue datang ke situ ya?"

Rael pun datang ke asrama gue. Dia membawa dua buah laptop di tas ranselnya. Gue utak-atik sebentar. Gue nyerah.. Norton Antivirus gak bisa menghapus file *.exe jahanam yang ada di laptop Irma, yang berarti di laptop Putri juga gak bisa dihapus dengan antivirus. Gue memang bisa ngakalin untuk bisa lihat file *.doc aslinya. Tapi isinya udah gak normal juga. Kalau gue hapus semua *.exe nya, ntar malah berabe. Makanya gue sekarang ke internet untuk nyari update terbaru. Terus nanyain di dunia maya ini apakah sudah ada antivirusnya, atau cara mengatasinya. Tetapi sepertinya tuh virus juga belum beredar dengan baik. (ini pikiran GOBLOG)

Jika saja antivirus terhadap virus buatan orang Indonesia yang "concern" terhadap Indonesia ini cepat ditemukan. Jika tidak, bisa mampus tuh teman gue si Irma yang sudah nyelesain paper Liturgikanya dan file MS Wordnya gak bisa kebuka gara-gara virus jahanam itu.

Gila, download progress untuk update antivirusnya masih 50%?
Mampus deh.. Mana tugas gue belum ada yang selesai.. Terus barusan ada sms dari Theofanny. "Eh. u da dmn?g da di dempo neh..cpt kesini,bantuin g bikin tabel.ga pk lama=>"

WOIIIIII!!!! Bisa mampus beneran nih gue?!

Warnet Choy, Proklamasi, Jakarta
14:56
10 Mei 2006
DAY8044

Sunday, April 2, 2006

Ketahuan Deh

Entah angin apa yang mengakibatkan Jeremia bertanya siapa cewek yang lagi gue suka sekarang. Teman seasrama gue yang sekarang menghuni kamar 12 ini memang sering cengin* gue dengan Grice hanya karena dulu waktu semester 1 aku pernah nganterin Grice ke Alfa yang gak jauh dari asrama. Padahal hanya sekali lho. Terus, sekarang ketika Armand, teman seasrama gue juga, lagi ngedeketin Grice, Jeremia juga cengin gue. "Ada yang cemburu nih?" ucapnya suatu ketika Armand dan Grice duduk berdekatan di kelas. Gue cuma bisa tersenyum melihat tingkah teman gue yang satu ini.

Suatu waktu di semester dua ini dia bertanya lagi. "Siapa sih cewe yang lagi loe suka?" tanyanya setengah serius dan setengah bercanda. Aku jelasin ke dia kalau sekarang gue memang lagi gak suka sama siapa-siapa, paling sekadar suka yang masih di bawah suka (memang ada? kalau ada istilahnya apaan? apakah ini yang disebut naksir. tapi saat ini gue gak mau deh dibilang lagi naksir sama seseorang). Terus, kalaupun ada pasti bukan teman seangkatan. Dari pengalamanku selama ini memang jarang sekali aku menyukai teman seangkatan. "Berarti senior nih? Angkatan apa?" Gila nih anak, pikirku. Segitu pengen tahunya kah dia? Kalau aku kasih tahu angkatan apa, ntar dia pasti nanya satu-satu yang mana di antara nama-nama yang mungkin dia bisa sebutkan. Aku pun tak menyebutkan nama angkatannya.

Dengan seorang teman gue yang lain aku gak sengaja malah bilang kalau cewek yang gue bingung gue naksir atau suka sekarang itu adalah anak angkatan MIRAS (silahkan shock mendengar nama angkatan tersebut), atau anak tingkat 3 sekarang di kampusku. Daniel, orang yang gue bilang hal tersebut, waktu itu memang menyuguhkan nama-nama anak MIRAS satu-persatu. Tetapi ternyata nama yang disuguhkannya tidak ada satupun yang benar. Dia malah lebih memilih untuk menebak kalau cewek anak MIRAS yang gue taksir adalah Gebby. Padahal kan bukan dia.

***

Di salah satu waktu setelah makan malam di minggu lalu, tiba-tiba Jeremia menghampiriku setelah dia selesai makan.
"Loe suka ama Kak Yuli, ya?"
Aku tersenyum dan lalu bertanya ke dia, "Kak Yuli Talang maksud loe?" Mentor Asrama Putri STTJ yang terletak di Jalan Talang memang bernama Yuli.
"Iya, yang mana lagi? Ha..ha..ha..iya kan?"
"Bukan kali. Kalau yang namanya Yuli itu senior gue di STT Telkom dulu," jawabku tanpa ekspresi. Aku jadi bingung kenapa dia malah menebak nama itu. Apa gara-gara label kuning di binderku itu?

"Terus siapa dong?" Tak mendapat jawaban dariku, dia malah melakukan hal yang menurutku cukup gila. Di ruang makan yang masih dipenuhi banyak anak-anak asrama, dia malah membuat pengumuman. "Teman-teman, Vontho suka ama salah satu senior kita. Tapi dia gak mau kasi tahu siapa." Parah nih anak, pikirku. Langsung saja pengumuman itu disambut teman-teman yang lain dengan suara "...cieeeeeeee..."
"Siapa sih vontho?" Untuk membuat mereka diam, aku pun menjawab. "Bang Daniel." Daniel Manalu adalah senior kami, tingkat 3, yang tinggal di asrama. Eh, si Manalu seperti malu-malu gue bilang gitu. Padahal kan gue bilang nama dia supaya memenuhi kriteria "senior" dan supaya yang lain pada gak ngebahas.

"Ah, Supit nih. Kayaknya vontho suka ama Supit nih," terdengar ocehan Jeremia sambil berjalan ke arah dapur. "Gloria Supit.. Gloria Supit.." masih Jeremia dan kali ini dia memplesetkan salah satu lagu yang kami nyanyikan di kelas Paduan Suara, Gloria Adios. Oh, no.. Jangan dibahas lagi dong, gumamku dalam hati.

Eh, si Daniel Gunawan nongol. "Oiya, ya. Masih ada Gloria Supit. Ah.. vontho..." Gue pun hanya bisa senyum-senyum saja...

***

Tak sengaja ataupun iseng atau apapun namanya (mungkin bisa dibilang bodoh), di salah satu waktu setelah makan pagi (mungkin) di minggu lalu, ada yang nanya password logon ke komputerku. "Vontho, passwordnya apaan?" tanya temanku yang mungkin adalah Yanto -lupa euy-. "Enak aja! Itu password untuk semua accountku. Emailku juga." Dan dengan entengnya, "itu juga nama cewek yang lagi aku suka." Gak mungkin dong aku kasih tau ke teman-temanku. Wong memang sengaja aku gak mau kasih tahu mereka dan itu memang password untuk beberapa accountku di internet. Aku pun ke kamarku, memasukkan passwordku yang memang nama cewek yang sedang aku taksir atau suka itu. Aku pun meninggalkannya memakai komputerku.

***

Jumat kemarin Daniel Gunawan masuk ke kamarku.
"Hidupin komputernya ya, Von?" tanyanya padaku yang sedang tidur-tiduran.
"Sok aja kalau tau passwordnya," jawabku enteng.
"Gue coba ya?"
"Sok.."

Diapun menekan tombol power komputerku. Tak berapa lama sudah muncul layar logon FBI Terminal (gue pake StyleXP2) dan terdengar lagu dari Winampku. Sebelumnya komputerku memang hanya aku hibernate aja. Dia pun mulai mengetik password yang ingin dia coba. Betapa terkejutnya aku ketika dia berhasil memasukkan password yang benar.

"Ha..Ha..Ha..Ha.." Daniel tertawa kegirangan. Bukan hanya karena dia tahu passwordku, tapi juga karena dia tahu siapa cewek yang aku taksir atau suka itu.

Parah, pikirku. "Dari mana lu tahu password gue? Lu liatin tangan gue ya selama ini waktu mengetik password?" Selama ini aku memang mengetik dengan sepuluh jari. Jadi agak sulit juga sih sebenarnya bagi orang untuk melihat apa yang aku ketik. Tapi siapa tahu, kan?
"Enak aja! Gue nyoba aja kaleee," ucapnya dengan nada setengah marah karena gue tuduh seperti itu.

Sialan.. Ketahuan deh.. Kenapa kemarin-kemarin gak aku ganti ya?

***

Sabtu kemarin Yanto mau pinjam komputerku. Kejadiannya hampir sama dengan kejadian Daniel. "Memang lu tahu passwordnya?" tanyaku ama Yanto. Dia pun memasukkan satu persatu huruf-huruf passwordku. Sialan, anak ini juga tahu. "Tahu dari mana lu? Dari Daniel ya?" Aku langsung menginterogasinya. "Nggak. Kan waktu itu lu ada bilang kalau passwordmu nama cewek yang lagi lu suka. Terus kemarin kan yang waktu di meja makan anak-anak pada bilangin kalau cewek yang lu suka itu Gloria Supit. Terus kemarin aku nyoba. Aku masukin, eh ternyata benar. Terus Robinson nyuruh gue matiin. 'Ntar kalau ketahuan ama vontho bisa mati lu' kata Robinson ama gue," Yanto menjelaskan dengan panjang lebar dan selengkap-lengkapnya.

Waduh.. Kok bisa jadi begini..

***

Barusan waktu gue mengetik ini Jeremia masuk ke kamar gue. Tulisan yang gue ketik di Notepad ini sebenarnya udah gue tutup sesaat sebelum dia keluar dari kamar Mentor -sebelah kamar gue- dan masuk ke kamar gue.
"Ngapain lu? Curhat tentang cewek itu, ya? Gue tahu lu nutup sesuatu sebelum gue masuk."
"Nggak." Boong nih. "Gue baru buka ini. Notepad."
"Coba buka yang barusan lu buka tadi!"
Aku pun membuka file notepad yang merupakan email dari Miss Susanne, dosen Bahasa Inggris gue di semester 1.
"Kok yang ini? Bukan yang ini." Nih anak kok sok tahu juga ya, pikirku. Dia hanya membaca sejenak email itu karena langsung aku tutup.
Sebelum dia keluar dia masih ngomong juga. "Ah, gue tahu. Supit kan?"

Gue sudah positif ketahuan ama Daniel, Yanto, dan Robinson. Tapi dengan Jeremia, gue gak tahu apakah dia benar-benar tahu atau cuma tahu-tahuan aja. Atau tempe?

Asrama Putra STTJ, Dempo 14, Jakarta
01:49
3 April 2006