Pages

Wednesday, March 9, 2005

Design Is Kinky

http://www.designiskinky.net
website keren dengan grafis yang lumayan bagus.. kalo mau lihat-lihat grafis bagus dan website lain yang keren, kunjungin ini aja.. terus di website ini ada Mugshot.. kumpulan photo-photo yang di submit pengunjung beserta dengan alamat website mereka.. aku bahkan uda pernah ngopy source code nya nih web buat bikin web kelasku.. just take a look around!

Tuesday, March 8, 2005

Undang-Undang Dokter

Tadi siang waktu aku keluar dari kost-kostanku, aku ngeliat sekilas iklan (antara di TransTV ama Metro TV) tentang program acara mereka yang mau ngebahas tentang seorang gadis yang meninggal karena malpraktek. Lagi? Mungkin pertanyaan ini cocok banget dilontarkan karena udah sering banget kejadian yang sama terjadi, tapi tak pernah ada dokter yang dianggap melakukan malpraktek dinyatakan bersalah. Aku dulu pernah dengar berita/acara yang membahas mengenai malpraktek. Dan selalu mereka (dokter) dinyatakan telah melakukan segala sesuatunya sesuai dengan prosedur. Dan sepertinya mereka itu gak akan pernah deh dinyatakan bersalah karena mereka mungkin sudah menganut Undang-Undang Dokter. Ini sebenarnya nyontek dari Undang-Undang Senior* yang dulu waktu aku baru mau masuk SMU dibacain ama seniorku di depan kelas.

Undang-Undang Dokter


Pasal 1

Dokter tidak pernah salah.

Pasal 2

Kalau dokter salah, tinjau kembali pasal 1.

Mungkin sebaiknya undang-undang ini diajukan ke DPR dan disahkan, jadi ketika ada kejadian malpraktek (lagi) keluarga yang jadi korban gak usah cape-cape lagi mo nuntut dokter. Wong dokter gak pernah salah.


* : kata "dokter" dalam Undang-Undang Dokter di atas tinggal diganti ama kata "senior"

Sunday, March 6, 2005

D-Chord 100

Rating:★★★★
Category:Computers & Electronics
Product Type: Other
Manufacturer:  FunTwist
MP3 Player
Voice Recorder
USB Flash Drive 512MB
FM Radio (Normal Band and Japan Band)
Operated with 1 battery AAA, estimated battery life 9 hours.
Voice recording for 35 hours

Kemarin (6 Mar '05) aku baru beli nih barang. Kurang memuaskannya karena ketika disambung ke speaker PCku, suaranya gak kencang. Tapi lumayanlah. Radionya lumayan juga, gak jelek. Kualitas voice recordingnya masih belum teruji. Tapi untuk MP3 player, kualitas suaranya kok bisa lebih bagus ya waktu aku dengar pake earphone nih barang daripada dengarin pake speaker PCku? Dengan kapasitas sebenarnya cuma 497 MB, lumayanlah untuk nyimpan file MP3 lebih dari 100 dengan kualitas bitrate rata-rata 128kbps.

Harganya (aku beli) Rp 830.000,00. Ditambah barang pendukungnya charger baterai dan baterai AAA, jumlah uang yang habis untuk nih barang Rp 1.050.000,00.

Nilai akhir nih barang gue kasih 4 skala 5. Mudah-mudahan nih barang awet..

Friday, March 4, 2005

Tapi Kalo Lagi Butuh Ada

Aku tadi jadi ingat perkataan dosen Mikroprosesor dan Antarmuka, Pak Agus Virgono, waktu aku tadi mau pinjam USB Drive punya teman sekostku. Teman sekostku, Hery, yang USB Drivenya sering kupinjam ternyata USBnya katanya lagi penuh. Sempat mikir apa aku gak seharusnya beli juga for my own. Soale nih barang sepertinya sudah barang kebutuhan pokok untuk bawa-bawa data. Apalagi aku suka download dan juga upload sesuatu klo ke warnet. Kayak nih tulisan, gak akan bisa deh terupload kalo gak pake media storage such as USB drive. Aku memang lebih milih pake USB daripada disket karena ntah kenapa disket yang terbaca di komputerku gak akan terbaca lagi di komputer orang lain. But at last aku jadi minjam USB Drive punya temanku yang di lantai 1, Desu.

Oiya, sebenarnya yang dibilang dosen aku itu sebenarnya seputar memiliki dan meminjam."Sepertinya hal terindah di dunia itu adalah gak punya, tapi kalo lagi butuh selalu ada", begitu kata Pak Agus Virgono. Dia memang ngomong gitu mengingat waktu dia kuliah dulu seperti itu, gak punya uang sendiri untuk beli buku. Akhirnya yah mungkin dia minjam dan jadi motto hidupnya mungkin. Walaupun gak punya, tapi pas lagi butuh ada.

Wah keren juga tuh kayaknya ditiru. Ha..ha..ha..ha..

Let There Be Love

Ini adalah daftar 10 lagu yang aku paling suka untuk beberapa waktu ini disertai alasannya:

  1. Oh How He You Love And Me (1:52) Lagu ini sebenarnya sudah sering aku dengar di Winamp-ku. Lagu ini sebenarnya hanya instrumen aja. Tapi karena kemarin aku dapatin lirik atau syairnya di kebaktian gereja tanggal 27 Februari 2005, jadi deh nih lagu berputar sambil aku nyanyiin liriknya. Bukan karena musiknya bagus aja, tapi liriknya memang bagus. Lihat aja di Lessons Of Love 2

  2. High & Dry by Jamie Cullum (4:47) Kalo lagu ini baru aja aku copy dari komputer temanku. Terakhir baru sadar kalau aku pernah lihat video clip nya lagu ini. Keren. Selain itu musiknya sih menurut aku agak ngejazz. Walaupun aku gak gitu suka jazz, tapi senang aja beberapa lagu jazz seperti nih lagu. Aku juga suka lagu recycle. Nah, lagu ini kan termasuk recycle juga. Kalo gak salah nih lagu sebenarnya lagunya Radio Head.

  3. What A Wonderful World by Louis Armstrong (2:18) Suka nih lagu karena dulu sering dengar lagu klasik di radio waktu masih di Medan. Pernah dengar juga lagu ini dinyayiin di Tembang Kenangannya Indosiar. Dan mungkin bisa dibilang gak gitu ngaruh, tapi lagu ini juga kayaknya lagu yang sering dinyanyiin ama Bill Saragih, pemusik jazz Indonesia, yang nama belakangnya sama dengan nama belakangku. Gak ngaruh kali ya? Tapi aku memang suka banget muter dan dengarin nih lagu karena liriknya bagus juga.

  4. Put Your Head On My Shoulder by Michael Bubble (4:27) Salah satu lagu klasik yang pernah aku dengarin di radio waktu masih di Medan. Terus karena di atas juga aku bilang aku suka lagu yang didaurulang, maka ini salah satunya. Selain itu liriknya romantis juga bo'.

  5. Let There Be Love by Nat King Cole (2:45) Pertama kali tahu judul lagu ini sih karena ngeliat bloggernya Kak Uthe. Aku sempat nyari nih lagu di library-nya Winampku tapi yang ketemu malah lagu natal yang dibawain ama Nat King Cole juga. Terus kemarin waktu aku ngeliat lagu-lagu jazznya temanku, Ben Hardy Saragih, nih lagu kutemukan di salah satu folder tempat dia nyimpan lagu-lagu jazz. Aku dengerin, eh ternyata enak juga untuk diputar berulang-ulang karena musiknya cukup bisa membuat aku bergoyang dengan goyangan klasik. Terus liriknya juga asik. But first of all please, let there be love, line terakhir dari lagu ini.

  6. Beyond The Sea by Robbie Williams (4:33) Suka lagu ini pertama karena yang nyanyi adalah Robbie Williams, one of my favourite artist. Musik dan liriknya keren. Aku juga suka beberapa lagu-lagunya Frank Sinatra. Dan lagu ini -musiknya- sounds like mirip lagunya Frank Sinatra. Pertama dengarin nih lagu masih di komputernya temanku si Ben, tapi setelah aku copy, jadi deh nih lagu menempati 5 besar Most Played songs di Library nya Winamp 5.01 ku. Selain lagu ini lagu Robbie Williams yang aku suka karena mirip seperti lagu ini -musik klasik dan memang daur ulang lagunya Frank Sinatra- adalah Somethin' Stupid (feat Nicole Kidman)

  7. Andaikan Kau Datang by Ruth Sahanaya (5:07)* Dinyayiin Ruth Sahanaya, soundtrack sinetron yang cukup enak ceritanya -pas aku nonton aja-, lirik bagus, musik orkestra. Erwin Gutawa gitu lho..

  8. Bunga Ditepi Jalan by Duta (4:45)* Liriknya bagus bo', musiknya enak didengar, yang nyanyi Duta, enak untuk disiulin, terus enak untuk nyanyiin sambil bergoyang, kalo aku ikut nyanyi enak banget untuk membuat merasa diri punya suara sebagus Duta. Masih Erwin Gutawa gitu lho..

  9. Pagi Yang Indah by Fithriani (4:59)* Klasik, lirik masih menjadi alasan klasik bo'.Nih lagu enak banget dinyanyiin dan membuat diri merasa penyanyi seriosa. Tetep masih Erwin Gutawa gitu lho..

  10. Burung Camar by Karen Paoroe (4:28) Liriknya, apalagi bagian 
    tiada teman berbagi derita bahkan untuk berbagi cerita. It sounds like me, walaupun gak gue banget.


* : dari album ERWIN GUTAWA - A Salute To KOES PLUS

Thursday, March 3, 2005

My Friend Deborah

Aku gak tahu mau bilang apa. Tadi pagi dia panggil aku waktu aku baru masuk ke area kantin. Aku mendatanginya. Terus dia bertanya aku mau kuliah apa. Aku hanya bisa bilang "Aku juga masih belum ngerti." Dia lalu bertanya "Jadi yang kemarin masih belum beres?" Aku hanya mengiyakan. Aku gak tahu kenapa dia mau memperhatikanku. Aku lalu meninggalkannya untuk makan di bagian kantin aku biasa makan.

Ntah kenapa, dia juga datang ke kostanku bersama dua temanku yang lain, Roy dan Meyer. Kebetulan banget aku lagi di bawah pengen nonton. Bagus juga sih, jadi mereka gak perlu ke kamarku yang masih aja berantakan sampai sekarang. Tujuan dia datang mau ngasih aku dua lembar kertas photocopyan yang isinya bahan renungan. Ini kali kedua dia melakukan hal yang sama setelah kemarin tanggal 1 dia juga ngasih juga bahan renungan disertai sebuah pembatas yang biasanya untuk pembatas Alkitab. Dia tadi ngasihnya pas di depan pintu kostanku aja karena memang kebetulan aku di bawah dan mereka memang lihat aku lagi di depan televisi. Dia ngasih kertasnya dilipat sambil bilang "Ini special buat kamu." Sambil nunjukin isinya dia nerangin ke aku yang mana buat aku baca hari ini dan mana yang buat besok. Teman aku Roy malah ngomong ke dia kayak aku lebih diperhatiin dari mereka -Roy dan Meyer-. Apalagi waktu dia ngingatin aku untuk datang kebaktian Jumatan besok, si Roy malah bilang kok hanya aku yang diajak Jumatan. Dia hanya bilang manatau aku lupa. Sambil meninggalkan kostanku si Roy sempat-sempatnya bilang ke aku "Besok aku pake baju putih, dia juga pasti pake baju putih." Wong kami memang pake seragam putih biru, kemungkinan besar yah tuh cewek pake baju putih juga dong, tapi aku menimpali dengan bilang kalau aku besok bakalan pake baju merah, maksudku sih pake jaket merah.

Btw, terus terang hari ini aku sebenarnya lagi berusaha menghindar untuk ketemu ama dia karena takut dia akan bertanya tentang keadaanku dan bukan gak mungkin bertanya mengenai renungan yang dia kasih beberapa hari yang lalu itu. Soalnya yang dia kasih tanggal 1 Maret aja baru tadi pagi aku baca dan yang seharusnya kubaca tanggal 2 sampai tulisan ini aku buat masih belum aku baca. Kalau saja dia tahu kalau aku gak baca yang dia kasi ke aku tanggal 1 kemarin, would she still be doing this?

Tapi aku mikir, kenapa dia belakangan jadi cukup perhatian amaku. Ternyata karena aku dalam seminggu yang lalu pernah cerita ke dia tentang kuliahku dan juga masalah yang kuhadapi masih berhubungan dengan kuliahku. Terus tanggal 28 kemarin, mungkin ini merupakan kesalahan besar yang aku lakukan, aku mengirim dia SMS yang isinya bilang kalau aku merasa sepertinya aku ini sudah gila. Masa' aku malah gak senang ketika mamakku ngSMS lewat HP teman ngajarnya di sekolah bertanya tentang keadaanku dan terlebih mengenai kuliahku. Kurang lebih begitulah inti SMS yang kukirim sebenarnya gak hanya ke dia. Ada 2 orang lagi yang aku kirimin SMS yang sama. Yang satu ke seniorku -tempat dulu aku sering curhat, tapi sepertinya sekarang gak lagi deh- tapi gak ada tanggapan. Satunya lagi ke teman sekelasku di SMP dan SMU dulu yang sekarang sekampus juga amaku, tapi finally Not Sent tadi pagi. Walaupun SMSku baru nyampe sorenya, dia ngebalas SMSku tidak dengan satu SMS aja. Ada 4 SMS yang dia kirim. Some wise words, telling bout her experience and what she think I could do.

Aku gak tahu mau bilang apa dan berbuat apa. Tapi aku bersyukur karena di saat aku merasa tidak ada orang yang memperhatikanku, TUHAN mungkin memberi jawaban kalau perasaanku salah. TUHAN menempatkan gak hanya satu orang yang hadir dalam hidupku memperhatikanku, tapi ada lebih dari satu dan bisa dibilang banyak.

But for now, thanks Bora.


this entry written on 03 March 2005@22:45

Lessons Of Love 2

Hi, Burung Camar.



Aku kali ini mau ceritain ke kamu tentang kejadian yang aku alami hari Minggu, 27 Februari 2005.


---------

Pagi ini aku gereja. Seperti biasa di GII Hok Im Tong Dago. Berangkat dari kost-kostan sekitar jam 8.30. Terus di angkot ketemu ama Bang Micky. Kami tiba di gereja sekitar 9.15. Waktu yang masih tepat untuk mendapat tempat duduk yang posisinya cukup bagus. Memang seperti biasanya nih gereja selalu penuh kalo mahasiswa di Bandung pada gak liburan. Dan kalo kebaktian Minggu biasa aja, kebaktian yang jam 9.30 rata-rata baru penuh sekitar pukul 9.20 lewat. Kalau telat, bersedialah duduk di kursi lipat di bagian sayap kiri atau kanan, atau duduk di kursi lipat paling depan. Kebaktian selalu dimulai tepat waktu. Setiap kebaktian minggu atau kebaktian khusus di GII selalu diawali oleh sebuah pujian yang dinyanyiin ama paduan suara yang belakangan aku tahu namanya Paduan Suara Cherubim -taunya dari account Friendster temanku di STT Telkom yang juga anggota tuh PS-. Baru setelah paduan suaranya selesai, yang akan memimpin kebaktian sekaligus yang bawa khotbah masuk lalu dia akan memulai kebaktian dengan votum & salam. Kalau Minggu sebelumnya yang khotbah Ibu Ev. Paula Ch. Cohen, kali ini adalah suaminya, Bapak Pdt. Christiady Cohen. Yang menjadi kebiasaan bapak pendeta ini adalah setelah votum dan saat/doa teduh sejenak diiringi pujian dari PS, sebelum menyanyikan lagu pujian pertama dia selalu mengajak jemaat untuk saling melemparkan senyum yang terbaik ke kiri dan kanan sambil bersalaman.


---------

Kali ini aku beri judul Lessons Of Love 2 karena tema hari itu untuk khotbah masih berbicara mengenai kasih, Kasih Yang Terbesar. Ayat hafalan yang tertera di buku Warta Jemaat diambil dari Yohanes 15:13 yang berbunyi demikian: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."

Nats yang menjadi dasar khotbah diambil dari Hosea 11:1-11. Kalau di Lessons Of Love! aku menyertakan isi nats tersebut, kali ini aku tidak akan menyertakannya karena yang kemarin dalam Lessons Of Love cukup pendek untuk aku ketik. Aku juga gak punya software Alkitab seperti beberapa temanku punya. Setelah kami membaca nats tersebut secara responsoria, Pak Cohen memulai khotbahnya. Dia bercerita tentang kisah cinta yang terjadi di dalam film Tom Hanks berjudul Cast Away. Lalu dia juga bercerita tentang kisah cinta antara Romeo dan Juliet. Dan terakhir cerita Hamlet yang ditulis oleh Shakespeare. Dia menceritakan hal tersebut awalnya sepertinya merupakan sebuah cerita yang sia-sia menurutku. Tapi ketika dia meminta kami untuk membuka dan membaca Hosea 1:2, barulah aku mengerti. Hosea 1:2 berbunyi: " Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN." "

Sedikit penjelasan yang aku tangkap dari Pak Cohen adalah manusia sering memikirkan tentang kisah cinta yang hebat, tapi siapa yang mengira kalau TUHAN berfirman kepada Hosea untuk mengawini seorang perempuan sundal. Bahkan dalam kelanjutan ceritanya memang Hosea mengawini Gomer binti Diblaim dan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.

Memang dalam Hosea 1:2 juga sudah jelas kalau Tuhan melakukan itu karena bangsa Israel dikatakan bersundal hebat dan membelakangi TUHAN. Yang aku dapat simpulkan dari khotbah Pak Cohen, cinta Tuhan kepada manusia tidaklah seperti cinta yang manusia bayangkan. Bahkan sampai sekarang hanya sedikit yang mau menerima kalau TUHAN mencintai manusia dengan cara mengorbankan dirinya di kayu salib. It's something unacceptable, something impossible, something not logic for them.



----------

Song of the day:
O How He Loves You and Me
HE LOVES YOU AND ME
KURT KAISER






  1. O how He loves me and you
    O how He loves me and you
    He gave His life, what more could He give
    O how He loves you, O how He loves me
    O how He loves me and you



  2. Jesus to Calvary did go
    His love for mankind to show
    What He did there brought hope despair
    O how He loves you, O how He loves me
    O how He loves me and you

Aku pilih sebagai song of the day karena lagu tersebut dalam kebaktian tadi adalah lagu yang paling sering terdengar karena dinyanyikan berulang-ulang. Selain itu, aku sering juga mendengarkan lagu tersebut di Winampku tapi hanya lagunya aja (instrumental), tanpa syair. Aku pun bela-belain menulis lagu tersebut dengan pensilku di kertas warta jemaat di tempat catatan khotbah supaya aku bisa nyanyiin lagi di rumah.


----------

Kejadian menarik hari ini adalah BAJU MERAH. Aku dan seorang temanku suka satu cewek yang sama. Pernah waktu menunggu hujan berhenti di KOPMA aku dan dia bercerita tentang tuh cewek. Aku cerita kalau Minggu lalu kebetulan banget kalau aku ama tuh cewek berpakaian berwarna yang sama. Biru hitam. Dia menimpali kalau dia juga sering kok berpakaian berwarna sama dengan tuh cewek. Terus akhirnya kami (gak serius-serius amat sih sebenarnya) seperti ingin tahu hari Minggu depan (maksudnya hari ini) siapa yang bakalan berpakain berwarna sama dengan tuh cewek. "Hari Minggu ini aku akan pake coklat", kata temanku saat itu. Dan pada hari ini, aku memakai kemeja Bapakku berwarna abu-abu dan celana panjang berwarna hitam. Dan karena tuh cewek datangnya kebetulan agak telat dan harus kebagian tempat duduk di kursi lipat di bagian paling depan, jadi deh aku tahu warna pakaiannya. Dia memakai atasan warna merah dan bawahannya gak gitu perhatiin. Aku senyum-senyum sendiri di tempat dudukku melihat tuh cewek telat dan warna bajunya tidak sama denganku dan aku memang gak punya pakaian yang cukup sopan untuk dipakai ke gereja berwarna merah. Tinggal mencocokkan dengan temanku itu, pikirku saat itu. Teman sekampusku yang kebetulan duduk di sebelah kiriku tertawa dan bertanya ke aku kenapa aku ketawa sendiri. "Ada dech.." jawabku singkat. "Lihatin siapa?" tanyanya lagi. "Ada dech.." jawabku lagi singkat sambil berusaha mengalihkan pandanganku agar tidak mengarah ke tuh cewek yang masih berdiri.

Sepulang gereja, aku dengan Bang Micky seperti biasa berjalan kaki dari GII ke BIP. Mau ngambil uang di ATM Mandiri Gramedia, eh ketemu ama anak PMK ST3. Kak Ellen, Kak Leni, Artha, Indri dan ada beberapa orang lagi yang aku lupa siapa dan gak tahu namanya. Setelah ngambil uang, langsung lanjut ke BIP. Dan ternyata aku melihat temanku yang bernama Roy itu -temanku yang sehati suka cewek yang sama itu- sedang naik eskalator mau naik ke lantai 2. Aku teriak ke dia, "Roy, bajunya merah." Tapi kayaknya dia gak dengar. Akhirnya aku dan Bang Micky naik juga ke lantai 2 dan bersalaman dengan mereka sambil bilang ucapan yang sudah biasa terdengar kalau bersalaman sehabis pulang gereja " Selamat Hari Minggu". Dan aku langsung potong bicara, "Dia pake baju merah" dan karena ngeliat dia memang gak pake baju berwarna merah -aku gak perhatiin banget dia pake baju warna apa- "berarti gak ada kita yang jodoh ama dia" sambungku sambil disambut tawa oleh tawa si Roy dan satu lagi temanku yang mengerti apa yang kami bicarakan.



Kejadian menarik yang lain adalah PAYUNG. Setelah aku dan Bang Micky selesai berbelanja beberapa barang, dan aku salah satunya berbelanja payung karena payungku hilang entah kemana di kost-kostan. Waktu kami mau pulang kami bertemu sepasang kekasih teman kami di STT Telkom. Kak Elin dan Abe. Kak Elin seniorku anak 2001, Abe teman seangkatanku anak 2002. Dan hari itu adalah hari yang berbahagia buat Kak Elin karena dia berulangtahun yang ke-21. Outside the rain is falling cukup lebat. Jadi mereka menunggu di dekat pintu masuk BIP sepertinya menunggu hujan reda. Aku menyalam Abe, lalu menyalam Kak Elin sambil mengucapkan selamat ulang tahun. Anehnya aku malah promosiin payung karena aku lihat mereka gak ada bawa payung dan si Abe sempat nanya ada payung apa nggak. "Ini aja baru beli tadi di atas. Beli aja, harganya cuma 16.900", kataku. "Tadi di atas ada juga yang besar. Harganya 19.900", kata Abe menimpali. Setelah bertanya mereka masuk gereja yang jam berapa dan dijawab Abe yang jam 9.30 juga dan diselingi hening beberapa saat, mereka akhirnya memutuskan untuk naik ke atas untuk membeli payung. Aku dan Bang Micky akhirnya memutuskan untuk mencari tempat duduk di lantai 4, tempat bioskop BIP 21 berada. Kami naik lift yang sepertinya tidak bisa berhenti lagi di lantai 2 dan 3. "Tidak melayani jarak dekat", kata Bang Micky sambil tertawa kecil. Setibanya di lantai 4 kami mencari tempat duduk yang kosong, dan sudah dapat ditebak kami tidak menemui satupun bangku kosong. Karena apa? Hari Minggu gitu lho, rame yang mo nonton. Dan setelah berkeliling-keliling liatin poster film dan akhirnya hujan berhenti, kami turun pake lift, ngambil angkot, and finally got home. Makan pagi -seharusnya uda waktu makan siang- di rumah makan padang. Dan begitu balik lagi ke kostan dan baru duduk sebentar di ruang tamunya kost-kostan, aku ngeliat pasangan Abe dan Kak Elin lewat depan kost-kostanku. Aku langsung keluar dan sepertinya mereka merasakan aku yang keluar. Dan sepertinya Abe juga tahu maksud aku keluar mau ngapain makanya Abe langsung nunjukin payung yang mereka beli. Sayang banget kayaknya tuh payung mereka beli. Soalnya waktu kami pulang aja hujan udah berhenti dan kami tidak memakai payung sama sekali. Bahkan dari Buah Batu sampai Dayeuhkolot, kampus kami berada, hujan tidak turun sama sekali. Tapi untuk saat ini sepertinya payung cukup dibutuhkan karena belakangan hujan secara reguler datang tiap hari. Oh iya, untuk informasi aja kalau dari Dayeuhkolot ke Dago (GII Dago) jaraknya tuh kurang lebih 10 kilometer. Makanya cukup memungkinkan untuk hujan lokal.


----------

Hari ini Kak Uthe juga ulang tahun. Ulang tahunnya yang ke-24. Dia-lah orang pertama yang mengenalkanku dengan tidak sengaja nih multiply dan juga membuatku mulai memanage bloggerku. Aku mengirimnya SMS tadi pagi. Cuma bilang selamat ulang tahun.



Eh, Burung Camar. Itu aja ya untuk hari ini.