Pages

Showing posts with label insomnia. Show all posts
Showing posts with label insomnia. Show all posts

Friday, August 1, 2008

Hard to Sleep

It's already more than 2 am in the morning. I still can sleep. It's already been days I can't sleep less than 2 in the morning. I'm not really sure what the cause is, but the sound of mosquitos flying near my ear is one of the cause.

It's hard to sleep even I already shut my eyes, hold the pillow, and try not to think anything. That's why I'm writing this journal right from the bed. I think after post this journal, it's better for me wasting my time for couple of hours in front of my computer.

Huaah... It doesn't work.

Tuesday, July 22, 2008

(Lagi) Insomnia (Lagi?)

Saat ini aku sepertinya menderita insomnia lagi. Lagi? Yeah.. Ini bukan pertama kalinya aku menderita penyakit susah tidur ini. Aku memang tidak punya catatan yang pasti. Akan tetapi dalam tiga sampai empat tahun terakhir aku pasti mempunyai masa di mana aku menderita insomnia. Tahun lalu aku menderita insomnia tepat pada masa liburan kuliah seperti ini juga.

Untungnya, insomnia saat ini tidak separah yang sebelum-sebelumnya. Insomnia kali ini (baru) hanya 2-3 kali menyebabkan aku terjaga hingga matahari bersinar terang. Sisanya aku sudah bisa tertidur pada sekitar pukul 2-4.

Sekarang aku sebenarnya sudah cukup mengantuk. Nyamuk dan juga kepala yang terkadang tak bisa berhenti berpikir (aku bisa berpikir tentang banyak hal, termasuk masalah negara, masyarakat, lingkungan, bisnis, dan juga ide-ide aneh) membuat aku belum bisa tidur. Mudah-mudahan aku tidak masih terjaga sampai tukang koran menyelipkan Kompas hari ini di tempat biasa.

Tempat Tidur, Kamar Hans, Kontrakan Gak Jelas
01:25
23 Juli 2008

Sunday, August 5, 2007

Tour de Jakarta-ku Gagal

Apa yang bisa dilakukan oleh seorang penderita insomnia di saat dia tidak bisa tidur? Pastinya bukan seperti yang gue lakukan di suatu pagi (dini hari) sekitar dua minggu yang lalu.

Setelah bermain cukup lama di warnet, gue makan malam di rumah makan Jawa Timur di seberang toko buku Immanuel. That was about 12 am.

Selesai makan, gue dihadapkan antara dua pilihan. Pulang tetapi tidak bisa tidur, atau do something nuts dengan jalan-jalan mengelilingi Jakarta dengan sepeda gue.

Gue akhirnya mengambil pilihan kedua. The stupid choice..

00.31 Gue mulai mencatat waktu di hapeku. Setelah melewati Jalan Diponegoro, gue mencatat checkpoint pertama itu tepat setelah GPIB Paulus.

00.55 Checkpoint kedua yang gue catat adalah di halte busway Bendungan Hilir.

01.15 Gue tiba di Plaza Blok M. Gue pun berputar arah kembali ke arah Bunderan HI.

01.35 Gue di halte busway Bendungan Hilir lagi.

01.45 Berhenti di lampu merah Bunderan HI.

02.10 Setelah melewati puluhan penjual viagra dan pil biru di Jalan Gajah Mada, gue tiba di Museum Bank Mandiri, Kota.

02.28 ITC Mangga Dua

02.40 Persimpangan Gunung Sahari dengan Jalan Angkasa. Gue memutuskan untuk masuk ke Jalan Angkasa karena pikirku gue bakalan nyampe ke Jakarta Timur.

02.51 Pekan Raya Jakarta. Gile ya.. sewaktu PRJ masih berlangsung, gue gak datang ke sini. Ini, sewaktu udah gak ada lagi, gue malah ke sini.

03.04 Setelah melewati waria di dekat Palazzo Kemayoran yang bilang "ngebut dong Mas sepedanya!" dan melewatkan dua kali kesempatan beli minum di Alfa Minimart, gue tiba di Jalan Suprapto-flyoverGalur.

03.15 ITC Cempaka Mas. That was the first time I passed that place.

03.27 under bypass, Jalan Achmad Yani.

a disaster came right after I saw signpost to turn right to go to Salemba. Sepeda gue rusak di tempat yang gue sebenarnya gak kenal.

03.33 gue masuk Jalan Rawasari Selatan. Haus, ketemu kios yang jual mizone seharga 4000, tak jadi gue beli.

perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki sambil menuntun sepeda gue yang rusak.

03.45 Jalan Percetakan Negara. Thanks God, gue ingat jalan ini. Dulu pernah jalan kaki dari SLTPN 77 di Jalan Cempaka Timur (???) ke Salemba setelah ikut SPMB 2004 hari pertama.

03.50 LP Salemba

03.53 Halte Kesehatan, dog was barking at me.

03.59 rel kereta api, ketemu kios. kali ini jual mizone cuma seharga 3000. akhirnya gue beli dan bisa minum. Pintu rel waktu itu ditutup. Gue istirahat sambil menunggu kereta lewat.

04.02 Kereta api ekonomi yang mau ke Senen lewat, gue pun melanjutkan perjalananku.
Kali ini gue maksain naikin sepedanya walaupun rusak.

04.08 Tiba juga di Salemba. Tak mau menambah kerusakan sepeda, gue jalan lagi.

04.12 Tiba di YAI, dekat RSCM.

04.22 Kontras

04.23 tiba juga di rumah!

Parahnya, walau sudah capek seperti itu, gue baru bisa tidur jam 7.

What a bad day. Tour de Jakarta yang ada dalam pikiran gue selama di perjalanan, akhirnya gagal. Gue hanya bisa melewati daerah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Damn.. Kalau rusak setelah Tour de Jakarta nya berhasil sih gak masalah. Right?

the picture is the map of the route

Tuesday, July 3, 2007

semalam gue bisa tidur

Akhirnya semalam gue bisa tidur. Walaupun gue cuma tidur suri (gak pernah dengar istilah ini kan?), yang penting gue gak bergadang gak jelas. Awal yang baik untuk menghentikan si insomnia keparat.

Monday, July 2, 2007

Insomnia jilid Entah

Insomnia kali ini adalah insomnia entah yang ke berapa kalinya. Seingat gue, di DC gue insomnia tidak kurang dari dua kali. Di Jakarta, ini bukan yang pertama kalinya.

Setiap kali gue gak bisa atau susah tidur di jam normal orang tidur, dalam jangka waktu lebih dari 1-2 hari, bukan karena sengaja mau bergadang, gue kategorikan hal tersebut sebagai insomnia.

Nah, insomnia kali ini malah muncul di saat liburan paling menyebalkan buat gue.

Semalam sewaktu jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, gue sebenarnya sudah berniat tidur supaya jam tidur gue normal kembali. (Sudah tiga hari ini gue susah tidur tepat waktu.) Gue berbaring di atas kasur tipis di kamar yang ditinggal pergi teman gue yang PKL di Toraja. Gue tutup mata gue dengan pikiran gue bakal bisa langsung tidur (.... ternyata tidak berhasil karena kepala gue gak bisa berhenti berpikir).

Teori yang mengatakan bahwa orang bisa terkena insomnia karena sedang punya banyak pikiran ternyata benar. Walau gue berusaha untuk menghilangkan pikiran-pikiran itu dari kepala gue, sesaat sebelum kepala gue berhenti berpikir sudah datang pikiran baru. Yang ada di dalam pikiran gue di saat-saat seperti itu sebenarnya hanyalah khayalan-khayalan ataupun rencana-rencana. Gue pun mengambil kesimpulan kalau gue gak akan bisa tidur dengan KEPALA GUE YANG GAK BISA DIAJAK KERJASAMA ini.

Akhirnya gue memosisikan tubuh gue di depan televisi, menonton film gak tahu judulnya (mirip film Phone Booth). Sesaat kemudian burn DVD di DVD-writer yang baru dibeli Sabtu lalu. Kemudian berusaha lagi untuk tidur. Di kamar, di sofa, di depan televisi, tak satupun berhasil karena kepala gue tak berhenti berpikir plus diganggu nyamuk. Sampai jam menunjukkan pukul 5 lewat gue belum bisa tidur. Gue putuskan untuk menonton pertandingan Ekuador vs Meksiko. Jam 6 lewat gue beli makanan dan makan.

... baru setelah pertandingan Ekuador vs Meksiko yang berakhir dengan kemenangan Meksiko 2-0 gue baru bisa SANGAT NGANTUK dan akhirnya tertidur.

Dasar insomnia keparat. I'll hate you till death do us apart.

Monday, March 5, 2007

Insomnia (lagi) kah?

kerjain tugas...
main kartu dengan teman-teman...
ngobrol dengan teman-teman...
nonton Liga Champions...


...membuat gue sekarang susah tidur dan akhirnya jumlah jam tidur per hari gue berkurang dalam dua minggu terakhir.


Tadi pagi gue baru bisa tidur pukul jam 4, tetapi pukul 7.30 udah di kampus. Parahnya sehari sebelumnya gue tuh tidur pukul 5, tetapi sudah bangun pukul 8.00 dan tidak ada tidur sampai pukul jam 4 tadi pagi. Inipun gue belum ada tidur lagi.


Insomnia (lagi) kah?

Tuesday, June 21, 2005

Insomnia II

Insomnia-kah aku?


Dalam 1 bulan terakhir, aku tidak bisa tidur di antara jam tidur normal -sekitar pukul 22.00 sampai 06.00-. Aku lebih sering terjaga sampai pagi -sekitar pukul 04.00-05.00. Setelah itu, aku baru bisa tidur dan baru bangun ketika matahari sudah berada di atas kepala.


Insomnia-kah aku?

Thursday, June 2, 2005

Insomnia


Insomnia atau sulit tidur menimpa 1 dari 10 orang Amerika Serikat. Insomnia bisa berupa mata tak terpejam sepanjang malam, terbangun di tengah lelapnya tidur dan sulit tidur kembali, terbangun beberapa kali, bangun terlalu dini, atau tidak merasa bugar setelah bangun tidur.


Masih ada insomnia kronis sebagai insomnia paling parah karena penderitanya selama sebulan atau lebih tidak bisa tidur pada sebagian besar malam. Ada pula insmonia jangka pendek, sulit tidur 2-4 minggu, dan insomnia transient yang berlangsung beberapa hari.


Meski demikian sebenarnya hanya 30 persen penderita insomnia yang benar-benar terganggu. Insomnia bisa terjadi karena kondisi kejiwaan seperti stress atau gangguan fisik di sekitarnya. Tidur siang yang berlebihan juga membuat mata terjaga sepanjang malam.


taken from Terapi Gizi Untuk Insomnia


Aku sepertinya lagi mengalami insomnia nih...

Monday, May 30, 2005

30 Mei 2005: Helene Le Touzey

Old City, May 30, 2005
11:18 pm


Dear PLC.4 MIE HAED,


    Banyak cerita yang terjadi dalam satu hari. Kemarin saja sebenarnya aku punya rencana untuk menyempatkan diriku untuk bercerita tentang apa saja yang terjadi selama seharian dengan cara yang berbeda. Yaitu dengan hanya menuliskan kata-kata kunci untuk setiap kejadian yang aku alami. Rencananya mau aku buat judul "A Day in Words" atau kalau dalam versi bahasa Indonesia (judulnya aja) "Satu Hari dalam Kata-kata". Tapi karena kemarin aku gak jadi buat, makanya hari ini aku baru mau buat dan tetap menceritakan yang terjadi kemarin aja.


    Kalau sekarang yang aku mau ceritakan adalah cerita tentang apa yang terjadi hari ini aja. Cerita hari ini dimulai dengan tadi pagi aku tidak bisa tidur. Biasanya sih kalau tidak bisa tidur aku menonton acara yang gak jelas atau berlama-lama di depan komputer mengerjakan yang gak jelas juga. Dan kemarin, aku hanya menonton. Aku menonton acara di TV yang sekarang aku sendiri sudah lupa acara apa saja yang aku tonton. Tapi yang paling aku ingat adalah aku ada menonton acara Kick Off Bundesliga dan Highlights Sepakbola Nasional di Metro TV. Di dalam acara itulah aku melihat siapa aja klub Liga Serie A Italia yang terdegradasi. Yang sudah pasti terdegradasi adalah Brescia dan Atalanta, sedangkan Bologna dan Parma harus melakukan pertandingan play-off lagi untuk menentukan siapa yang bisa tinggal di Seri A musim 2005-2006. Aku baru balik ke kamarku sekitar pukul 4 dan mungkin baru bisa tertidur dalam waktu setengah jam.


    Aku bangun dari tidurku baru pukul 2 lewat di siang hari. Aku lalu sedikit membereskan kamarku yang berantakan. Lalu aku mandi dan berpakaian kuliah. Aku lalu pergi ke kantin untuk sarapan atau lebih tepatnya makan siang. Tiba di kantin aku bertemu dengan beberapa teman sekelasku yang makan di kantin yang sepi pengunjungnya. Mereka memanggilku dan Martin memberikan form yang mereka minta isi. Mereka berencana untuk membuat buku kelas. Aku memang sudah lama tidak pernah sekelas dengan mereka karena aku sudah banyak ketinggalan mata kuliah dari mereka. Tapi aku mengiyakan akan mengisi form itu.


    Selesai makan capcay kuah, aku ke perpustakaan kampusku. Aku memang anak kuliah termalas yang pernah aku lihat. Aku bukannya kuliah, tapi malah hanya masuk ke perpustakaan dan baca-baca di sana. Di ruang jurnal dan referensi terdapat majalah dan koran. Di sanalah aku membaca majalah dan koran cukup lama. Dari majalah Tempo yang sudah out of date (edisi 29 Maret 2005) aku membaca mengenai seorang wanita bernama Helene Le Touzey. Seorang wanita asal Perancis yang sekarang tinggal di Bali untuk anaknya yang bernama Michael Loic Blanc yang saat ini (mungkin) masih di dalam bui di sebuah penjara di Kerobokan, Bali. Cerita mengenai Helene Le Touzey dan juga Michael Loic Blanc ini sebenarnya cukup diekspose di Perancis. Aku gak tahu apakah sebenarnya cerita ini (pernah) juga diekspose di Indonesia. Tapi merupakan cerita menarik yang rencananya akan aku fotokopi sebagai kliping. Beberapa hal yang menarik adalah Helene mendapatkan julukan Ibu Para Napi, dan sebuah badan ada dibentuk di kampung halamannya dan pada saat pasca tsunami yang lalu badan itu ikut menyumbang atas nama Michael Loic Blanc, si napi seumur hidup. Nanti deh setelah aku punya copy-an cerita dari majalah Tempo itu baru aku tulis lagi di sini.


    Hari ini aku jadi pengen membuat cerita tentang "pertama" untuk beberapa kejadian yang baru pertama kali aku lakukan atau aku dapat. Pengen buat seperti itu karena kemarin aku baru pertama kali ngelihat uang 20ribuan yang baru. Terus tadi aku ketemu ama Kak Eji, cewek pertama (selain orang yang berhubungan keluarga denganku) yang pernah menggandeng tanganku. Memang ini hanya rencanaku untuk membuat tulisan mengenai "pertama" seperti yang aku maksud. Gak tahu deh apakah aku akan merealisasikannya. We'll see.


    Now is 12 am. I guess aku harus tidur. See you tomorrow.