Pages

Showing posts with label sakit. Show all posts
Showing posts with label sakit. Show all posts

Monday, August 30, 2010

Bukan Penyakit Komplikasi

Perutku sakit. Belum juga dada ini sembuh, perut ini juga ikut-ikutan sakit. Kenapa? Aku tidak tahu pasti. Hanya saja dalam seminggu terakhir ini pencernaanku memang kurang baik. Aku pikir ini pasti karena makanan yang aku makan. Yang membuatku heran, beberapa hari terakhir ini kan aku di tempat kakakku. Kenapa bisa sakit juga?

Aku tahu tulisan ini sepertinya hanya tulisan lain yang sifatnya dapat dikategorikan sebagai keluhan. Aku memang sedang tidak punya topik menarik yang aku ingin tuliskan tentang apa yang sedang aku alami belakang ini. Aku lebih memilih menuliskan tentang sakit perut ini karena rasa sakit di dada ini masih belum sembuh juga.

Oh iya, tadi siang aku berkonsultasi lagi dengan Bu Dokter Fiona. Lewat pesan pendek. Mengenai sakit di dada ini, dia menyarankan aku untuk tidak melakukan aktivitas yang berat-berat dulu dalam minggu ini. Kalau tidak sembuh juga, aku harus ke dokter. Itulah sebabnya diriku harus menjauhkan diri dulu dari lapangan Borobudur, supaya diriku tidak tergoda untuk berolahraga.

Eh, ada yang lupa. Selain sakit perut, aku juga sepertinya sedang akan terkena penyakit flu juga. Jadi, istirahat memang sebuah keharusan. Lalu ada juga sariawan. Penyakit yang dulu penyakit bulananku ini sekarang muncul di daerah yang sulit dijangkau oleh makanan. Sariawan yang muncul di lidah atau bagian-bagian rongga mulut yang akan sangat mudah terkena makanan malah bukan menjadi masalah buatku.

Penyakit-penyakit yang sedang kuderita ini sepertinya tidak cocok disebut penyakit komplikasi. Kenapa? Aku pun tidak tahu. Nanti saja aku tanya Dokter Fiona. *lho?*

Netbook Andriyan, Perpustakaan STT Jakarta
30 Agustus 2010
17:43

Friday, August 27, 2010

Sakit di Dada

Dada ini sakit. Rasa sakit di dada ini mulai terasa kemarin pagi sewaktu aku baru bangun tidur. Aku kemudian curiga kalau rasa sakit ini muncul karena aku tidur di bawah hembusan angin pendingin ruangan di tempat teman aku menginap.

Rasa sakit di dada yang kualami sekarang ini bukan yang pertama kalinya kurasakan. Ini mungkin yang ketiga atau yang keempat kalinya kurasakan selama di STT Jakarta. Penyebabnya? Aku sampai sekarang tidak tahu pasti.

Sekitar setahun atau dua tahun yang lalu aku mengalami hal yang sama. Waktu itu aku hanya berkonsultasi dengan seorang teman SMU yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UI. Aku bertanya apakah mungkin yang kualami adalah sakit paru-paru basah. (Aku bertanya demikian karena walaupun aku tidak merokok, aku pernah melakukan tindakan tolol yang setahuku dapat merusak paru-paru). Dari informasi yang kudapat darinya, aku bukan mengidap penyakit paru-paru basah (atau sebenarnya disebut TBC). Sebagai informasi saja, pengidap TBC sering berkeringat di malam hari walau cuaca tidak panas.

Kembali ke sakit di dada ini, aku merasakan sakit di dada seperti ini adalah yang kedua kalinya dalam dua minggu terakhir. Pertama kalinya adalah sewaktu berada di Cipanas menjadi pandu acara dan perlengkapan acara Pertemuan Raya Pemusik Gereja. Aku merasakan sesak di dada sewaktu bernafas, waktu itu di dada bagian kanan. Malam sebelumnya aku memang mengangkat beban cukup berat hanya dengan menggunakan tangan kananku. Rasa sakit terkadang muncul dan lalu hilang di hari itu. Dan lalu rasa sakit di dadaku tidak terasa lagi di hari berikutnya.

Rasa sakit di dada kali ini sepertinya lebih parah. Kalau sewaktu di Cipanas waktu itu tidak ada bagian yang terasa sakit bila ditekan, kali ini di tulang rusuk kiri ketiga atau keempat dari atas terasa sakit bila ditekan. Kemarin pagi sampai siang sebenarnya tidak terlalu parah. Hanya saja, rasa sakitnya semakin parah karena sorenya aku bermain basket.

Dari konsultasi dengan Fiona Amelia, seorang teman ketemu di Cipanas, aku berkesimpulan kalau sakit di dadaku ini tidak parah. Namun dari beberapa kali mengalami sakit di dada seperti ini, sepertinya penyakit ini muncul karena aku kecapaian (bakunya "kecapaian" atau "kecapekan"?).

Lekaslah hilang wahai kau, Sakit di Dada.

Perpustakaan STT Jakarta
27 Agustus 2007
15:51

Wednesday, September 17, 2008

Sakit Hati

Sakit hati...tidak...sakit hati...tidak...sakit hati... Tidak?

Aku seharusnya sakit hati. Melihat dia bersamanya.

Kenapa? Kenapa aku harus sakit hati? Aku seharusnya punya alasan untuk itu. Tetapi apa? Masak hanya karena mereka bersama? Kan aku dulu pernah bilang kalau mereka lebih baik bersama. Kalau aku harus sakit hati, alasannya tidak boleh sesederhana itu.

Aku sakit hati? Kalau ya, kok aku merasa seperti sedang tidak sakit hati ya? Kalau tidak, lalu mengapa aku tak mengacuhkan mereka?

Aku sakit hati? Masa sih?

Perpustakaan STT Jakarta
14:29
17 September 2008

Monday, June 23, 2008

Sariawan Gila

Sariawan? Kayaknya uda sering deh gue posting tentang penyakit yang satu ini.

Biasanya sih gue gak pernah sampai gak bisa ngomong walaupun jumlah sariawan di rongga mulut gue lebih dari dua. Hanya saja, sariawan (atau mungkin masih dalam bentuk luka) tepat di ujung kiri lidah gue membuat saat ini gue seperti orang sombong. Diam mulu. Ada orang yang ngomong, gue cuekin ato gue merespon dengan bahasa tangan atau jawaban seadanya yang pengucapannya juga seperti orang kumur-kumur.

Lagi-lagi...dasar sariawan gila!

Monday, October 15, 2007

Sakit di Dada II

Sekarang ini dadaku sakit. Kalau yang dulu sakitnya di dada kiri, sekarang sakitnya di dada kanan. Gantian dong!

Rasa sakit di dada kananku ini muncul ketika aku -isengkah?- berlari di Jalan Tambak ke Manggarai. Apa yang menyebabkan rasa sakit ini muncul, aku masih tidak tahu. Mirip-mirip dengan rasa sakit di dada kiriku beberapa waktu lalu.

Kalau yang di dada kiri kemarin, aku dan kakakku berspekulasi kalau itu berhubungan dengan penyakit jantung. Setelah berkonsultasi dengan seorang temanku yang sedang co-ass, ternyata there was nothing to worry about. Bahkan spekulasi yang berhubungan dengan penyakit paru-paru juga mentah begitu saja waktu aku bilang aku tidak ada batuk-batuk.

Nah, sekarang dengan rasa sakit di dada kiriku sekarang ini, spekulasi ke arah penyakit paru-paru berkembang di antara teman sekosku. Cuma Hans doang sih sebenarnya. Selain itu, rasa sakitnya yang baru muncul kalau aku menarik nafas atau take a deep breath juga bisa dijadikan alasan kalau rasa sakit ini berhubungan dengan paru-paru gue. Sekarang ini gue hanya bisa menarik nafas dengan tarikan yang diatur. Tidak terlalu panjang sehingga tidak menimbulkan rasa sakit. Tidak terlalu pendek sehingga terkesan bernafas seperti anjing.

Lalu, selanjutnya apa?

Seharusnya sih gue ke dokter untuk diperiksa, tetapi let's see for a week dulu lah. (Padahal gue udah janji ke Nyokap dan kakak gue kalau gue bakal periksa.) Kalau ternyata bisa sembuh sendiri seperti rasa sakit di dada kiri gue, buat apa buang duit periksa ke dokter. Betul?

Wednesday, September 12, 2007

Sakit di Dada

Dadaku terasa sakit dalam seminggu terakhir. Aku tak tahu apa yang menjadi penyebab rasa sakit di dada bagian kiriku. Rasa sakitnya muncul setiap aku melompat atau berlari, dan bahkan dalam beberapa hari belakangan sewaktu berjalan pun rasa sakitnya juga muncul. Merebahkan diri jika mau tidur pun menjadi hal yang menyakitkan.

Bermula dari hari Senin lalu sewaktu kelas kami bermain basket untuk pertandingan Dies Natalis 73 kampus kami. Di tengah-tengah pertandingan, aku merasakan sakit di dada kiriku. Padahal aku sama sekali tidak jatuh ataupun terkena benturan pemain lain. Setelah itu rasa sakitnya semakin bertambah setiap hari walaupun sewaktu dua pertandingan basket berikutnya (Jumat dan Selasa kemarin) berlangsung rasa sakitnya seperti tak terasa (baru terasa setelah pertandingan selesai).

Aku tidak tahu apa penyakit apa yang sedang kurasakan ini. Ada yang bilang kemungkinannya adalah paru-paru basah. Tetapi menurutku sih bukan. Memang ada rasa sakit di dada, tetapi aku tidak sesak napas.

Untuk mengetahui kepastian penyakit yang kurasakan sebenarnya aku perlu memeriksakan diri ke dokter. Sayangnya aku termasuk orang yang malas ke dokter... Selain mahal, aku juga malas mengkonsumsi obat-obatan. Hanya saja, untuk unidentified-yet-disease yang sedang kurasakan ini, aku sepertinya harus diperiksa oleh dokter. Kalau bisa yang murah tetapi bagus. Any suggestions?

Monday, June 4, 2007

Kambuh Lagi?!

I don't know what happen with my stomach. I just know that I feel my stomach is aching.

This morning, I even poop in my own pants. I thought that the air that was gonna out, but it was shocking when I realized that the things out was not the air but fluid. (I memang mencret). Enough saying..

After clean up myself, I watched TV. Espresso Morning in antv. Then I went to sleep.

Woke up at about 9.30, I got myself something to eat. Then, when I came back home, I went to sleep again.

Woke up again about 2.30 pm, I felt my stomach still aching. I went to had myself a lunch. Just like before, I went to sleep again after came back home.

And now, I just came back from had my dinner. Not straight to have another sleeping, but write this blog entry in warnet. Guess what? The stomach ache kambuh lagi. Damn!

Tuesday, March 13, 2007

Entahlah

Kepalaku sakit banget. Padahal aku sudah makan siang jam satu tadi. Aku jadi curiga terhadap tubuhku. Apakah terjadi masalah dengan pencernaanku, sehingga aku merasa kekurangan energi dalam melaksanakan segala kegiatanku yang tidak begitu banyak? Ataukah aku terlalu banyak pikiran?

Parahnya, tadi waktu aku mau pulang, Maringan John Nainggolan memintaku untuk menunggunya pulang kuliah jam 3. Dia ingin menitip revisi paper mata kuliah Hermeneutika Perjanjian Baru supaya dia tidak perlu ke kontrakan kami lagi. Tadi sih terdengar seperti hanya sebentar. Tetapi sekarang terpaksa menunggu sambi mengetik hal yang tidak jelas di laptopnya temanku tadi.

****! The dizziness is not berkurang...

DepanAula
March 13, 2007
3:19PM



Friday, January 19, 2007

Bangsat..

Bangsat.. Gara-gara gue cerita ke kakak gue tentang gue muntah, keluarga gue yang ada di Cengkareng mesti dateng ke tempat gue.. -Nyokap gue gak percaya amat sih gue cuma sakit perut biasa- Gara-gara mereka datang, gue gak jadi deh temenin seorang senior gue ke Harco Mangga 2 mau tanya-tanya tentang laptop.. Padahal gue udah janji semalam untuk nemenin..


Hanya tetap ada juga keuntunganku atas kedatangan mereka.. Makan siang gratis di dekat Tugu Proklamasi dan dana segar -walaupun tidak banyak, cukuplah untuk bayar ngenet sekarang ini-..

Thursday, January 18, 2007

Pengen Muntah

Gue tadi pagi bangun sekitar jam 7.. Itu pun dengan perut yang masih sakit - gak tahu kenapa perut gue bisa sakit banget, sampe-sampe pagi-pagi jam 4 gue harus muntah-
Gue pun berusaha mengisi perut gue yang masih kosong dengan membeli roti.. Tetapi perut gue masih gak bisa diajak kerjasama.. Setiap kunyahan yang masuk ke perut gue, malah membuat gue pengen muntah..


Sekarang, gue masih belum ngisi apapun ke perut  gue selain satu gelas teh manis hangat.. Ini juga masih pengen muntah.. Jangan-jangan.....

Monday, January 8, 2007

Naikin Berat Badan?

Banyak orang yang ingin berat badannya bisa turun. Kebalikannya, gue dan teman gue, Stepanus dan Jeremia, ingin berat badan kami naik. Kalau orang susah nurunin berat badan, kami mah susah untuk menaikkan berat badan.


Kalau untuk turunin berat badan, gue sih punya teori: kalau loe mau turunin berat badan loe, makan cuma dua kali sehari dan jangan ngemil.. terus, tambahin deh beban pikiran! dijamin loe bisa sakit, terus jadi kurus deh..


Teori untuk naikin berat badan?

Saturday, September 2, 2006

22:20


Badan gue berkeringat. Sepertinya keringat dingin. Tubuh gue juga terasa tidak enak. Gimana bisa enak, hari ini gue baru makan mie ayam (sekitar pukul 11:30) dan dua roti (sekitar pukul 17:30).

Tanganku pun sekarang mulai bergetar. Keringat gue pun terus mengalir. Musik klasik Johann Sebastian Bach masih terdengar dari speaker yang melantunkan musik dari playlist Winamp 5.11 gue.

Apa yang terjadi padaku? Apakah gue sakit? Semoga tidak.

Kalasan Dalam 44B, Jakarta
22:25
2 September 2006
DAY-8159

Mendadak Terkenal


(Judul di atas dibuat memang dengan sengaja meniru judul film yang sekarang sepertinya masih diputar di bioskop Megaria 21 "Mendadak Dangdut")

Percaya gak kalau gue mendadak terkenal? Percaya saja! Gak tergolong dalam larangan agama apa pun di dunia ini kok kalau percaya pernyataan saya: gue mendadak terkenal.


Unfortunately, gue terkenal gara-gara gue stres. Kok bisa? Tanyakan saja pada rumput bergoyang! Jadi, sebenarnya gue mendadak terkenal karena gue -bisa digolongkan- sedang "sakit". Ibotoh nasiam do aha na hu maksud, tene. Jadi hu ahap lang pala hu bahen detailni ijon, tene.


Ke-sakit-an gue pun dengan cepat tersebar. Maklum, ke-sakit-an gue itu dapat dengan mudah ditemukan. Bahkan ketika gue telah berusaha menutupinya, orang-orang masih saja dapat dengan mudah mengetahui cara untuk melihat ke-sakit-an gue itu. (Kok malah seperti pepatah: sepandai-pandainya orang menutupi bangkai, baunya akan tercium juga.)


Unfortunately (lagi?), orang-orang berpikir gue membuat ke-sakit-an gue itu untuk diketahui dunia ini SECARA SENGAJA di tempat orang mudah mencarinya. Padahal tidak. Ke-sakit-an gue itu bahkan tidak pernah terpikir olehku untuk diketahui oleh mereka.


Apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. (Tinggal ditambahi daging ayam aja supaya jadi bubur ayam.) Gue mendadak terkenal gara-gara ke-sakit-an gue. Kalau menjadi terkenal itu menyenangkan, mendadak terkenal yang gue alami saat ini malah sebaliknya.


Kalasan Dalam 44B, Jakarta
21:45
2 September 2006
DAY-8159

Thursday, June 8, 2006

Loe Sakit Jiwa Ya?

Seorang teman gue ngomong dengan kencang dari jarak sekitar 10 meter waktu ngeliat gue baru datang..

"Vontho, maksud loe kirim sms kemarin apa? Loe sakit jiwa ya?"


Perasaan gue langsung gak enak. Gue gak tahu mo ngomong apa ke teman gue itu.

That was happen yesterday ...



"Vontho, gue jadi takut bilang loe sakit jiwa..."

Gak usah dibahas, pikirku. Cukup dia tahu betapa gilanya gue. Pengennya sih setelah hari ini gue gak usah banyak berhubungan lagi dengan teman gue yang satu ini. Sepertinya berteman dengannya hanya bisa bikin sakit hati gue aja.

That was happen today ...


Gue sakit jiwa? Mungkin... Walaupun iya, gak akan ada yang percaya.
Akankah gue gak akan banyak berhubungan lagi dengan teman gue ini? Tahu ah.. Gelap..


Warnet Choyi, Proklamasi 77, Jakarta
19:18
8 Juni 2006
DAY8073

Tuesday, May 30, 2006

Kepala Berat


Kepalaku berat.
Aku kurang mengerti kenapa.
Pusingkah?

Atau karena rambutku?
Rambutku sekarang sudah panjang dan tebal.
Basah pula karena tidak kukeringkan sehabis mandi.

Kugoyangkan kepalaku.
Terasa sedikit lebih ringan.
Kuhalau rambutku yang menutupi telingaku.
Terasa semakin ringan.

Aku pun menguap.
Apakah kepalaku berat karena mengantuk?
Mungkin.
Ku menguap lagi.


Asrama Putra STTJ, Dempo 14, Jakarta
22:21
29 Mei 2006
DAY8063


Sunday, May 21, 2006

Gue Sakti, eh Sakit

Gue lagi sakit. Komplikasi. Sakit kepala, demam, flu, batuk, sakit tenggorokan, sakit perut. Itu baru sakit secara fisik. Sudah sejak hari Kamis yang lalu. Berobat? Gue males berobat.

Secara psikologi, gue menderita neurosis. Berobat? Ada yang mau ngobatin?

Warnet Global, Proklamasi 27, Jakarta
13:49
22 Mei 2006

Monday, May 15, 2006

Lapar dan Pusing

Sekarang sudah menunjukkan pukul 23:55 di handphoneku. Perutku sekarang sudah sakit. Tadi aku tidak makan malam sama sekali. Perutku hanya aku isi dengan 4 keping roti regal yang ada di perpustakaan asramaku. Itupun aku tidak tahu siapa yang punya roti itu.

Aku baru saja turun dari ruang serbaguna asramaku. Pertandingan Liverpool melawan Westham baru saja selesai. Sepanjang pertandingan babak perpanjangan waktu aku memang tidak memperhatikan lagi pertandingan itu. Aku bermain tenis meja di ruang yang sama bersama dengan Tio, anak Pak Mardi. Oiya, sekadar pemberitahuan, Pak Mardi adalah pegawai STT Jakarta yang bertugas di asrama.  Aku memang tidak jago bermain tenis meja. Hanya bisa serve dan selanjutnya aku selalu jadi bulan-bulanan Tio yang sekarang masih duduk di kelas 1 SMP.

Permainannya memang sekadar bersenang-senang saja, tetapi badanku sampai berkeringatan juga. Mungkin sekarang kepalaku juga seperti pusing karena capai dan tadi aku tidak makan. Asal jangan sampai sakit parah saja.

Yang menjadi pemenang pertandingan tadi adalah Liverpool. Hasil akhir 7-4 setelah Liverpool memenangkan adu pinalti 4-1. Dasar komentator antv dan juga komentator Indonesia yang gak jelas maksudnya apa menanyakan sebab kekalahan Westham lewat adu pinalti kepada suporter Westham. Memang suporternya mengerti dengan jelas apa yang terjadi di lapangan yang pertandingannya dilaksanakan jelas-jelas di Eropa sana. Aku langsung meninggalkan ruang serbaguna, tempat beberapa orang temanku juga menonton pertandingan tersebut, ketika mendengar komentar suporternya yang juga tidak kalah ngawur dengan maksud si komentator antv. Ah, sudahlah..

Sekarang sudah seharusnyalah aku memikirkan paper Liturgika dan juga mini-skripsi Bahasa Indonesiaku. Honestly, aku belum mengerjakan sama sekali mini-skripsi Bahasa Indonesiaku yang jumlah halamannya harus di atas 10 halaman. Paper Liturgika memang sudah dalam rencana pengerjaan dalam 3 hari terakhir. Tetapi aku selalu stuck. Sekarang, setelah waktunya tinggal lebih kurang 50 jam, aku masih baru mengerjakan pendahuluan dari paper Liturgika. Dan mini-skripsi belum sama sekali??? Apa sih yang aku pikirkan? KERJAKAN!!!!

Waktu pun berlalu. Sekarang di handphoneku sudah menunjukkan pukul 00:16. Perut ingin diisi. Paper minta dikerjakan. Kepala sudah mendekati pusing. Tetapi waktu terus berlalu.

Tolong!!!!

Asrama Putra STTJ, Dempo 14, Jakarta
00:16
14 Mei 2006
DAY8048

Monday, February 20, 2006

Sedang Sakit

Ada beberapa orang yang aku kenal atau kerabat dari orang yang aku kenal saat ini sedang sakit. This is the list:


1. Rirensyi Ratno a.k.a Rensyi. Dia ini teman seasramaku. Seminggu yang lalu dia sempat tidak masuk kuliah. Dia dianjurkan dokter untuk beristirahat dulu. Dokter mengatakan kalau dia terkena pneumonia. Sejenis radang paru yang diidap oleh Rene Descartes sebelum dia meninggal. Beberapa teman mengatakan kalau pneumonia adalah penyakit yang cukup mematikan.


2. My mom. Sebenarnya waktu bulan Desember (masa Natal) dia sudah dilarang dokter untuk bernyanyi ataupun mengajar bernyanyi di gereja. Mamakku sejak tahun 2000 memang menjadi Ketua Komisi Wanita di gerejaku dan juga menjadi pelatih koor (paduan suara) komisi wanita di gereja kami. Sebagai orang yang cukup mengerti nada (kalau tidak mengerti, tidak mungkin dia menjadi pelatih paduan suara), dia kurang suka kalau mendengar ada nada yang salah. Di saat dia seharusnya tidak boleh mengeluarkan suara itu pula lah dia memaksakan diri untuk tetap menyanyi. Setahuku, penyakit yang ada di tenggorokannya bisa menjadi kanker kalau dia tetap "bandel". Beberapa waktu yang lalu kakakku menelepon kalau penyakit yang ada di tenggorokan Mamak kambuh lagi. Semoga dia cepat sembuh dan penyakitnya tidak semakin parah.


3. Ayah (angkat) teman saya Armand. Sabtu (18/02) lalu ketika mengikuti seminar Paduan Suara di GPIB Paulus, Armand dapat SMS dari kakaknya mengabari Ayahnya terkena stroke. Bagian kiri dari badan Ayahnya tidak dapat digerakkan. Sabtu itu Armand langsung pergi ke Bandung. Kemarin ketika saya bertemu dia di kampus, dia bilang dokter mengatakan kalau kondisi Ayahnya harus diperhatikan dalam 5 hari ke depan. Bisa saja membaik atau malah memburuk. Semoga saja Ayahnya membaik.


4. Gue sendiri. Sekarang gue lagi sakit juga sih sebenarnya. Cuma sakit ringan yang agak nyeleneh. Masuk angin, sakit kepala, dan kadang pengen muntah. Mungkin karena kurang teratur makan juga sih. Atau karena kamar gue yang setiap malam terasa dingin karena setiap malam gue gak pake selimut kalo tidur. Gile.. Gue kira cuma Bandung aja yang bisa dingin...


Doain ya...


Warnet Global, Proklamasi 27, Jakarta
12:48
21 Februari 2006

Wednesday, December 7, 2005

Huh..

kepalaku sakit nih
gak tahu kenapa..
apa karena aku terlalu banyak mikir
atau karena aku kurang berpikir


sampai sekarang tugasku belum ada yang selesai
jadi bingung
apa aku memang sungguh-sungguh kuliah di stt jakarta ini


kemarin aku sempat bicara-bicara dengan mentor
tentang kelompok kecil yang lebih dia kenal dengan nama cell group
tentang kehidupan berpacaran di stt jakarta
tentang idealisme yang dia anut dan kebetulan aku juga idealis seperti dia
dan juga tentang kuliahku
di stt jakarta dan yang dulu


apakah aku benar-benar menikmati kuliah di stt jakarta ini?
sejauh ini sih bisa dibilang ya
tapi aku merasa apa yang aku dapatkan di sini masih kurang dari yang seharusnya aku mampu dapatkan
aku masih kurang serius dalam mencari ilmu sedalam-dalamnya
mengenai teologi
teologi yang menurut mentorku saat ini pendeta punya andil membuat jemaatnya menjadi orang yang berpikiran sempit


masih panjang perjalananku di stt jakarta
semoga perjalananku tidak berhenti seperti dulu lagi
jujur sistem do di stt jakarta lebih tidak manusiawi dibanding di stt telkom
tapi aku harus bisa melewati semua ini
kalau orang lain bisa, kenapa aku tidak bisa


ini untuk kebaikanku sendiri
aku harus serius
ingat kembali komitmen ketika masuk stt jakarta
kembalilah kepada Tuhan hai diriku yang lemah
jangan anggap dirimu bisa tanpa Dia!



vontho
06 Desember 2005
23:54 MCT*



* my computer time

Monday, September 19, 2005

None

Lagi gak ada yang mau dibahas nih..
Kalo lagi ada, komputer tempat mau mengetiknya gak ada..
Tapi pas udah di dalam perpustakaan dan di depan komputer untuk main gratisan, lupa deh..

Gitu aja deh hari ini...
Cuma nambahin isi jurnal aja nih...........

Status: masih belum sembuh dari sakit batuk...